Sculpted work spaces

November 22, 2007

—-

Sanjay Puri Architects Pvt Ltd

Klik gambar berikut untuk melihat perbesaran gambarnya

 

 Baca berita atau uraian selengkapnya di [klik] :
World Architecture News. com


Autodesk meluncurkan “Multi-Touch Wall Device”

November 21, 2007

Autodesk meluncurkan video demo perancangan bangunan melalui Dinding layar sentuh (Multi-Touch Wall Device). Arsitek Doug Look dari Autodesk Labs menunjukkan bagaimana ia tinggal sentuh sana – sentuh sini untuk mendesain sebuah gedung. Dalam video ini ia menggunakan perangkat lunak Google Earth dan program modelling arsitektural 3D.

Multi-Touch Wall Device diciptakan oleh Jeff Han. Autodesk meyakini bahwa cara ini akan mengubah cara orang mendesain produk, bangunan dan infrastuktur.

Mengagumkan, saksikan video youtube berikut ini. 


TENAGA SURYA DAN ARSITEKTUR: SUATU ANALISIS LINGKUNGAN DAN PERANCANGAN

November 21, 2007

 

Oleh : Tri Harso Karyono

[Staf Direktorat Teknologi Lingkungan BPP Teknologi dan Staf Pengajar Arsitektur di Jakarta]

ABSTRAK

Isue mengenai pemanasan bumi yang diakibatkan oleh produksi gas karbon dioksida sebagai akibat pembakaran bahan bakar minyak (minyak bumi, batu bara, gas alam) memaksa ilmuwan, pakar energi, akhli lingkungan, serta pihak-pihak lain yang terkait untuk ikut memikirkan penggunaan energi alternatif yang aman. Tenaga nuklir yang tidak menghasilkan gas buang semacam karbon dioksida, ternyata bukan merupakan solusi energi alternatif yang baik karena meninggalkan sampah radioaktif yang belum ada solusi pembuangan yang diangap aman untuk masa yang akan datang. Tenaga surya, yang umumnya sudah digunakan secara tradisional sejak ratusan abad yang silam, perlu mendapat perhatian. Pemanfaatan tenaga surya baik secara pasif maupun aktif bagi bangunan perlu mendapat perhatian dari para arsitek. Pemanfaatan tenaga surya secara aktif, dimana tenaga surya dikonversikan terlebih dahulu menjadi tenaga listrik dengan solar sel, seyogyanya tidak berdiri sendiri, perlu diintegrasikan dengan aplikasi perancangan secara pasif. Perancangan secara aktif bertujuan untuk mengurangi beban listrik yang berasal dari minyak bumi – secara langsung mengurangi jumlah gas karbon dioksida yang dibuang ke udara, sedangkan perancangan pasif bertujuan untuk mengurangi beban penggunaan energi listrik – yang berasal dari sumber listrik apapun – di dalam bangunan. Makalah ini membahas isue yang diutarakan diatas, dimana pada akhirnya memberikan contoh dari suatu karya arsitektur yang dianggap berhasil dalam mengaplikasikan strategi perancangan secara aktif (menggunakan solar sel) serta tidak meninggalkan sterategi perancangan secara pasif.

Baca entri selengkapnya »


Nabi, Laut, Api, dan Jeruji Besi

November 17, 2007

Tiap hari berulangkali setiap muslim berdoa kepada Tuhan-nya, memohon perlindungan agar tidak sesat. Kata akhir surat Al-Fatihah adalah wala ad-dhoolliin: “Anugerahilah kami jalan mustaqim (jalannya orang yang menegakkan kebenaran), bukan jalan orang-orang yang Kau murkai, juga bukan jalan orang-orang yang sesat….”

Kalimat itu disiapkan Tuhan seakan-akan untuk menegaskan bahwa kehidupan manusia sepanjang masa selalu berada pada dinamika relativitas antara tersesat dan tidak tersesat. Kalau begitu engkau baca syahadat dan menjalankan syariat mahdloh (syahadat, salat, puasa, zakat, haji) engkau terjamin tak sesat -tentulah tak perlu Allah mem-fait a compli dengan kalimat doa akhir Al-Fatihah itu.

Antara benar dengan sesat itu seakan sangat mungkin berlangsung bergantian dalam kehidupan manusia. Tak hanya seperti pergiliran siang dan malam, panas dan dingin, penghujan dan kemarau, gelap dan terang: mungkin lebih cepat dari itu.

Baca entri selengkapnya »


Jangan Menjual Indonesiaku

November 12, 2007

Sri-Edi Swasono *)

Makin banyak diberitakan keprihatinan tentang makin melunturnya nasionalisme. Makin banyak pula gerakan patriotik yang mencemaskan telah berubahnya “pembangunan Indonesia” menjadi sekadar “pembangunan di Indonesia”. Gegap-gempitanya pembangunan di Tanah Air, menggelegarnya tiang-tiang pancang menembus bumi sebagai derap pembangunan di Indonesia belum menempatkan Indonesia sebagai Tuan di Negeri Sendiri. Semula berbisik- bisik, lama-lama menjadi pembicaraan terbuka sehari-hari, bahwa banyak pemuda berdasi kita sudah menjadi “jongos” globalisasi.

Baca entri selengkapnya »


Buku “Lobang Hitam Agama” Menyerang Kesucian Al-Qur’an

November 11, 2007

Sumanto A-Qurtubi

Sebagian pendukung paham sekularisme dan liberalisme mungkin tidak sadar, bahwa penyebaran paham ini sejatinya bagaikan membuka sebuah kotak pandora. Saat kotak itu terbuka maka terjadilah peristiwa-peristiwa tragis yang susul-menyusul dan berlangsung secara liar, sulit dikendalikan lagi. Paham ini — yang biasanya berlindung dibalik jargon “pencerahan” dan “kebebasan berpikir”— menyimpan agenda-agenda dahsyat berupa penghancuran agama itu sendiri. Liberalisasi yang tanpa kendali telah terbukti menjadi senjata pemusnah masal buat agama-agama.Salah satu wacana yang berkembang pesat dalam tema sekularisasi dan liberalisasi Islam di Indonesia saat ini adalah tema “dekonstruksi Kitab Suci”. Maka, proyek liberalisasi Islam tidak akan lengkap jika tidak menyentuh aspek kesucian Al-Qur’an. Mereka berusaha keras untuk meruntuhkan keyakinan kaum Muslim, bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah, bahwa Al-Qur’an adalah satu-satunya Kitab Suci yang suci, yang bebas dari kesalahan. Ibarat dalam satu peperangan, para penghujat Al-Qur’an ini laksana menikam kaum Muslimin dari belakang.

Baca entri selengkapnya »


Mempertegas Kembali; DEMOKRASI UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT

November 7, 2007

Oleh:
Dipl. DNP. Lathif Hakim, LSq. BEc.

(Dewan Pakar ICMI)

Wacana demokrasi pada akhir-akhir ini sering dikumandangkan untuk menata ulang system pemerintahan/negara agar benar-benar terjadi reformasi total untuk kemakmuran rakyat. Walaupun istilah demokrasi sendiri mengandung berbagai penafsiran yang memicu antara pro dan kontra di kalangan cendekiawan dan negarawan. Sebagaimana seorang negarawan memahami demokrasi adalah konsep yang paling cocok untuk menata ulang system pemerintahan dengan bertujuan membebaskan system dictator dan otoriter menuju kebebasan masyarakat dalam berekspresi, berprilaku, berkumpul. Sedangkan negarawan muslim menambahkan demokrasi  yang cocok bagi masyarkat muslim adalah demokrasi religius. Karena demokrasi diartikan sebagai kebebasan yang sebebas-bebasnya akibat faham dictator yang panjang sehingga menimbulkan gejolak yang melampui batas norma setelah dibuka kran demokrasi. Maka disinilah membutuhkan peranan etika yang mengatur kebebasan berekspresi masyarakat dengan sebuah perangkat undang-undang untuk memfasilitasi kebebasan itu.

Baca entri selengkapnya »