Fungsi Rasio Dalam Rasionalis dan Fatalis


Mungkin peristilahan diatas terlalu umum. Biasanya Fatalism adalah suatu pengertian/paham bahwa setiap tindakan sudah ditentukan sebelumnya oleh Allah. Nama lainnya adalah Faham Deterministik (Jabariyah). Sampai ada joke : .Jangan2 Einstein pun dengan pernyatannya yang terkenal : “Tuhan tidak akan bermain dadu“, salah seorang penganut Jabariyah.
Sedangkan lawan dari faham deterministik adalah Free Will (Qodariyah), setiap peristiwa berada pada kendali manusia sepenuhnya. Sedangkan Rasionalisme biasanya paham modus pengambilan kesimpulan/penilaian situasi bedasarkan daya nalar, tanpa eksperimen. Rasionalisme biasanya berseberangan dengan Empirisme, pengambilan kesimpulan yg didasarkan pada pengamatan dan eksperimen. Dalam paham Jabariyah, manusia digambarkan bagai kapas yang melayang di udara yang tidak memiliki sedikit pun daya untuk menentukan gerakannya yang ditentukan dan digerakkan oleh arus angin. Sedang yang berpaham Qadariyah akan menjawab, bahwa perbuatan manusia ditentukan dan dikerjakan oleh manusia, bukan Allah. Dalam paham Qadariyah, sekaitan dengan perbuatannya, manusia digambarkan sebagai berkuasa penuh untuk menentukan dan mengerjakan perbuatannya. Pada perkembangan selanjutnya, paham Jabariyah disebut juga sebagai paham tradisional dan konservatif dalam Islam dan paham Qadariyah disebut juga sebagai paham rasional dan liberal dalam Islam. Kedua paham teologi Islam tersebut melandaskan diri di atas dalil-dalil naqli (agama) – sesuai pemahaman masing-masing atas nash-nash agama (Alquran dan hadits-hadits Nabi Muhammad) – dan aqli (argumen pikiran). Di negeri-negeri kaum Muslimin, seperti di Indonesia, yang dominan adalah paham Jabariyah. Orang Muslim yang berpaham Qadariyah merupakan kalangan yang terbatas atau hanya sedikit dari mereka.

Kedua paham itu dapat dicermati pada suatu peristiwa yang menimpa dan berkaitan dengan perbuatan manusia, misalnya, kecelakaan pesawat terbang. Bagi yang berpaham Jabariyah biasanya dengan enteng mengatakan bahwa kecelakaan itu sudah kehendak dan perbuatan Allah. Sedang, yang berpaham Qadariyah condong mencari tahu di mana letak peranan manusia pada kecelakaan itu.

Sewaktu berulang kecelakaan di Mina pada musim haji tahun lalu, tak kurang Menteri Agama waktu itu dapat dianggap sebagai berpaham Jabariyah, ketika di media cetak dan elektronik beliau dengan enteng mengatakan bahwa kecelakaan tersebut sudah takdir Allah yang harus diterima. Tentu lain keadaannya sekiranya menteri saat itu seorang yang berpaham Qadariyah. Tentu, dia akan lebih condong berasumsi bahwa andil manusia dalam kecelakaan Mina itu pasti sangat besar, bukan Tuhan. Begitu pula dalam kasus kematian tiba-tiba tokoh seperti Munir dan Baharuddin Lopa yang menarik perhatian publik. Yang berpaham Qadariyah, kematian tersebut mesti diselidiki, jangan menunjuk langsung Tuhan.

Kedua paham teologi Islam tersebut membawa efek masing-masing.

Kelebihan Jabariyah
Memiliki spiritualitas yg tinggi, semangat menghadirkan Allah dalam kehidupan (la haula walaa quwwata illah billah), efeknya lebih resisten terhadap tekanan kehidupan.

Kekurangan Jabariyah
Pada paham Jabariyah semangat melakukan investigasi sangat kecil, karena semua peristiwa dipandang sudah kehendak dan dilakukan oleh Allah. (Istilah Jawa : Narimo Ing Pandum : Menerima Pemberian—setelah usaha/belum ???, kebanyakan dimengerti tanpa usaha).
Menafihkan manusia mempunyai kehendak untuk memilih, sehingga tidak ada satupun perbuatannya layak untuk dipertanggung jawabkan

Paham Jabariyah dapat menghambat perkembangan ilmu pengetahuan dan keyakinan agama tidak dikukuhkan oleh hasil pengetahuan yang benar, karena semua peristiwa dinyatakan sebagai aktivitas Allah. Dalam hal musibah gempa dan tsunami baru-baru ini, karena menyikapinya sebagai kehendak dan perbuatan Allah, bagi yang berpaham Jabariyah, sudah cukup bila tindakan membantu korban dan memetik “hikmat” (berupa pengakuan dosa-dosa dan hidup selanjutnya tanpa mengulangi dosa-dosa) sudah dilakukan.

