Ciloteh


RAPEK KARO


Pada suatu malam dihutan di kaki Gunung Singgalang hujan turun sangat lebatnya, sehingga membuat basah kuyup para kera sebagai warga dihutan tersebut, mereka tidak dapat tidur oleh kedinginan. Dalam kondisi begini Pemimpin Kera mengumpulkan warganya dimalam itu untuk rapat yang membicarakan untuk membuat rumah besok pagi apabila hari telah siang. Dalam rapat tersebut didapatlah keputusan untuk membuat rumah serta telah ditetapkan tugas untuk masing warga seperti yang bertugas mencari tonngak, mencari dinding, mencari atap dan lain-lain sebagainya. Rapat selesai hujanpun mulai reda, mereka tertidur.

  

Besok pagi mereka dibagunkan oleh terik matahari pagi yang cerah. Masing-masing berhamburan mencari makanan masing-masing, sehingga lupa melaksanakan keputusan rapat tadi malam untuk membuat rumah.

   

Jadi, apabila ada suatu rapat yang menghasilkan keputusan serta pembagian kerja, tetapi tidak terlaksana, maka rapat ini dinamakan “rapek karo” (rapat kera) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: