Film Fitna; Cuma Lagu Usang, Meneer Wilder ?

Maret 27, 2008

Oleh : Ekky Imanjaya,
Mahasiswa S-2 Kajian Film Universitas

Amsterdam, BelandaAkhirnya film Fitna the Movie besutan Geert Wilders (dan Scarlett Pimpernel) beredar juga di Internet, satu hari lebih cepat dari rencana. Dari Wikipedia, yang diklaim sebagai situs resmi setelah website awal ditutup provider-nya, film ini diunduh 1,6 juta kali dalam dua jam. Versi bahasa Inggrisnya diunduh 800 kali. Televisi Het Gesprek juga sudah menayangkannya lewat laptop. Seperti yang sering diulang-ulang oleh Wilders, isi film ini seputar pembuktian atau pembenaran ucapannya bahwa Al-Quran adalah kitab fasis, seperti Mein Kampf karya Hitler, dan mengajarkan terorisme.

Baca entri selengkapnya »


Mengembangnya Alam Semesta

Maret 3, 2008

Oleh : Harun Yahya



Edwin Hubble dengan teleskop besarnya.

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47) Kata “langit”, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur’an dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.



Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus “mengembang”. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur’an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur’an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

Sumber : Keajaiban Al-Qur’an
Baca Juga :
> Al-Quran
> Adh Dhariat (The Winnowing Winds)