Kelebihan Qodariyah
Paham Qadariyah, semangat investigasi amat besar, karena semua peristiwa yang berkaitan dengan peranan (perbuatan) manusia harus dipertanggungjawabkan oleh manusia melalui suatu investigasi. Dengan demikian, dalam paham Qadariyah, selain manusia dinyatakan sebagai makhluk yang merdeka, juga adalah makhluk yang harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Posisi manusia demikian tidak terdapat di dalam paham Jabariyah. Akibat dari perbedaan sikap dan posisi itu, ilmu pengetahuan lebih pasti berkembang di dalam paham Qadariyah ketimbang Jabariyah.

Sedang bagi yang berpaham Qadariyah, meski gempa dan tsunami tidak secara langsung menunjuk perbuatan manusia, namun mengajukan pertanyaan yang harus dijawab: adakah andil manusia di dalam “mengganggu” ekosistem kehidupan yang menyebabkan alam “marah” dalam bentuk gempa dan tsunami? Untuk itu, paham Qadariyah membenarkan suatu investigasi (pencaritahuan), misalnya, dengan memotret lewat satelit kawasan yang dilanda musibah.

Ringkasnya, Sedang, paham Qadariyah mendorong lahirnya informasi dan pengetahuan baru, dan keyakinan agama dikukuhkan oleh pengetahuan yang benar, karena manusia diasumsikan punya andil dan bertanggung jawab pada setiap peristiwa di dalam kehidupannya, termasuk musibah yang menimpanya.

Kekurangan Qodariyah
Manusia menganggap dirinya 100% berperan di dalam kehidupannya cenderung Liberal dan sombong. Segala sesuatu yang tidak cocok dengan selera dan penalaran manusia (termasuk Ayat Suci AQ) harus direvisi.
Pemikiran berkembang secara liar dan tidak terkendali. Ilmu dan teknologi bukan lagi sebagai alat yang menunjang tujuan hidup manusia tapi lebih condong sebagai berhala yang menyeret manusia ke jurang kehancuran. Padahal sudah ada contohnya : Kaum ‘Aad & Tsamud, Fir’aun

Analisa

Kekeliruan paling mendasar dari Jabariyah adalah mengingkari bahwa manusia mempunyai kemuan bebas untuk memilih. Allah juga memberikan pilihan (QS 90:10, 76:3 , 2:256). Dan kalau berpikir dari sudut pandang keseluruhan : semua pilihan itu dari Allah. Pilih Iman kepada Allah (+) lewat Muhammad Rasulullah (2:4) konsekwensinya Jannah (cosmos-harmoni-ketertiban) dan iman kepada Allah (-) lewat Syaitan (2:257) konsekwensinya Naar (chaos-disharmoni-kekacauan).

Kemauan bebas (freedom of will) & konsekwensi (natural necessity) bukan sesuatu yang bertentangan tapi suatu counterpart/pasangan. Lawan dari kemauan bebas adalah terpaksa. Lawan konsekwensi/akibat adalah contingency/kebetulan.
Qadha-Qadhar seperti Algoritma pemrograman komputer (setiap pilihan mempunyai konsekwensi tertentu /kondisional yg berantai , (if then… else….else if).

Jabariyah dan Qodariyah tidak logis karena hanya mengekspose salah satu sisi dan mengingkari sisi yang lain. Dalam kenyataannya Jabariyah masih menggunakan akal (dengan kadar tertentu) untuk menentukan pilihan dan meraih tujuan dan Qodariyah tidak bisa mengelak bahwa Hukum Alam (Sunatullah) pada dasarnya adalah Hukum Allah, karena langit dan bumi (samawaat & ardl) adalah milik Allah (QS 10:5). Jadi suatu hal yg logis semua yg ada dilangit dan bumi berjalan berdasarkan kehendak Allah. Tapi Hak sepenuhnya manusia dengan KEMAUAN BEBAS nya mau patuh dg Allah atau tidak, dengan segala kenikmatan (nilai) dan resikonya (harga yang harus dibayar).

Ada wacana lucu antara “Qodariyah” & “Jabariyah”, mengenai kayu terbakar. Yang Jabariyah mengatakan bukan api yang membakar kayu tapi Allah, yang qodariyah mengatakan : api yang membakar kayu. Dua oknum tsb rupanya masih “confuse” dengan membawa2 Allah dengan hal2 yang remeh. AQ tidak membahas seseorang mau pilih mie rasa kari ayam maupun rasa soto. Pilihannya hanyalah “Nur” (+), cosmos atau “Dzulumat” (-),chaos, masalah nilai. Karena setiap tindakan praktis bisa didefferensiasi menjadi Nur atau Dzulumat tergantung niat/tujuannya (innamal ‘amalu bi niat).

Selama ada pilihan dan tujuan, akal masih dipergunakan
Mohon maaf jika logikanya dianggap nyeleneh, terima kasih
 

Sumber : http://groups.yahoo.com/group/dzikrullah/message/1379

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: