SEBERAPA BESAR TEROMPET YANG AKAN DITIUP MALAIKAT ISRAFIL?

Oleh: Ali Said

Setelah penulis ajak pembaca berjalan-berjalan di ruang angkasa dari satu planet ke planet yang lain dan dari satu benda angkasa ke benda angkasa yang lain dan juga telah ditunjukkan betapa besarnya alam semesta ciptaan Allah ini (Baca artikel “Allah Maha Besar), selanjutnya penulis ajak untuk merenungkan seberapa besar terompet yang akan ditiup oleh Malaikat Israfil. Sebelum mengkaji seberapa besar terompet yang akan ditiup Malaikat Israfil, terlebih dahulu marilah kita bahas apa makna terompet yang disebutkan pada beberapa ayat Al Qur’an? Dalam sejarah manusia khususnya jaman kerajaan, terompet sering digunakan sebagai alat untuk pengumuman tentang sesuatu hal dari Sang Raja atau juga untuk memberikan tanda bahwa para pengawal kerajaan untuk berkumpul. Demikian juga Kerajaan Allah yang meliputi seluruh alam semesta dan ciptaannya. Ketika Hari Akhir saatnya tiba, maka terompet akan ditiup oleh Malaikat Israfil untuk pertama kalinya. Kemudian ketika Allah akan mengumpulkan dan menghidupkan kembali seluruh manusia untuk menghadapi pengadilan Allah, terompet juga ditiup untuk kedua kalinya.

Para ilmuan tidak ada habis-habisnya meneliti dan memikirkan keberadaan alam semesta ini, dari mengamati bumi beserta isinya termasuk diri manusia itu sendiri, sampai benda-benda di luar angkasa bahkan sampai memprediksi bentuk alam semesta ciptaan Allah ini. Lihat Gambar-gambar berikut:

Bumi lebih besar dibandingkan palnet venus, mars, mercury dan pluto

Bumi sangat kecil sekali dibandingkan dengan planet jupiter, saturn, uranus dan neptune

Jupiter sangat kecil dibandingkan dengan matahari dan bumi hampir tidak kelihatan

Matahari kecil sekali di bandingkan dengan planet sirius, pollux, arcturus sedangkan bumi tidak kelihatan dalam perbandingan ini

Matahari hanya berukuran 1 pixel dibandingkan dengan planet betelgeuse, antreas dll.

Lihat tayangan video berikut:

Ini hanyalah merupakan bagian kecil dari benda-benda yang ada di alam semesta ini yang berhasil diamati manusia. Semua benda-benda tersebut tentunya berada dalam suatu ruang yang disebut alam semesta yang diasumsikan oleh para ilmuan ada batasnya. Berkaitan dengan hal ini, para ilmuan mencoba memprediksi bentuk alam semesta melalui pengamatan atau data-data yang dikumpulkan dengan peralatan canggih yang ada.

Pada awalnya para ilmuan memprediksi bahwa bentuk alam semesta ini adalah datar atau “flat”. Kemudian ilmuan dari Inggris memprediksi lagi bahwa bentuk alam semesta adalah seperti bola sepak. Prediksi bentuk alam semesta seperti bola sepak sebenarnya sebuah perkiraan yang bagus sebagai bagian dari teori alam semesta yang terbatas (finite universe theory). Akan tetapi berdasarkan data-data terbaru khususnya tentang “background radiation” yang dikumpulkan para ilmuan tidak mendukung prediksi tersebut teori tersebut. Dengan data-data terbaru yang dikumpulkan oleh sebuah alat milik NASA bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob (WMAP)” Profesor Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman, yang memimpin sekelompok ilmuan mengajukan bentuk alam semesta yang sungguh mengejutkan. Profesor Steiner dan kelompoknya mengklaim bahwa alam semesta berbentuk seperti terompet. Bentuk ini cocok dengan hasil observasi (data yang dikumpulkan). Pada ujung depan terompet merupakan bagian alam semesta yang dapat diobservasi manusia (observable) dan semakin ke ujung belakang dari terompet tersebut adalah bagian alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable). (Lihat Gambar).

[klik gambar, untuk lihat ukuran besar]

Sekarang marilah kita tengok salah satu ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang terompet, misalnya QS An-Naml ayat 87:

“Dan pada hari (ketika) TEROMPET ditiup, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri” (QS 27:87).

Apa yang bisa kita tafsirkan dari ayat tersebut?

Jika hasil temuan para ilmuan tersebut kita gunakan sebagai dasar untuk menafsirkan ayat tersebut, maka yang dimaksud terompet adalah alam semesta ini yang bentuknya menyerupai terompet.

Jadi ketika terompet (baca alam semesta dan seluruh isinya) ditiup oleh Malaikat Israfil untuk pertama kalinya maka saat itulah “timing” dari berakhirnya kehidupan manusia dan hancurnya alam yang fana ini atau yang disebut sebagai Hari Akhir. Dalam beberapa ayat lain, terompet ini akan ditiup untuk yang kedua kalinya yang menandai dibangkitkannya manusia dari kematian untuk menghadapi pengadilan Allah, dan inilah yang dinamakan sebagai Hari Kiamat (Hari Kebangkitan).

Sebagai catatan, sebenarnya menurut Al Qur’an ada urutan kejadian berkenaan dengan hari akhir yang diawali dengan hancurnya alam semesta dan berakhirnya kehidupan dunia ini (dalam Al Qur’an salah satunya merujuk pada kata “as-saa’ah” atau Waktu dimulainya kehidupan akhirat yang ditandai dengan ditiupnya terompet untuk yang pertama kalinya) yang diikuti dengan dibangkitkannya dan dikumpulkannya manusia dari kematian (dalam Al Qur’an dikatakan dengan istilah “al-qiyaamah” atau hari Kiamat yang ditandai dengan ditiupnya terompet untuk yang kedua kalinya) untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya selama di dunia (salah satu istilah yang dipakai di Al Qur’an “yaumul fashl” atau hari penentuan). Wallaahu a’lam bish shawab.

Sumber :

10 Balasan ke SEBERAPA BESAR TEROMPET YANG AKAN DITIUP MALAIKAT ISRAFIL?

  1. kasato mengatakan:

    waduh serem bangat bang jul

  2. zulfikri mengatakan:

    Yaa.., begitulah..!
    Ternyata alam semesta ini berada dalam terompet malaikat Israfil, sekali tiup alam semesta besserta isinya akan berantakan dan berterbangan.

  3. dian mengatakan:

    Wah.. kesimpulan yg menarik..

  4. ballack tole mengatakan:

    ass,.
    pak apakah benar terompet yang akan ditiup seperti gambar diatas??
    bapak tau dari mana??

  5. zulfikri mengatakan:

    Wa’alaikumussalam, Pak Ballck Tole, walllahu aklam..,gambar diatas itu adalah gambar jagat raya atau cosmos, sumber gambar http://www.newscientist.com.

    Silahkan lihat gambar perbesarannya, [klik disini]

  6. demuslim mengatakan:

    Nice artikel… Mungkin izin di share di http://www.demuslim.com
    Thanks

  7. zulfikri mengatakan:

    Silahkan di share, semoga bermanfaat untuk menambah iman, amin..!

  8. Jalius HR mengatakan:

    Ya, itu Sebuah hipotesa……
    Tapi ingat malaikatnya (Malaikat Israfil) banyak bukan sendirian. RRI Padang saja tidak perlu membuat terompet (sirine) besar pada bulan Ramadhan, tapi dapat didengar oleh banyak orang di berbagai daerah pada saat berbuka dan waktu masuknya Imsak……

  9. Jhony Siiepakaw mengatakan:

    saat nya kita memperdalam lagee ayat suci al,quran

  10. aninditablog mengatakan:

    Dari sumber yang saya baca, gambar itu tidak menunjukan bahwa alam semesta (sekarang) berbentuk terompet, tapi perkembangan alam semesta dari awal big bang hingga sekarang, kalau digambarkan akan membentuk seperti terompet. Artinya adalah, alam semesta mengembang dari satu titik menjadi sebesar sekarang dan terus mengalamai perkembangan (sampai suatu titik di mana daya gerak alam semesta akan berhenti). Dan pengembangan itu bergerak keseluruh arah, 360 derajat, agak susah menggambarkannya dalam bentuk bulat utuh, makanya hanya dipotong sebagian sehingga berbentuk seperti terompet. (Mohon maaf jika penjelasan saya ada yang salah)😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: