<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ZULFIKRI's Webblog</title>
	<atom:link href="http://zulfikri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zulfikri.wordpress.com</link>
	<description>pemikiran dan kumpulan catatan serta rekaman pengembaraan di alam maya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Nov 2009 04:00:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='zulfikri.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/06e1b7603e3e945621d3fbd28f0b33d0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ZULFIKRI's Webblog</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Arkeologi Hunian Arsitektur Ruang Semesta</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/09/05/arkeologi-hunian-arsitektur-ruang-semesta/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/09/05/arkeologi-hunian-arsitektur-ruang-semesta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 01:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur & Konstruksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=682</guid>
		<description><![CDATA[Anutan nilai dan budaya yang berlaku dalam suatu masyarakat kiranya dapat ditelusuri dari pola permukiman yang mereka bangun. Karena itu, mudah dipahami jika suatu pendekatan antropologi budaya, misalnya, bisa dikembangkan dari temuan-temuan arkeologi pada suatu masyarakat tertentu yang barangkali hidup beratus-ratus tahun sebelum sisa-sisa peradaban fisik tersebut ditemukan.
Permukiman&#8211;atau yang lebih luas lagi, arsitektur&#8211; secara sadar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=682&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-full wp-image-685 alignleft" title="arkeologi" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/09/arkeologi.gif?w=206&#038;h=207" alt="arkeologi" width="206" height="207" />Anutan nilai dan budaya yang berlaku dalam suatu masyarakat kiranya dapat ditelusuri dari pola permukiman yang mereka bangun. Karena itu, mudah dipahami jika suatu pendekatan antropologi budaya, misalnya, bisa dikembangkan dari temuan-temuan arkeologi pada suatu masyarakat tertentu yang barangkali hidup beratus-ratus tahun sebelum sisa-sisa peradaban fisik tersebut ditemukan.</p>
<p>Permukiman&#8211;atau yang lebih luas lagi, arsitektur&#8211; secara sadar direncanakan untuk menopang penghidupan dan kehidupan manusia sehingga yang akan tecermin di dalamnya adalah suatu interaksi antara manusia dan lingkungan yang menjadi penopang kehidupan dan penghidupannya.</p>
<p>Jika kebudayaan kemudian bisa diartikan sebagai design for living (Bierstedt, 1970) atau rancangan guna menata kehidupan, arsitektur sebagai hasil interaksi antara manusia dan lingkungan kiranya dapat dipahami sebagai buah kebudayaan itu sendiri.</p>
<p>Dari pengantar di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa bermukim atau berarsitektur merupakan kegiatan khas manusia yang berkaitan erat dengan orientasi nilai dan budaya.</p>
<p>Oleh karena itu, tidak sulit untuk dipahami jika dalam masyarakat yang sangat menghargai ada keserasian hidup bersama. Misalnya dalam masyarakat tradisional Jawa, pola-pola permukiman yang dianut akan sedemikian terbuka dan mengundang. Karena itu, dalam rumah kaum bangsawan pun&#8211;yang konon cenderung teralianasi dari lingkungannya&#8211;masih bisa ditemukan adanya ruang-ruang terbuka berupa pendopo-pendopo dan pringgitan yang mengundang dan menunjang komunikasi dengan lingkungan semestanya.</p>
<p>Pola-pola demikian, meskipun terasa ideal bagi sebuah permukiman idaman, cenderung kurang disukai untuk diterapkan dalam masyarakat modern, terutama karena dianggap kurang menjanjikan privasi bagi penghuninya.</p>
<p>Karena itu, ketika Walter Gropius&#8211;arsitek dan tokoh pendidikan arsitektur modern&#8211;mengusulkan gagasan tentang ruang semesta, dengan ruang-ruang hunian diharapkan demikian terbuka, transparan, tanpa terdapat dinding, dalam lapangan praktik gagas itu kurang mendapat sambutan yang memadai. Alasannya, konsep ruang semesta Gropius dianggap tidak memerhatikan perilaku manusia yang cenderung memilih tempatnya sendiri di dalam bangunan yang akan memberikan perisai dan menjanjikan suasana yang berbeda dengan tempat yang lain. Itu berarti menghendaki dinding pembatas. Karena, dindinglah yang dipersepsikan manusia untuk menyatakan kehadiran dirinya dalam suatu tempat yang tetap.</p>
<p>Anutan-anutan demikian yang sungguh sangat berbeda dengan yang ada dalam masyarakat tradisional agaknya memperlihatkan bergesernya orientasi nilai dan budaya dalam masyarakat. Itu menarik untuk disimak.</p>
<p><strong>Substansial masyarakat modern </strong></p>
<p>Jika dalam masyarakat tradisional keberadaan individu dalam kelompoknya baru akan diakui bila individu tersebut mampu menyesuaikan dirinya terhadap kesepakatan-kesepakatan kelompok, proses yang terjadi dalam masyarakat modern justru sebaliknya.<br />
Dalam masyarakat modern, sebuah individu baru akan diakui keberadaannya jika individu tersebut mampu memberikan peranan yang nyata bagi kelompoknya. Proses demikian akan mengakibatkan anggota masyarakat terbagi-bagi dalam berbagai peranan dan fungsi tertentu sehingga menghasilkan berubahnya sistem nilai yang lebih berorientasi pada pribadi-pribadi.</p>
<p>Berkembangnya dominasi peranan pribadi-pribadi secara terus-menerus akan membentuk landasan sendiri dan menganggap tidak perlu bersandar pada sesuatu di luar dirinya. Gejala demikian akan melahirkan budaya substansialisme yang cenderung mengadakan isolasi dan pemisahan. Manusia, dunia materi, dan nilai-nilai dipandang sebagai substansi-substansi yang bisa lepas satu sama lain (CA van Peursen).</p>
<p>Manusia berpendirian seolah dengan akal budinya ia dapat merangkum dan mengerti segala-galanya sehingga segala sesuatu dapat dimasukkan ke kotak-kotak tertentu dan manusia mengambil jarak terhadapnya.</p>
<p>Jika anutan nilai demikian hendak digali dari cara-cara kelompok masyarakat modern bermukim, itu jelas terlihat dari masih dominannya tuntutan persyaratan privasi mewarnai pola pemukimannya sehingga tanpa sadar menggeser kebutuhan komunikasi optimal dengan lingkungannya. Akibatnya, bentuk-bentuk arsitektur yang dianut cenderung hanya memberikan kesenangan pada pribadi&#8211;selera penghuni&#8211;, namun kehilangan konteks dalam lingkungannya yang lebih luas.</p>
<p>Meskipun kemajuan teknik perancangan telah mampu memanfaatkan sumber daya dan potensi lingkungan dalam arsitektur secara optimal, yang terjadi akhirnya justru sedikit sekali sumbangan yang diberikan karya arsitektur modern bagi kelayakan tata ruang semesta dan lingkungan.</p>
<p>Arsitektur modern menjadi semakin molek, namun kehilangan harmoni lingkungan. Ia mengucilkan penghuninya dalam batas-batas yang ketat dan lebih berorientasi pada kepentingan pribadi-pribadi.</p>
<p><strong>Kekuatan </strong></p>
<p>Atas adanya gejala di atas, agaknya diperlukan suatu pendekatan yang lebih berwawasan lingkungan. Pendekatan demikian lebih memberikan arti bagi arsitektur sebagai lingkungan binaan yang merupakan bagian dari lingkungan semesta yang luas.</p>
<p>Pendekatan baru itu hendak melihat interaksi arsitektur dan lingkungan tidak hanya sebagai usaha pemanfaatan sumber daya lingkungan bagi arsitektur belaka, namun lebih memerhatikan bagaimana karya arsitektur secara luas dapat memberikan sumbangan bagi terbentuknya tata ruang makro yang layak.</p>
<p>Dalam praktik perancangan, kesulitan yang terjadi adalah apa batas-batas pengendalian yang hendak dipakai agar pendekatan di atas terjamin kelangsungannya, mengingat keputusan akhir praktik perancangan dan sosial yang berlaku.</p>
<p>Jika dalam masyarakat tradisional batas-batas pengendalian demikian berada di tangan kesepakatan masyarakat itu sendiri, dalam masyarakat modern fungsi demikian tentu tidak bergeser dalam kewenangan lembaga tertentu. Itu berarti menjamah masalah-masalah hukum dan kesadaran hukum dalam masyarakat sendiri.</p>
<p>Pada akhirnya, masalah-masalah arsitektur menjadi melebar sedemikian luasnya dan menuntut kemampuan untuk mengatasi berbagai konflik yang terjadi. Perhatian terbesar adalah justru masalah-masalah sosial kemasyarakatan yang memerlukan sumbangan dari berbagai disiplin ilmu.</p>
<p>Agaknya hal itu akan mengundang pembicaraan yang lebih luas. Hal demikian membuktikan arsitektur bukan karya dari pribadi-pribadi, melainkan lebih mencerminkan anutan nilai yang berlaku dalam masyarakat.</p>
<p>Orang bijak telah berkata, &#8220;Dari tahu rumahnya, kita kenal adatnya!&#8221;</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2008/06/06/9338/175/15/Arkeologi_Hunian_Arsitektur_Ruang_Semesta" target="_blank">Media Indonesia</a></p>
<p>Silahkan download artikel diatas dalam bentuk format pdf<a href="http://www.box.net/shared/1021y10zfq" target="_blank"> [klik disini]</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/682/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=682&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/09/05/arkeologi-hunian-arsitektur-ruang-semesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/09/arkeologi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">arkeologi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Temuan Ilmiah Modern: Amal Baik Membahagiakan</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/07/13/temuan-ilmiah-modern-amal-baik-membahagiakan/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/07/13/temuan-ilmiah-modern-amal-baik-membahagiakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 13:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=669</guid>
		<description><![CDATA[Mimpi Amerika terbukti membawa sengsara. Kini sebagian warga Amerika ogah bermimpi ala Amerika
Oleh: Syaefudin
Hidayatullah.com&#8211;Para ilmuwan dari Universitas Rochester, Amerika Serikat, telah meneliti 147 orang alumni dari dua perguruan tinggi. Para mantan mahasiswa itu dinilai segi kepuasan hidup mereka, harga diri, perasaan khawatir, tanda-tanda adanya perasaan terkekan (stres) pada raga, serta pengalaman kejiwaan yang baik dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=669&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#993300;"><em>Mimpi Amerika terbukti membawa sengsara. Kini sebagian warga Amerika ogah bermimpi ala Amerika</em></span></p>
<p>Oleh: <strong>Syaefudin</strong></p>
<p><a href="http://www.hidayatullah.com/component/content/article/143-iptek/8675-temuan-ilmiah-modern-amail-baik-membahagiakan.html" target="_blank">Hidayatullah.com</a>&#8211;Para ilmuwan dari Universitas Rochester, Amerika Serikat, telah meneliti 147 orang alumni dari dua perguruan tinggi. Para mantan mahasiswa itu dinilai segi kepuasan hidup mereka, harga diri, perasaan khawatir, tanda-tanda adanya perasaan terkekan (stres) pada raga, serta pengalaman kejiwaan yang baik dan buruk. Penelitian dilakukan dua kali, yakni tahun pertama dan kedua setelah kelulusan.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan Christopher Niemic, Richard Ryan, dan Edward Deci ini mengelompokan pertanyaan menjadi dua bagian. Pertama, yang berhubungan dengan persahabatan yang erat dan langgeng, serta sikap menolong memperbaiki hidup orang lain. Bagian ini disebut aspirasi intrinsik, atau cita-cita yang bersumber dari dalam diri. Pengelompokan kedua berkaitan dengan keinginan menjadi seorang yang kaya dan mendapatkan pujian. Bagian terakhir ini digolongkan ke dalam aspirasi ekstrinsik, yakni cita-cita yang bersumber dari luar. Para peserta diminta menilai kedua jenis cita-cita tersebut. Mereka juga melaporkan sejauh mana mereka telah meraih tujuan itu.</p>
<p><strong><span id="more-669"></span>Apa kata peneliti?</strong></p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa cita-cita intrinsik lebih membuat orang bahagia daripada ekstrinsik. Dengan mencapai tujuan intrinsik, mereka telah memenuhi kebutuhan dasar kejiwaan. “Cita-cita intrinsik kelihatan lebih dekat hubungannya dengan diri seseorang, lebih pada apa yang ada dalam diri, daripada apa yang ada di luar diri”, jelas Christopher Niezmic.</p>
<p>Berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan kekayaan dan sanjungan di satu sisi tak banyak membawa kebahagiaan. Sikap tersebut membuat diri merasa selalu kekurangan. Meski dipandang sebagai prestasi, pencapaian tujuan ekstrinsik seperti harta, pujian, dan ketenaran belum cukup memuaskan hati. Bahkan, usaha menggapai ‘kenikmatan duniawi’ ini dapat menimbulkan rasa malu, marah, gelisah, sampai gangguan raga seperti sakit kepala, sakit perut, dan kehilangan tenaga.</p>
<p>“Meskipun kebudayaan kita menaruh penekanan kuat pada pencapaian kekayaan dan ketenaran, mengejar tujuan-tujuan ini tidaklah bersumbangsih pada diraihnya kepuasan hidup. Hal-hal yang dapat membuat hidup Anda bahagia adalah berkembangnya pribadi, memiliki hubungan kasih sayang, serta memberi manfaat bagi masyarakat Anda”, saran Prof. Edward Deci.</p>
<p><strong>Ogah mimpi Amerika</strong></p>
<p>Peneliti AS ini membuktikan bahwa terwujudnya “American Dream” (Mimpi Amerika) seperti kekayaan, ketenaran, dan pujian bukanlah kunci kebahagiaan. Sejumlah mahasiswa yang diwawancarai<a href="http://www.sciencentral.com/video/2009/05/13/money-vs-happiness/" target="_blank"><em> Sciencentral</em></a> mengenai hal ini pun sepakat (lihat video)</p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zulfikri.wordpress.com/2009/07/13/temuan-ilmiah-modern-amal-baik-membahagiakan/"><img src="http://img.youtube.com/vi/FXFydMKIZRA/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Sebagai contoh, Chelsea McGuire, penerima beasiswa Fulbright. Calon dokter ini akan menghabiskan setahun di Republik Dominika untuk membantu menanggulangi penyebaran penyakit HIV, sebelum ia masuk Sekolah Kedokteran. Ia ingin menjadikan pelayanan kesehatan, yang ia pandang sebagai ‘kebutuhan pokok sebelum segala lainnya’, semakin besar dirasakan manfaatnya dan terjangkau. “Itu bukan pekerjaan yang memesonakan, terutama dalam hal berlimpahnya ketenaran dan harta. Namun itulah yang saya pikir dapat membuat saya lebih bahagia daripada selainnya”, katanya</p>
<p>Ashley Anderson, Presiden organisasi kampus Black Students’ Union yang sekaligus penari handal berharap dapat menyediakan kesempatan pendidikan bagi semua, tanpa menghiraukan ‘syarat khusus’ atau cap lainnya. Dia berpikir dengan menjadi cerdas dan punya perencanaan ke depan, keuangannya akan terjamin tanpa perlu menjadi materialistis. “Saya orang beriman,” katanya. “Tidak ada jumlah uang yang mampu menyamai apa yang Tuhan dapat berikan kepada saya dan apa yang dapat saya berikan kepada orang lain”.</p>
<p>Senada dengan dua orang sebelumnya, seorang calon analis industri pelayanan kesehatan, Asher Persigian, berkata, “tanpa orang-orang… untuk berbagi hidup dengan Anda, saya sungguh melihat tak ada gunanya”. Ketika mendapatkan beberapa tawaran pekerjaan, ia mengambil tawaran bekerja yang di dekat tempat asalnya dan dekat keluarganya bermukim.</p>
<p><strong>Kunci bahagia</strong></p>
<p>Demikianlah hasil penelitian terbaru tentang kekayaan, kemasyhuran, dan sanjungan. Ternyata, cita-cita hidup semacam itu tidaklah cukup membahagiakan.</p>
<p>Pencapaian tujuan hidup intrinsik berdampak baik bagi kesehatan jiwa. Sedangkan pencapaian cita-cita ekstrinsik merupakan pertanda terjangkiti penyakit kejiwaan atau adanya ketidakbahagiaan.<br />
Cita-cita intrinsik yang berupa hubungan antar-manusia yang dilandasi cinta kasih dan kepedulian, serta dimilikinya keahlian dan keterampilan melalui perjuangan berat, memiliki manfaat yang terasa langgeng. Sebaliknya, cita-cita ekstrinsik berupa menumpuk harta dan pujian, dirasakan cepat memudar dan segera terlupakan.</p>
<p>Terdapat sejumlah keuntungan lain bagi mereka yang memiliki tujuan hidup intrinsik, yakni yang menaruh perhatian pada berkembangnya pribadi, eratnya hubungan antar-manusia, keterlibatan dalam kegiatan masyarakat, dan kesehatan raga. Mereka ini lebih merasakan adanya kesejahteraan,  prasangka baik terhadap diri mereka sendiri, pertalian yang lebih erat dengan sesama, dan lebih sedikit memiliki tanda-tanda stres pada tubuh mereka.</p>
<p><strong>Utamakan amal baik</strong></p>
<p>Hasil ini membuktikan betapa rapuh tujuan sebagian orang yang telah dilalaikan dunia. Mereka berpacu menumpuk harta dan mengharap pujian. Ada yang yang ikut kontes bintang agar cepat terkenal. Sebagian bermain lotere, berjudi, bahkan ada yang ke dukun minta jimat penglaris barang dagangan sehingga cepat menjadi jutawan. Seakan-akan, hanya itulah tujuan hidup di bumi, yang ternyata terbukti secara ilmiah tidak membawa kebahagiaan hidup.</p>
<p>Dunia dan isinya bukanlah sesuatu yang kekal. Manusia hendaknya lebih mengutamakan amal baik. Karena, inilah yang telah terbukti secara ilmiah dapat memberikan kebahagiaan dalam hidup, sebagaimana pula diperintahkan Pencipta. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an:</p>
<p><span style="color:#008000;"><em>&#8220;Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang di terbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah perhiasaan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan&#8221;. (QS. Al Kahfi 18: 45-46).</em></span></p>
<p><em><strong>Referensi:</strong></em></p>
<ol>
<li><em>Edward Deci, Christopher Niemic, Richard Ryan (2009). Achieving Fame, Wealth, and Beauty are Psychological Dead Ends, Study Says. Rochester.edu. May 14, 2009. ( <a href="http://www.rochester.edu/news/show.php?id=3377, terkunjungi pada 20 Juni 2009" target="_blank">http://www.rochester.edu/news/show.php?id=3377</a> , terkunjungi pada 20 Juni 2009)</em></li>
<li><em>Edward Deci, Christopher Niemic, Richard Ryan (2009). <a href="http://www.sciencedirect.com/science?_ob=ArticleURL&amp;_udi=B6WM0-4TPHRJJ-4&amp;_user=10&amp;_rdoc=1&amp;_fmt=&amp;_orig=search&amp;_sort=d&amp;view=c&amp;_acct=C000050221&amp;_version=1&amp;_urlVersion=0&amp;_userid=10&amp;md5=552d1e4e1b633339ea1bc1333004fe4c" target="_blank">The Path Taken: Consequences of Attaining Intrinsic and Extrinsic Aspirations in Post-college Life. Journal of Research in Personality. Vol 43</a> (3):291-306.</em></li>
<li><em>3). Joyce Gramza (2009). Money vs Happiness. ScienCentral.com, May 13, 2009. <a href="http://www.sciencentral.com/video/2009/05/13/money-vs-happiness" target="_blank">http://www.sciencentral.com/video/2009/05/13/money-vs-happiness</a>, terkunjungi pada 28 Juni 2009)</em></li>
</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/669/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=669&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/07/13/temuan-ilmiah-modern-amal-baik-membahagiakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/FXFydMKIZRA/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mukjizat Bulan Terbelah Memang Pernah Terjadi</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/07/05/mukjizat-bulan-terbelah-memang-pernah-terjadi/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/07/05/mukjizat-bulan-terbelah-memang-pernah-terjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 01:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan&#8220;. (Q.S. Al-Qomar: 1)
Ayat di atas menjelaskan kejadian terbelahnya bulan (satelit bumi) sekitar tahun ke-5 Hijrah. Terbelah berati terpisah menjadi dua bagian. Peristiwa ini merupakn mukjizat Nabi Muhammad dalam memenuhi permintaan orang-orang Quraisy. Peristiwa ini dimuat dalam berbagai kitab hadis dan sirah nabawi dari penuturan sejumlah sahabat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=661&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="wp-caption alignleft" style="width: 284px"><img src="http://alisaid.files.wordpress.com/2007/09/bulan.jpg?w=274&amp;h=403&#038;h=191" alt="" width="274" height="191" /><p class="wp-caption-text">Belt of rocks observed in the moon surface, by Apollo mission </p></div>
<p><span style="color:#008000;"><em>&#8220;Telah dekat datangnya saat itu dan <strong>Telah terbelah bulan</strong>&#8220;</em><em>.</em> (Q.S. Al-Qomar: 1)</span></p>
<p>Ayat di atas menjelaskan kejadian terbelahnya bulan (satelit bumi) sekitar tahun ke-5 Hijrah. Terbelah berati terpisah menjadi dua bagian. Peristiwa ini merupakn mukjizat Nabi Muhammad dalam memenuhi permintaan orang-orang Quraisy. Peristiwa ini dimuat dalam berbagai kitab hadis dan sirah nabawi dari penuturan sejumlah sahabat, di antaranya adalah Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Abbas.</p>
<p>Peristiwa ini dibantah oleh orang-orang Barat karena dianggap sesuatau yang mustahil dan tidak logis; “Bagaimana mungkin benda-benda angkasa terbelah menjadi dua dan kemudian menyatu kembali sebagaimana yang kita lihat sekarang.”</p>
<p><span id="more-661"></span>Namun ternyata, sejarah India dan Cina kuno (yang pada waktu peristiwa ini belum mengenal apa pun tentang Islam) telah mencatat dan menceritakan peristiwa ini. Sayyid Mahmud Syukri al-Alusi, dalam bukunya Ma Dalla &#8216;Alaihi Al-Qur&#8217;an, mengutip dari buku Tarikh al-Yamini bawa dalam sebuah penaklukan yang dilakukan oleh Sultan Mahmud bin Sabaktakin al-Ghaznawi terhadap sebuah kerajaan yang masih menganut paganisme (musyrik) di India ia menemukan lempengan batu di dalam sebuah istana taklukan tersebut. Pada lempengan tersebut terpahat tulisan, &#8220;Istana ini dibangun pada malam terbelahnya bulan, dan peristiwa itu mangandung pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran.&#8221;</p>
<p>Bukti lain diceritakan oleh Dr. Zaghlul, dalam bukunya Al-I&#8217;jaz Al-&#8217;Ilmi fi As-Sunnah An-Nabawiyah Jilid I, menceritakan tentang pengakuan seorang mualaf bernama David M. Pidcock. Pengakuan ini terjadi beberapa tahun lalu dalam satu ceramah Dr. Zaghlul di fakultas kedokteran Universitas Cardiff di Wales, Inggris Barat.</p>
<p>Pidcock mengatakan bahwa ayat pertama dari surah Al-Qamar ini lah yang menyebabkan ia masuk Islam di akhir dekade 70-an. Ceritanya, saat itu ia sedang melakukan kajian terhadap agama-agama dunia. Salah satu teman Muslimnya menghadiahinya Al-Qur&#8217;an dan terjemahannya. Saat pertama kalinya ia membaca, ia langsung terkejut dengan surah Al-Qamar. Karena tidak percaya bahwa bulan pernah terbelah dan kemudian menempel kembali, maka ia tutup Al-Qur&#8217;an tersebut dan meninggalkanya begitu saja.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, tanpa disengaja ia melihat sebuah acara di BBC tentang perjalanan luar angkasa. Acara yang disiarkan pada tahun 1978 itu dipandu oleh penyiar Inggris terkenal bernama James Burke dengan menghadirkan tiga ilmuawan antariksa Amerika.</p>
<p>Dalam wawancara tersebut, dibahas perjalanan ruang angkasa yang menemukan satu fakta penting bagi mereka.. Fakta tersebut adalah bahwa sesungguhnya bulan dahulu pernah terbelah kemudian melekat lagi, dan bekas-bekas yang membuktikan cerita ini masih terlihat di permukaan bulan dan membentang hingga ke dalamanya.</p>
<p>Begitu mendengar penuturan ini, Pidcock lalu tersentak kaget dan teringat akan surah Al-Qamar yang ia pernah baca. Kemudian ia pun masuk Islam. [<a href="http://www.republika.co.id/berita/34259/Mukjizat_Bulan_Terbelah_Memang_Pernah_Terjadi" target="_blank">Republika Online</a>]</p>
<p><em><span style="color:#993300;"><strong>Baca juga artikel terkait berikut :</strong></span></em></p>
<ul>
<li><em><a href="http://alisaid.wordpress.com/category/pendaratan-manusia-di-bulan-mengungkap-mukjizat-nabi-muhammad-dan-kebenaran-al-quran/" target="_blank">Pendaratan Manusia di bulan mengungkap mukjizat Nabi Muhammad dan kebenaran Al-Qur&#8217;an</a></em></li>
<li><em><a href="http://zulfikri.wordpress.com/2008/01/23/manusia-pertama-mendarat-di-bulan-bohong/">Manusia pertama mendarat di bulan bohong ???</a></em></li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/661/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=661&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/07/05/mukjizat-bulan-terbelah-memang-pernah-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alisaid.files.wordpress.com/2007/09/bulan.jpg?w=484&#38;h=403" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gur-i-Amir Mausoleum, Samarkand Uzbekistan</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/06/26/gur-i-amir/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/06/26/gur-i-amir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 01:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur & Konstruksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[ &#8212;  
Translate ke Bahasa Indonesia [] 
&#8212;


Timur built this celebrated monument as the resting place of his grandson and heir-presumptive Muhammad Sultan, who died in battle in 1403 at the age of 29. In 1405 Timur himself was interred here, and later so too were his sons Miranshah and Shah Rukh and grandson, Pir Muhammad. Timur&#8217;s spiritual advisor, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=643&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><span style="color:#ffffff;"> &#8212;</span>  <br />
<a href="http://translate.google.com/translate?prev=hp&amp;hl=en&amp;js=n&amp;u=http%3A%2F%2Fzulfikri.wordpress.com%2F2009%2F06%2F26%2Fgur-i-amir%2F&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;history_state0=">Translate ke Bahasa Indonesia</a> [<img title="ind_flag" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/ind_flag.gif?w=18&#038;h=12" alt="ind_flag" width="18" height="12" />] <br />
<span style="color:#ffffff;">&#8212;</span>
</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-645      aligncenter" title="gbr2" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/gbr2.jpg?w=426&#038;h=458" alt="gbr2" width="426" height="458" /></p>
<p>Timur built this celebrated monument as the resting place of his grandson and heir-presumptive Muhammad Sultan, who died in battle in 1403 at the age of 29. In 1405 Timur himself was interred here, and later so too were his sons Miranshah and Shah Rukh and grandson, Pir Muhammad. Timur&#8217;s spiritual advisor, Sayyid Barakah, also lies within. Ulugh Beg, who had established the tomb as the Timurid dynastic mausoleum and commissioned additions, was the last of the family to be placed within the crypt.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-644    aligncenter" title="gbr1" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/gbr1.jpg?w=422&#038;h=288" alt="gbr1" width="422" height="288" /></p>
<p style="text-align:left;">The mausoleum was constructed on the southern side of a walled square courtyard already defined on two sides by a madrasa and khanaqah, no longer extant. Minarets marked each corner of the courtyard, two of which remain in part. The plan of the mausoleum forms a modified octagon on the exterior: a projecting entrance portal extends the northern side of the octagon, decreasing in length the two flanking sides. A bulbous ribbed dome on a tight high drum presents a monumental profile visible across the city.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-646  aligncenter" title="gbr3" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/gbr3.jpg?w=424&#038;h=507" alt="gbr3" width="424" height="507" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-648  aligncenter" title="gbr4" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/gbr4.jpg?w=422&#038;h=312" alt="gbr4" width="422" height="312" /></p>
<p>The interior comprises a square chamber, a bay on each wall, a stairway in the southeast corner that leads to the cruciform crypt, an octagonal zone of transition and an unusually steep hemispheric dome. Vertical flanges linked with timber are concealed between the two shells of the dome, supported by the inner dome and providing structure for the outer dome; an invisible &#8216;column&#8217; built on top of the center point of the inner dome terminates in angled timber prongs that also support the outer dome.</p>
<p>In 1424 Ulugh Beg added a corridor known as his &#8216;gallery&#8217;, entered through the eastern bay of the mausoleum. Four vaulted bays form the corridor, leading to a small vestibule accessed from the courtyard. In the seventeenth century construction of an iwan on the western side of the mausoleum commenced, but remained unfinished.</p>
<p>The exceptional interior decorative scheme employs luxurious materials and a wealth of techniques. Onyx hexagons form a dado, capped by a shallow cornice of marble muqarnas. Above this, a gold inscription band painted onto jasper encircles the mausoleum. Constituting one of the earliest examples of this technique, papier mache was employed extensively; the interior dome, the zone of transition and the muqarnas vaults of the four bays were all decorated with painted molded paper. Other areas were plastered and painted, or covered with a revetment of various materials.</p>
<p>The exterior decoration employs extensive hazarbaf brickwork. The dome is tiled in two tones of blue. Bands of tile inscriptions encircle the drum; a monumental kufic inscription of white and black tiles repeats &#8220;God is eternal&#8221;.</p>
<p>Sources:</p>
<p>Blair, S. and J. M. Bloom. 1994. The Art and Architecture of Islam. New Haven and London: Yale University Press, 41.</p>
<p>Brandenburg, D. 1972. Samarkand: Studien zur islamischen Baukunst in Uzbekistan (Zentralasien). Berlin: Bruno Hessling Verlag, 102-141.</p>
<p>Golombek, L. and D. Wilber, eds. 1988. The Timurid Architecture of Iran and Turan. Princeton: Princeton University Press, 260-263.</p>
<p>Michell, G. 1995. Architecture of the Islamic World. London: Thames and Hudson, 262.</p>
<p>&#8220;Guri Amir Mausoleum&#8221;. World Monuments Fund Panographies. <a href="http://www.world-heritage-tour.org/asia/uz/samarkand/guriAmirMausoleum_out.html" target="_blank">http://www.world-heritage-tour.org/asia/uz/samarkand/guriAmirMausoleum_out.html</a>  [Accessed February 2, 2006]</p>
<p>&#8220;Islamic Architectur&#8221; : <a href="http://www.islamic-architecture.info/WA-UZ/WA-UZ-001.htm" target="_blank">http://www.islamic-architecture.info/WA-UZ/WA-UZ-001.htm</a></p>
<p><a href="http://translate.google.com/translate?prev=hp&amp;hl=en&amp;js=n&amp;u=http%3A%2F%2Fzulfikri.wordpress.com%2F2009%2F06%2F26%2Fgur-i-amir%2F&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;history_state0=">Translate ke Bahasa Indonesia</a> [<img title="ind_flag" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/ind_flag.gif?w=18&#038;h=12" alt="ind_flag" width="18" height="12" />]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/643/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=643&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/06/26/gur-i-amir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/ind_flag.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ind_flag</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/gbr2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gbr2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/gbr1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gbr1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/gbr3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gbr3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/gbr4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gbr4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/06/ind_flag.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ind_flag</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konstruksi Jembatan Utama Suramadu</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/06/13/konstruksi-jembatan-utama-suramadu/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/06/13/konstruksi-jembatan-utama-suramadu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 14:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur & Konstruksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[ 
Konstruksinya terdiri dari pondasi bored pile 2,4 meter dengan panjang sekitar 80 meter, 2 Pylon kembar dengan ketinggian 140 meter dan lantai komposit double plane yang ditopang oleh cable stayed dengan bentang 192 m + 434 m + 192 m. Ketinggian vertical bebas untuk navigasi bentang utama adalah 35 meter.
 Detail Segmen Main Bridge

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pembagian Lajur Jalan
Lebar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=630&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"> <br />
<img class="alignleft" style="margin:5px;" src="http://www.suramadu.com/images/stories/12_11_spesifikasi.jpg" alt="" width="260" height="166" />Konstruksinya terdiri dari pondasi bored pile 2,4 meter dengan panjang sekitar 80 meter, 2 Pylon kembar dengan ketinggian 140 meter dan lantai komposit double plane yang ditopang oleh cable stayed dengan bentang 192 m + 434 m + 192 m. Ketinggian vertical bebas untuk navigasi bentang utama adalah 35 meter.</p>
<p> <strong>Detail Segmen Main Bridge</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.suramadu.com/images/stories/16_1_spesifikasi.jpg" alt="" width="424" height="193" /></p>
<p> </p>
<h4> </h4>
<h4> </h4>
<h4> </h4>
<h4> </h4>
<h4> </h4>
<h4> <img class="alignleft" src="http://www.suramadu.com/images/stories/17_1_spesifikasi.jpg" alt="" width="370" height="169" /></h4>
<h4> </h4>
<h4> </h4>
<h4> </h4>
<h4> </h4>
<h4> </h4>
<h4>Pembagian Lajur Jalan</h4>
<p>Lebar Jembatan = 2 x 15.0 m<br />
Lajur kendaraan = 2 x 2 x 3.50 m<br />
Lajur lambat (darurat) = 2 x 2.75 m<br />
Kelandaian maksimum = 3%</p>
<p>Lajur kendaraan</p>
<ul>
<li>Kendaraan roda 4 terdiri dari 4 lajur cepat dan 2 lajur darurat</li>
<li>Kendaraan roda 2 terdiri dari 2 lajur</li>
</ul>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="43%">
<tbody>
<tr>
<td> <img src="http://www.suramadu.com/images/stories/01_1_spesifikasi.jpg" alt="" width="141" height="364" /></td>
<td> <img src="http://www.suramadu.com/images/stories/14_1_spesifikasi.jpg" alt="" width="122" height="390" /></td>
<td>     <img src="http://www.suramadu.com/images/stories/15_12spesifikasi.jpg" alt="" width="122" height="380" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:left;"><strong>Detail Pylon</strong></p>
<p>Konstruksi Pylon bentang utama setinggi 146 meter, dengan menggunakan borepile berdiameter 2,4 meter dengan kedalaman 71 meter, Ketinggian vertikal bebas (untuk navigasi) bentang utama adalah 35 meter dari permukaan laut. </p>
<p><img src="http://www.suramadu.com/images/stories/15_11_spesifikasi.jpg" alt="" width="181" height="118" /></p>
<h4><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zulfikri.wordpress.com/2009/06/13/konstruksi-jembatan-utama-suramadu/"><img src="http://img.youtube.com/vi/9rwHSev6TTM/2.jpg" alt="" /></a></span></h4>
<p>Baca uraian disain dan perencanaan Konstruksi Jembatan Suramadu lebih detail <a href="http://www.suramadu.com/metode-konstruksi/pelaksanaan-causeway/tiang-pancang.html" target="_blank">[klik disini]</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/630/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=630&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/06/13/konstruksi-jembatan-utama-suramadu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.suramadu.com/images/stories/12_11_spesifikasi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.suramadu.com/images/stories/16_1_spesifikasi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.suramadu.com/images/stories/17_1_spesifikasi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.suramadu.com/images/stories/01_1_spesifikasi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.suramadu.com/images/stories/14_1_spesifikasi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.suramadu.com/images/stories/15_12spesifikasi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.suramadu.com/images/stories/15_11_spesifikasi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/9rwHSev6TTM/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MIT Open Course</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/03/10/building-in-landscapes/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/03/10/building-in-landscapes/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 00:54:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik - Vidio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[Architecture Studio: Building in Landscapes
This subject introduces skills needed to build within a landscape establishing continuities between the built and natural world. Students learn to build appropriately through analysis of landscape and climate for a chosen site, and to conceptualize design decisions through drawings and models.

Keterangan :

Video berikutnya : Klik disini. Download materi kuliahnya Klik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=607&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3>Architecture Studio: Building in Landscapes</h3>
<p>This subject introduces skills needed to build within a landscape establishing continuities between the built and natural world. Students learn to build appropriately through analysis of landscape and climate for a chosen site, and to conceptualize design decisions through drawings and models.</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zulfikri.wordpress.com/2009/03/10/building-in-landscapes/"><img src="http://img.youtube.com/vi/WguhC64iAXI/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p><strong><em>Keterangan :</em></strong></p>
<ul>
<li><em>Video berikutnya :</em><a href="http://www.youtube.com/view_play_list?p=687DF91F58142528" target="_blank"><em> Klik disini</em></a><em>. Download materi kuliahnya </em><a href="http://ocw.mit.edu/OcwWeb/Architecture/4-125Architecture-Studio--Building-in-LandscapesFall2002/DownloadthisCourse/index.htm" target="_blank"><em>Klik disini</em></a><em> dan </em><a href="http://ocw.mit.edu/OcwWeb/Architecture/index.htm" target="_blank"><em>Klik disini</em></a></li>
<li><em>Video kuliah arsitektur dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) juga dapat anda akses </em><a href="http://www.youtube.com/profile?user=MIT&amp;view=videos&amp;query=architecture" target="_blank"><em>Klik disini</em></a><em> dan materi kuliahnya dapat anda download </em><a href="http://ocw.mit.edu/OcwWeb/Architecture/index.htm" target="_blank"><em>Klik disini</em></a></li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/607/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=607&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/03/10/building-in-landscapes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/WguhC64iAXI/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Burj Al Arab &#8220;iconic structure&#8221;</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/03/03/the-burj-al-arab-left-iconic-structure/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/03/03/the-burj-al-arab-left-iconic-structure/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 07:18:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur & Konstruksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[&#8212;
&#8220;If you can draw a building with a few sweeps of the pen and everyone recognises not only the structure but also associates it a place on earth, you have gone along way towards creating something iconic&#8221; (Tom Wright 2000)



The Burj Al Arab adalah sebuah hotel mewah dan paling tinggi di Dubai Uni Emirat Arab, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=553&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><em><span style="color:#ffffff;">&#8212;</span><br />
&#8220;If you can draw a building with a few sweeps of the pen and everyone recognises not only the structure but also associates it a place on earth, you have gone along way towards creating something iconic&#8221; (Tom Wright 2000)</em>
</p>
<p align="center"><img class="aligncenter size-full wp-image-554" title="burjalarab1" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burjalarab1.jpg?w=400&#038;h=566" alt="burjalarab1" width="400" height="566" /></p>
<p><a href="http://www.dubai-architecture.info/images/BurjAlArab-a(17).jpg"></a></p>
<p><a href="http://www.jumeirah.com/en/Hotels-and-Resorts/Destinations/Dubai/Burj-Al-Arab/" target="_blank"><img class="size-full wp-image-555 alignleft" style="border:0;margin:5px;" title="burjalarab-a17_small" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burjalarab-a17_small.jpg?w=300&#038;h=173" alt="burjalarab-a17_small" width="300" height="173" />The Burj Al Arab</a> adalah sebuah hotel mewah dan paling tinggi di Dubai Uni Emirat Arab, yang dikelola oleh Jumeirah Group dan dibangun oleh Said Khalil, dan dirancang oleh <a href="http://www.tomwrightdesign.com/web/burj_al_arab.php" target="_blank">Tom Wright dari WS Atkins PLC</a>. dan telah beroperasi pada bulan April 2008 yang lalu.</p>
<p>The Burj Al Arab yang berdiri di atas sebuah pulau buatan yang berjarak 280 meter (919 kaki) dari pantai Jumeirah, dan dihubungkan ke daratan dengan jembatan khusus, bangunan ini merupakan bangunan <em>&#8220;iconic structure&#8221;</em>,</p>
<p><span id="more-553"></span>Pembangunan Burj Al Arab dimulai pada 1994. Arsitektur bangunan menyerupai sebuah kapal layar warisan bangsa Arab dikombinasikan dengan aspek-aspek moderen, yang mempunyai filosofi <strong>&#8220;bergerak maju ke masa depan&#8221;</strong></p>
<p>Dua &#8220;sayap/layar&#8221; yang terbuka berbentuk formasi huruf  V, dimana di antara kedua sayap tersebut ditempatkan ruangan &#8220;massive atrium&#8221;.</p>
<p>Arsitek Tom Wright yang telah merancang &#8220;The Bruj Al-Arab&#8221; ini mampu meujudkan keinginan kliennya untuk membangun sebuah ikon atau simbol untuk Dubai, sebagaimana halnya dengan ikon-ikon terkenal di dunia seperti; Sydney Opera House di Sydney Australia, dan dengan menara Eifel di Paris Perancis. Konstruksi Hotel ini dikerjakan oleh kontraktor pembangunan Afrika Selatan Murray &amp; Roberts.The dengan biaya sebesar $ 650<span class="style5"><span style="background-color:#ffffff;"> juta</span></span></p>
<p align="center"><img class="aligncenter size-full wp-image-556" title="lapangan_tenis" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/lapangan_tenis.jpg?w=249&#038;h=210" alt="lapangan_tenis" width="249" height="210" />   <img class="aligncenter size-full wp-image-557" title="lapangan_tenis2" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/lapangan_tenis2.jpg?w=247&#038;h=210" alt="lapangan_tenis2" width="247" height="210" /></p>
<p style="text-align:left;"><span class="style5"><strong>Konstruksi Bangunan </strong>:</span> </p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-558    aligncenter" title="profil" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/profil.jpg?w=292&#038;h=816" alt="profil" width="292" height="816" /></p>
<p class="std_line">a) Tinggi Tower Burj 321 meter</p>
<p class="std_line">b) Dibangun diatas pulau buatan berbentuk segitiga yang berjarak 290 meter dari pantai Jumerah Dubai, dengan panjang sisi 150 m, lapangan terbuka disekeliling area  bangunan 7,5 m dari laut.</p>
<p class="std_line">c) Luas &#8220;gross area&#8221; adalah 1,2 juta kaki persegi dengan ketinggian 28 dua ruang lantai, tiap lantai tingginya adalah 7 m.</p>
<p class="std_line">d) Panjang jembatan ke pulau buatan 450 m.</p>
<p class="std_line">e) Pinggir atau pantai pulau buatan dilindungi dengan beton berongga (bertulang baja khusus) yang berlubang miring ke arah permukaan laut yang dapat menyerap gelombang tanpa membuang air ke atas pulau.</p>
<p class="std_line">f) Struktur dari beton baja diagonal (terekpos dapat memecah angin dan menyegarkan), didirikan diatas 250 tumpukan tiang beton yang menembus ke dasar laut sedalam lebih dari 40 m.</p>
<p class="std_line"><span style="direction:ltr;text-align:left;">g) Antara dua sayap terdapat atrium segitiga yang besar</span> menghadap pantai, yang ditutupi oleh double skinned, dilapisi Teflon tenun serat layar kaca, yang teknologi ini pertama kali digunakan dalam bentuk vertikal</p>
<p class="std_line">h) Konstruksi bangunan ini telah menghabiskan 70.000 meter kubik beton dan 9.000 ton baja.</p>
<p class="std_line">i) Untuk jelasnya silahkan dipelajari lagi <a href="http://www.tomwrightdesign.com/web/structure.php" target="_blank">(klik disini)</a></p>
<p><strong>Konstruksi Pulau Buatan : </strong></p>
<p align="center"><img class="aligncenter size-full wp-image-561" title="burjalarab3" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burjalarab3.jpg?w=450&#038;h=338" alt="burjalarab3" width="450" height="338" /></p>
<p>Untuk membuat dasar bangunan (pulau) yang aman, maka ditancapkan sebanyak 230 pancang beton panjang 40 meter ke dalam tumpukan pasir, dengan perinsip mempergunakan daya dukung kekuatan gesekan pasir dan lumpur. Permukaan pulau buatan ditutup dengan tumpukan batu-batu besar yang dilapis/diperkuat dengan baja beronjong (honey-comb) yang tahan karat untuk mencegah erosi dari pondasi bangunan. Untuk pembuatan pulau buatan ini menghabiskan waktu 3 tahun dari masa kontrak 5 tahun pelaksanaan proyek ini.  </p>
<p>Berikut tahapan dan proses pengkonstruksian pembuatan pulau :</p>
<p>a)  Tabung/tiang pancang sementara ditanamkan ke dasar laut.</p>
<p>b) Lembran (sementara) dinding/pancang (sheet piles) dan tiang/tonggak penguat ditanamkan ke dasar laut untuk menahan pembatas dari lingkaran batu &#8220;bounds rocks&#8221; (lihat gambar 1) </p>
<p class="std_line">
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;" align="left">c) Batas permanen, timbunan batu “bounds rock” dipasang pada sisi sisi lembaran pancang (sheet piles) yang melingkari sebatas pulau buatan yang akan dibuat.</p>
<p class="std_line">
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;" align="left">d) Kemudian dimasukkan lembaran/pancang pencegah/pembatas rembesan air (hydraulic fill layers) dan dengan melindunginya dengan mengisi/menimbun dengan tumpukan tanah/pasir sehingga membentuk tanggul (lihat gambar 2) selanjutnya juga mengisi lapisan dasar untuk mencegah resepan air laut.</p>
<p class="std_line">
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;" align="left">e) Unit Beton berongga (bertulang baja khusus) yang permanen dipasang di sekeliling pulau untuk melindungi dari hantaman gelombang</p>
<p class="std_line">
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;" align="left">f) Pancang/pondas berdiameter 2 m ditanamkan kedasar laut sedalam 43 m sebagai dasar atau pondasi struktur bangunan berikutnya (lihat gambar 3)</p>
<p class="std_line">
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;" align="left">g) Selanjutnya dipasang mal/peti bendungan sementara.</p>
<p class="std_line">
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;" align="left">h) Kemudian slab beton tebal 2 m dipasang pada dasar pulau</p>
<p class="std_line">
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;" align="left">i) Dilanjutkan dengan pembangunan dinding beton penahan “retaining wall” dan lantai dasar “basement” (lihat gambar 4)</p>
<p class="std_line" style="margin-top:0;margin-bottom:0;" align="left">j) Untuk lebih jelasnya pelajari lagi <a href="http://www.tomwrightdesign.com/web/island%20construction.php" target="_blank"><span style="color:#b85b5a;">(klik disini)</span></a> </p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="4" width="44%">
<tbody>
<tr>
<td width="225"><img class="aligncenter size-full wp-image-562" title="konstruksi_dasar1" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/konstruksi_dasar1.jpg?w=210&#038;h=166" alt="konstruksi_dasar1" width="210" height="166" /></td>
<td><img class="aligncenter size-full wp-image-563" title="gbrkonstruksi1" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/gbrkonstruksi1.jpg?w=226&#038;h=225" alt="gbrkonstruksi1" width="226" height="225" /></td>
</tr>
<tr>
<td width="225"><img class="aligncenter size-full wp-image-564" title="konstruksi_dasar2" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/konstruksi_dasar2.jpg?w=212&#038;h=152" alt="konstruksi_dasar2" width="212" height="152" /></td>
<td><img class="aligncenter size-full wp-image-565" title="gbrkonstruksi2" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/gbrkonstruksi2.jpg?w=224&#038;h=225" alt="gbrkonstruksi2" width="224" height="225" /></td>
</tr>
<tr>
<td width="225"><img class="aligncenter size-full wp-image-566" title="konstruksi_dasar3" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/konstruksi_dasar3.jpg?w=210&#038;h=154" alt="konstruksi_dasar3" width="210" height="154" /></td>
<td><img class="aligncenter size-full wp-image-567" title="gbrkonstruksi3" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/gbrkonstruksi3.jpg?w=224&#038;h=225" alt="gbrkonstruksi3" width="224" height="225" /></td>
</tr>
<tr>
<td width="225"><img class="aligncenter size-full wp-image-568" title="konstruksi_dasar4" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/konstruksi_dasar4.jpg?w=210&#038;h=162" alt="konstruksi_dasar4" width="210" height="162" /></td>
<td><img class="aligncenter size-full wp-image-569" title="gbrkonstruksi4" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/gbrkonstruksi4.jpg?w=225&#038;h=226" alt="gbrkonstruksi4" width="225" height="226" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="std_line">
<p class="std_line">Berikut adalah gambar-gambar interior dari The Burj Al Arab :</p>
<p align="center"><a href="http://www.dubai-architecture.info/images/burj-arab(7).jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-579" title="burj-arab6_small" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burj-arab6_small.jpg?w=300&#038;h=225" alt="burj-arab6_small" width="300" height="225" /></a></p>
<p align="center"><img class="aligncenter size-full wp-image-580" title="burj-arab7_small" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burj-arab7_small.jpg?w=300&#038;h=201" alt="burj-arab7_small" width="300" height="201" /></p>
<p align="center"><img class="aligncenter size-full wp-image-581" title="burjalarab-a8_small" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burjalarab-a8_small.jpg?w=300&#038;h=385" alt="burjalarab-a8_small" width="300" height="385" /></p>
<p align="center"> <img class="aligncenter size-full wp-image-582" title="burjalarab-a12_small" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burjalarab-a12_small.jpg?w=300&#038;h=373" alt="burjalarab-a12_small" width="300" height="373" /></p>
<p align="center"><a href="http://www.dubai-architecture.info/images/800px-Burj_al-arab_indoor.jpg"></a></p>
<p align="center"><a href="http://www.dubai-architecture.info/images/BurjAlArab-a(1).jpg"></a></p>
<p style="text-align:left;"><em>Lihat peta lokasi The Burj Al-Arab pada Google Maps, <a href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;source=s_q&amp;hl=en&amp;geocode=&amp;q=Burj+Al+Arab+Tower+of+the+Arabs&amp;ie=UTF8&amp;ll=25.14139,55.186697&amp;spn=0.003885,0.006866&amp;t=h&amp;z=17" target="_blank">klik disini</a></em></p>
<p style="text-align:left;"><em>Referensi :</em></p>
<ol>
<li><a href="http://www.tomwrightdesign.com/web/burj_al_arab.php" target="_blank"><em>http://www.tomwrightdesign.com/web/burj_al_arab.php</em></a></li>
<li><a href="http://www.dubai-architecture.info/index.htm" target="_blank"><em>http://www.dubai-architecture.info/index.htm</em></a></li>
<li><a href="http://skyscraperpage.com/cities/?buildingID=48" target="_blank"><em>http://skyscraperpage.com/cities/?buildingID=48</em></a></li>
<li><a href="http://www.galinsky.com/buildings/burjalarab/index.htm" target="_blank"><em>http://www.galinsky.com/buildings/burjalarab/index.htm</em></a></li>
<li><a href="http://www.jumeirah.com/en/Hotels-and-Resorts/Destinations/Dubai/Burj-Al-Arab/" target="_blank"><em>http://www.jumeirah.com/en/Hotels-and-Resorts/Destinations/Dubai/Burj-Al-Arab/</em></a></li>
</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/553/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=553&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/03/03/the-burj-al-arab-left-iconic-structure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burjalarab1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">burjalarab1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burjalarab-a17_small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">burjalarab-a17_small</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/lapangan_tenis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lapangan_tenis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/lapangan_tenis2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lapangan_tenis2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/profil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">profil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burjalarab3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">burjalarab3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/konstruksi_dasar1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">konstruksi_dasar1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/gbrkonstruksi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gbrkonstruksi1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/konstruksi_dasar2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">konstruksi_dasar2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/gbrkonstruksi2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gbrkonstruksi2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/konstruksi_dasar3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">konstruksi_dasar3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/gbrkonstruksi3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gbrkonstruksi3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/konstruksi_dasar4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">konstruksi_dasar4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/gbrkonstruksi4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gbrkonstruksi4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burj-arab6_small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">burj-arab6_small</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burj-arab7_small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">burj-arab7_small</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burjalarab-a8_small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">burjalarab-a8_small</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/03/burjalarab-a12_small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">burjalarab-a12_small</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Masjid &#8220;Simply Amazing&#8221; di Dunia</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/11/7-masjid-simply-amazing-di-dunia/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/11/7-masjid-simply-amazing-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 14:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur & Konstruksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[&#8212;
Halaman ini menyajikan informasi bangunan masjid yang masih mempertahankan seni dan arsitektur peradaban awal suku bangsa setempat di karenakan memiliki nilai dan sejarah peradaban, dan beberapa bangunan masjid yang akan dibangun pada saat sekarang dengan disain arsitektur peradaban warisan nenek moyang yang salah satu alasannya untuk mengagungkan dan memelihara nilai-nilai seni dan arsitektur peradaban asli [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=526&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#ffffff;">&#8212;</span><br />
Halaman ini menyajikan informasi bangunan masjid yang masih mempertahankan seni dan arsitektur peradaban awal suku bangsa setempat di karenakan memiliki nilai dan sejarah peradaban, dan beberapa bangunan masjid yang akan dibangun pada saat sekarang dengan disain arsitektur peradaban warisan nenek moyang yang salah satu alasannya untuk mengagungkan dan memelihara nilai-nilai seni dan arsitektur peradaban asli suku bangsa, serta masjid yang telah dibangun dengan disain arsitektur moderen dengan melupakan sama sekali sejarah kejayaan peradaban dan seni arsitektur Islam pada masa-masa jayanya, dengan menerapkan konsep dengan pertimbangan serta alasan tertentu.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span id="more-526"></span>Seperti kita ketahui, bahwa banyak sekali arsitektur masjid yang masih mempertahankan arsitektur peradaban asli suku bangsa setempat di dunia ini, disebabkan bangunan tersebut telah ada dan dibangun pada zaman awal masuk dan berkembangnya agama Islam, sedangkan halaman ini hanya akan menyajikan informasi 7 buah bangunan masjid saja yang dikategorikan sebagai &#8220;7 Simply Amazing Mosques&#8221; di dunia versi blog ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Selanjutnya untuk mengetahui informasi mengenai 25 Simply Amazing Mosques lainnya di dunia silahkan <a href="http://www.intlistings.com/articles/2008/25-simply-amazing-mosques/" target="_blank">klik disini !</a> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>1. Masjid Agung Djenné, Afrika Barat</strong> </span></p>
<div id="container0">
<div id="page0">
<div id="content_holder0"><span style="font-family:Arial;"><a href="http://64.233.189.102/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://akuterrer.blogspot.com/2007/04/clay-mosque.html&amp;prev=hp&amp;usg=ALkJrhjPsqPRjyCCEgsp-O0Qa20kxhSUiA" target="_blank"></a><a href="http://www.sacred-destinations.com/mali/great-mosque-of-djenne.htm" target="_blank"><img class="alignleft" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_djenne_westafrica.jpg?w=250&amp;h=188&#038;h=188" alt="" width="250" height="188" />Masjid Agung Djenne</a>, pada mulanya masjid ini dibangun sepenuhnya dengan bahan &#8220;ferey&#8221; atau bata dari bahan tanah yang dikeringkan dengan matahari dan diplaster dengan tanah lumpur, dengan ketebalan dinding antara 41 cm dan 61 cm. Masjid ini dibangun pada abad ke-13 dan direnovasi pada tahun 1834. </span><span style="font-family:Arial;">Masjid yang terlihat pada gambar ini dibangun ulang kembali pada awal abad ke-20 dan selesai sekitar 1909. dengan bantuan dan dukungan Pemerintah Perancis dimana pada pada saat itu Djenné adalah negeri jajahan Perancis di Afrika Barat. Pemerintah Prancis telah memberi bantuan dan dukungan politik serta dana untuk pembangunan kembali Masjid Agung Djenné ini. </span></div>
<p><span style="font-family:Arial;">Satu-satunya bagian asli bangunan yang masih dipertahankan dari masjid ini adalah <a href="http://www.sacred-destinations.com/mali/great-mosque-of-djenne.htm" target="_blank">ruang dasar (kandang) yaitu tempat kuburan</a> atau makam pemimpin-pemimpin lokal bangsa Djenné. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Masjid Agung ini berlokasi di tepi Sungai Bani Kumba, pada platform atau site yang telah ditinggikan dengan luas permukaan bidang 5625 m², sehingga terlindung dari banjir. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Setiap tahun, masjid Djenné mendapat perawatan atau perbaikan dalam rangka menyambut berbagai <a href="http://www.sacredsites.com/africa/mali/djenne.html" target="_blank">perayaan festival rakyat sebagai hiburan</a> yang luarbiasa, serta menyenangkan bagi masyarakat Djenné.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Masjid Agung Djenné adalah salah satu &#8220;Situs Warisan Dunia&#8221; yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1988&#8243;, yang dapat dikunjungi setiap saat, tetapi tidak dibolehkan memasuki bangunan, kecuali anda Muslim. Masjid Agung ini telah ditutup untuk non-Muslim pada tahun 1996, akibat dari kerusuhan dan penembakkan salah seorang official fotografi majalah <em>Vogue</em> Prancis di dalam masjid.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>2. Masjid Agung dari Xi&#8217;an, Cina</strong> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://64.233.189.102/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://archnet.org/library/sites/one-site.jsp?site_id=9146&amp;prev=hp&amp;usg=ALkJrhgneaTyccdfnsxaseB3Fmq29xtODw"></a></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><img class="alignleft" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_agung_xian_cina.jpg?w=250&amp;h=376&#038;h=376" alt="" width="250" height="376" />Masjid Agung Xi&#8217;an ini adalah masjid pertama di Cina pada masa dinasti Tang, disain masjid dipengaruhi oleh arsitektur bangunan dan rumah ibadah yang lazim pada masa itu, masjid ini dibangun selama 742CE (kekuasaan Kaisar Xuanzong, 685-762). </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Kemudian Kaisar Hongwu dari Dinasti Ming merenovasi kembali masjid, yang samasekali tidak pernah menambahkan kubah atau dome dan menara, atau sama sekali tidak merobah arsitektur asli masjid.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Fitur yang penting dalam arsitektur ini adalah penekanan pada &#8220;simetris yang kontras&#8221; dengan taman di sekitar bangunan </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Masjid ini merupakan salah satu contoh dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_Architecture" target="_blank">Sino-arsitektur Islam.</a> di Cina, khususnya masjid yang berada di dekat Drum Tower (Gu Lou) di Huajue Lane dari Xi&#8217;an (Sian), provinsi Shaanxi, Cina, dan merupakan salah satu masjid yang paling tua dan paling terkenal di negeri ini. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Masjid ini awalnya merupakan pusat keagamaan (Islam) bagi pedagang Arab dan Persia yang beroperasi di Cina.serta pusat kegiatan hubungan dagang dengan pemerintahan dinasti Tang, Disinilah rute perdagangan Xi&#8217;an terhubung ke Timur Tengah dan Eropa, dan China untuk membuka diri dengan dunia Barat. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://www.ess.uci.edu/~oliver/silk.html" target="_blank">Pada 754 AD hasil sensus menunjukkan</a> bahwa ada lima ribu orang asing yang tinggal di kota ini yang terdiri dari bangsa  Turki, Iran, India, serta bangsa Jepang, Korea dan bangsa berbudaya Melayu dari timur. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Untuk mengetahui dan mempelajari lebih lanjut arsitektur masjid ini, silahkan  kunjungi website <a href="http://www.chinese-architecture.info/" target="_blank">(atau klik disini)</a>.Website ini berisi banyak gambar dan penjelasan rinci dari Masjid Agung Xi&#8217;an, serta beberapa sejarah tentang daerah tersebut. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"> <span class="google-src-text" style="direction:ltr;text-align:left;"><strong>3. Mesjid Agung Samarra, Irak</strong> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://64.233.189.102/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.islamicity.com/Culture/MOSQUES/Asia/TMp81a.htm&amp;prev=hp&amp;usg=ALkJrhj-mrcHRvpOkl5PCWJGZMfVbh0OSw"></a><img class="alignleft" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_agungsamara_irak.jpg?w=250&amp;h=420&#038;h=420" alt="" width="250" height="420" /></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Masjid Agung di Samarra, Irak </strong>ini dibangun pada abad 9, yaitu 848CE, selesai dalam 52 tahun pada masa pemerintahan khalifah Abbasid Al-Mutawakkil  (di Samarra) dari 847 sampai 861. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Pada zamannya, masjid ini adalah masjid terbesar di dunia, tinggi menara, yaitu menara yang terkenal disebut menara al-Malwiya adalah 52 meter dengan lebar dasar spiral menara 33 meter, dan dapat menampung delapan puluh ribu orang jemaah. Masjid didinding atau dibatasi dengan dinding batu bata yang mengelilingi sebuah kawasan yang berukuran panjang 240 meter, lebar 158 meter, dan tinggi 10 meter. Dinding ditutupi dengan panel berwarna biru gelap dengan kaca mosaic.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Menara masjid yang berbentuk spiral. Spiral menara masjid ini ini sangat terkenal, dan merupakan fitur-fitur pertama kali yang didaftarkan pada bangunan<span class="google-src-text" style="direction:ltr;text-align:left;">-bangunan bersejarah &#8220;<a href="http://www.greatbuildings.com/buildings/Mosque_of_Al_Mutawakkil.html&amp;prev=hp&amp;usg=ALkJrhgL1OM4yPen3rUuMJsO_WGfEUyR_g" target="_blank">Congregational Mosque</a>&#8221; </span>Al-Mutawakkil di Irak, kemudian diikuti oleh 20 bangunan istana lainnya. Hal ini membuktikan bahwa pemimpin atau khalifah di Irak pada masa itu sangat menghargai perkembangan dan kemajuan karya seni arsitektur. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Sayangnya, pada 1 April 2005, bagian atas Malwiya mesjid <a href="http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/middle_east/4401577.stm&amp;prev=hp&amp;usg=ALkJrhjP-_Jps9xqq6AOjM47C2u9v5vIzw" target="_blank">rusak oleh sebuah bom.</a> dalam peperangan infasi AS ke negara Irak.(seperti gambar puing masjid, disamping) Para pejabat Irak telah menyatakan klaim bahwa tentara AS telah menyebabkan kerusakan yang signifikan pada situs-situs bersejarah di Samarra, termasuk dinding sebuah istana kuno di Irak.</span></p>
<p><span class="google-src-text" style="direction:ltr;text-align:left;"><span style="font-family:Arial;"><strong>4. Masjid Jami-Ul-Alfar, Kolombo, Sri Lanka</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://64.233.189.102/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.lakpura.com/articles/colombo-sri-lanka.html&amp;prev=hp&amp;usg=ALkJrhg2PVQF0PV7jAUeZ8CmdYFIAq1caQ"></a><img class="alignleft" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_u-alfar_colombo.jpg?w=250&amp;h=376&#038;h=376" alt="" width="250" height="376" /></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Masjid Jami-Ul-Alfar,</strong> adalah salah satu masjid tertua di kota Kolombo dan merupakan ikon pariwisata di ibu kota Srilangka </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ciri khas disain arsitektur Masjid ini adalah ornamen atau dekoratif dinding belang merah dan putih. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Masjid ini berlokasi di perempatan jalan <span class="google-src-text" style="direction:ltr;text-align:left;">di daerah Pettah Bazaar, dibangun tahun 1909 dengan arsiteknya bernama </span>Saibo Lebbe yang merancang bangunan ini selama satu tahun pada tahun 1908.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Beberapa orang telah mengakui bahwa masjid Jami Ul Alfar adalah salah satu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Colombo" target="_blank">&#8220;land mark&#8221; atau ikon pawisata kota Kolombo </a></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Selain di kota Kolombo Sri Lanka, arsitektur masjid semacam ini juga terdapat di kota Kualalumpur Malaysia yang bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Masjid_Jamek" target="_blank">Masjid Jamek </a></span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Masjid_Jamek" target="_blank"> </a></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>5</strong>. <strong>Masjid Dublin, Irlandia</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dublin_Mosque&amp;prev=hp&amp;usg=ALkJrhi5pC2f3wWKllwawIjaVJapjqegoA" target="_blank"></a><img class="alignleft" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_dublin_ireland.jpg?w=250&amp;h=188&#038;h=188" alt="" width="250" height="188" /><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dublin_Mosque" target="_blank">Masjid Dublin Irlandia ini</a>, merupakan salah satu masjid yang mencerminkan budaya daerah, karena pada semulanya tidak dirancang untuk bangunan masjid. Tetepi dirancang dan dibangun untuk rumah tempat tinggal, kemudian beralih fungsi menjadi masjid sebagai tempat ibadah.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Masjid ini, dibuka pada tahun 1983, oleh sekelompok mahasiswa Islam yang tiba di Dublin pada awal tahun 1950-an dalam rangka belajar di daerah ini. Mereka merupakan Perkumpulan Masyarakat Islam yang pertama pada tahun 1959 di Dublin, dan satu dekade kemudian masyarakat ini mulai menggalang dana untuk membeli sebuah bangunan yang akan dijadikan masjid. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Mereka pertama kali membeli sebuah rumah di Harrington Street, dan kemudian jumlah pendatang Islam bertambah juga maka mereka terpaksa mencari bangunan baru.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Pada tahun 1983 mereka membeli sebuah bangunan, bangunan yang sekarang ini dulunya adalah sebuah rumah di South Circular Road, Dublin 8, yang kemudian difungsikan menjadi masjid serta sebagai pusat <a href="http://www.redbrick.dcu.ie/~isoc/mosques.html" target="_blank">&#8220;The Islam Foundation&#8221; </a>di Irlandia. Saat ini jumlah umat Islam di Irlandia berjumlah lebih kurang 1300 orang.</span></p>
<p><span class="google-src-text" style="direction:ltr;text-align:left;"><span style="font-family:Arial;"><strong>6. Masjid Assyafaah Singapore</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://64.233.189.102/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.architecture-page.com/go/projects/assyafaah-mosque-singapore&amp;prev=hp&amp;usg=ALkJrhggLSclUMjgmoMwU3b7QFDTL3Ujlg"></a></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong><a href="http://www.architecture-page.com/go/projects/assyafaah-mosque-singapore&amp;prev=hp&amp;usg=ALkJrhggLSclUMjgmoMwU3b7QFDTL3Ujlg" target="_blank"><img class="alignleft" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_assyafaah_singapura.jpg?w=250&amp;h=164&#038;h=164" alt="" width="250" height="164" />Masjid Assyafaah, Singapura</a></strong> adalah masjid yang dibangun dengan disain arsitektur moderen (The Modern Masjid), masjid ini sekaligus merupakan basis atau kantor Dewan Agama Islam Singapura yaitu Majlis Ulama Islam Singapura (MUIS) yang didisain oleh &#8220;Forum Architects Singapura&#8221;, sama sekali masjid ini tanpa kubah atau dome. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Masjid ini terletak di sebelah utara pulau Singapura di lingkungan yang penuh dengan bangunan tinggi, <a href="http://www.architectureweek.com/2005/0803/design_1-1.html" target="_blank">Arsitek Tan Kok Hiang dengan konsern mendisain masjid ini</a> dengan konsep &#8220;keharmonisan dan toleransi&#8221; dalam keberagaman kehidupan sosial berbagai suku bangsa, sehingga diaktualisasikanlah fisik bangunan masjid tanpa memihak kepada arsitektur peradaban salah satu suku bangsa atau etnis manapun.dan bahkan juga pada paradaban agama manapun. Tapi sudahbarang tentu bangunan ini harus mempunyai ciri atau tanda bahwa bangunan tersebut sesungguhnya adalah masjid.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Masjid Assyafaah dibuka pada tahun 2004 dan ini masjid ke lima dibangun pada fase III, program <a href="http://sg.pagenation.com/sin/Masjid%20Assyafaah_103.819_1.456.map" target="_blank">&#8220;The Mosque Building Fund&#8221; </a>masyarakat muslim Singapura Utara. Masjid dibangun dengan memakai konstruksi kerangka baja dilapisi anti karat serta penutup &#8220;colorless polyurethane&#8221;. Masjid ini juga sebagai pengganti dua buah masjid tua yang ditutup di daerah Sembawang yang dapat menampung jemaah sebanyak 4000 orang.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>7. &#8220;Mahligai Minang&#8221; Masjid Raya Minangkabau</strong></span></p>
<p><span class="bodytext01"><span style="font-family:Arial;"><img class="alignleft" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/mesjidrayapadang.jpg?w=250&amp;h=176&#038;h=176" alt="" width="250" height="176" />Pemerintah Propinsi Sumatera Barat ingin <a href="http://www2.kompas.com/ver1/Dikbud/0609/20/162258.htm" target="_blank">mewujudkan <em>land mark</em></a> selain yang ada di Sumbar yaitu Jam Gadang di Kota Bukittinggi, maka dalam satu-dua tahun ke depan akan ada land mark baru bernama &#8220;Mahligai Minang&#8221;. Ini adalah <a href="http://www.mail-archive.com/gonjong@yahoogroups.com/msg00279.html" target="_blank">hasil karya arsitektur pemenang sayembara</a> yang diikuti 323 arsitek dari sejumlah negara.</span></span></p>
<p><span class="bodytext01"><span style="font-family:Arial;">Mahligai Minang tidak semata-mata sebuah masjid, tetapi sebuah identitas yang akan menjadi pusat peradaban, di mana salah satu bangunan utamanya adalah bangunan masjid. Di situlah perpaduan antara Islam dan Minangkabau, dengan melengkapi bangunan atau ruangan antara lain; ruangan atau bangunan lembaga pendidikan seperti perpustakaan, tempat rekreasi keluarga sakinah, ruang serba guna yang menampung 3.000 orang yang bisa digunakan untuk seminar, pertunjukan kesenian, dan sebagainya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Masyarakat Minangkabau yang sebagian besar adalah penduduk wilayah Propinsi Sumatera Barat dalam menjalankan kehidupan sosial budayanya tetap berpegang teguh pada adagium adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah (ABS-SBK). Oleh karena itu sejak dulu sampai sekarang, masjid sebagai representasi kehidupan merupakan salah satu ikon budaya yang penting. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><img class="alignleft" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/mesjidrayapadang1.jpg?w=247&amp;h=210&#038;h=185" alt="" width="247" height="185" />Masjid tidak saja dapat dijadikan ukuran dari keberhasilan masyarakat suatu wilayah/nagari, tetapi sekali gus menjadi sebuah kebanggaan masyarakat di nagari tersebut. Itulah sebabnya sampai sekarang, setiap orang Minangkabau baik yang di kampung maupun yang di rantau selalu bergairah dan berlomba-lomba membangun dan memakmurkan masjid. Dengan demikian, masjid menjadi sentra kegiatan sosial kemasyarakatan. Di dalam adatnya disebutkan, sebagai salah satu syarat bagi sebuah nagari antara lain adalah <em>babalai bamusajik</em>. Adanya balai tempat bermusyawarah ninik mamak dan adanya masjid untuk aktivitas keagamaan dan ilmu pengetahuan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Masjid merupakan bangunan utama Mahligai Minang mengambil dan mengaktulisasikan kembali seni dan arsitektur bangunan <strong>&#8220;<a href="http://zulfikri.wordpress.com/2007/06/11/peran-atap-dalam-arsitektur-sebagai-simbol-martabat-bangunan/#comment-101" target="_blank">Minangkabau pada masa peradaban kebudayaan awal&#8221;</a></strong> Seperti diketahui dalam sejarah Kerajaan Pagaruyung bahwa ada tiga fase atau gelombang peradaban kebudyaan yaitu : 1). Fase atau gelombang peradaban kebudayaan Pagaruyung yang menganut agama Hindu Budha. 2) Fase atau gelombang peradaban kebudayaan Pagaruyung yang menganut agama Islam. dan 3) Fase atau gelombang peradaban kebudayaan Pagaruyung atau Minangkabau saat ini.</span></p>
<p><em>Silahkan klik </em><a href="http://www.panoramio.com/photo/18970764" target="_blank"><em>disini untuk melihat peta lokasi pembangunan &#8220;Mahligai Minang&#8221;<br />
</em></a>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Sumber/Referensi :</p>
<div id="page0">
<div id="page0">
<ol>
<li>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><a href="http://www.intlistings.com/articles/2008/25-simply-amazing-mosques/" target="_blank">http://www.intlistings.com/articles/2008/25-simply-amazing-mosques/</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><a href="http://bambangsb.blogspot.com/2006/09/sayembara-masjid-raya-sumbar.html" target="_blank">http://bambangsb.blogspot.com/2006/09/sayembara-masjid-raya-sumbar.html</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span class="bodytext01"><a href="http://www2.kompas.com/ver1/Dikbud/0609/20/162258.htm" target="_top">http://www2.kompas.com/ver1/Dikbud/0609/20/162258.htm</a></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><a rel="nofollow" href="http://www.masjidraya-sumbar.com/?pilih=gallery&amp;mod=yes&amp;type=getalbums&amp;albums=1" target="_blank">http://www.masjidraya-sumbar.com/?pilih=gallery&amp;mod=yes&amp;type=getalbums&amp;albums=1</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span class="bodytext01"><a href="http://zulfikri.wordpress.com/2007/06/11/peran-atap-dalam-arsitektur-sebagai-simbol-martabat-bangunan/#comment-101" target="_blank">http://zulfikri.wordpress.com/2007/06/11/peran-atap-dalam-arsitektur-sebagai-simbol-martabat-bangunan/#comment-101</a></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span class="bodytext01"><a href="http://www.sumbarprov.go.id/list.php?submenuid=mesjidraya" target="_blank">http:/www.sumbarprov.go.id</a></span></p>
</li>
</ol>
</div>
</div>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=526&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/11/7-masjid-simply-amazing-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_djenne_westafrica.jpg?w=250&#38;h=188" medium="image" />

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_agung_xian_cina.jpg?w=250&#38;h=376" medium="image" />

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_agungsamara_irak.jpg?w=250&#38;h=420" medium="image" />

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_u-alfar_colombo.jpg?w=250&#38;h=376" medium="image" />

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_dublin_ireland.jpg?w=250&#38;h=188" medium="image" />

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_assyafaah_singapura.jpg?w=250&#38;h=164" medium="image" />

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/mesjidrayapadang.jpg?w=250&#38;h=176" medium="image" />

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/mesjidrayapadang1.jpg?w=247&#38;h=210" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mesjid Biru (Blue Mosque) Istambul, Turki</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/11/mesjid-biru-blue-mosque-istambul-turki/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/11/mesjid-biru-blue-mosque-istambul-turki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 00:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur & Konstruksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[ 

Mesjid ini disebut &#8220;mesjid biru&#8221; karena kubah penutupnya berwarna biru. Bangunan ini berada di Istambul Turki dan dibangun oleh Sultan Ahmed I pada tahun 1609 dan selesai pada 1612. Sultan Ahmed membangun Masjid Biru untuk menandingi bangunan Hagia Sopia buatan kaisar Bizantium yaitu Constantin I, Hagia Sopia berada satu blok dari Masjid Biru. Hagia Sopia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=483&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"> </p>
<p><span style="font-size:large;"><img class="size-full wp-image-484 alignnone" title="interior_masjid_biru_turki_5" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_5.jpg?w=388&#038;h=288" alt="interior_masjid_biru_turki_5" width="388" height="288" /></span></p>
<div style="text-align:justify;">Mesjid ini disebut &#8220;mesjid biru&#8221; karena kubah penutupnya berwarna biru. Bangunan ini berada di Istambul Turki dan dibangun oleh Sultan Ahmed I pada tahun 1609 dan selesai pada 1612. Sultan Ahmed membangun Masjid Biru untuk menandingi bangunan Hagia Sopia buatan kaisar Bizantium yaitu Constantin I, Hagia Sopia berada satu blok dari Masjid Biru. Hagia Sopia dulunya adalah Gereja Bizantium sebelum jatuh ke daulah Turki Otoman pada tahun 1453 M . Masjid Biru memiliki 6 menara, diameter kubah 23,5 meter dan tinggi kubah 43 meter, kolom beton berdiameter 5 meter.</div>
<div style="text-align:justify;">
<p><span id="more-483"></span>Masjid ini adalah satu dari dua buah masjid di Turki yang mempunyai enam menara, yang satu lagi berada di Adana. Kabarnya, akibat jumlah menara yang sama dengan Masjidil Haram di Mekkah saat itu, Sultan Ahmad mendapat kritikan tajam sehingga akhirnya beliau menyumbangkan biaya pembuatan menara ketujuh untuk Masjidil Haram. Yang menarik, sebuah rantai besi yang berat dipasang di atas pintu gerbang masjid sebelah barat. Di masa lalu, hanya Sultan yang boleh memasuki halaman masjid dengan mengendarai kuda, dan rantai ini dipasang agar Sultan menundukkan kepalanya saat melintas masuk agar tidak terantuk rantai tersebut. Ini dimaksudkan sebagai simbol kerendahan hati penguasa di hadapan kekuasaan Ilahi.</p>
<p><img class="size-full wp-image-489 alignnone" title="masjid_biru_turki_6" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_biru_turki_6.jpg?w=387&#038;h=257" alt="masjid_biru_turki_6" width="387" height="257" /></p>
<p>Selain pemandangan yang indah, Istanbul memang dipenuhi bangunan cantik bersejarah. Tidak jauh dari Masjid Biru, terdapat museum Aya Sofia. Selain terkenal dengan keindahan arsitekturnya, Aya Sofia sangat unik karena sejarahnya, yaitu pertama dibangun sebagai katedral [pada masa Konstantinopel], lalu diubah menjadi masjid selama 500 tahun dan sejak pemerintahan sekuler Republik Turki menjadi museum sampai saat ini. Belum lagi istana Topkapi yang menyimpan beberapa peninggalan Rasulullah.</p></div>
<div style="text-align:justify;">
<p><img class="size-full wp-image-485 alignnone" title="interior_masjid_biru_turki_13" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_13.jpg?w=381&#038;h=281" alt="interior_masjid_biru_turki_13" width="381" height="281" /></p>
<p><img class="size-full wp-image-490   alignnone" title="interior_masjid_biru_turki_9" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_9.jpg?w=383&#038;h=286" alt="interior_masjid_biru_turki_9" width="383" height="286" /></p>
<p>Masjid Biru, hingga kini, masih berfungsi sebagai tempat ibadah. Masuk dalam kompleks masjid terbesar di Istanbul ini, kita melewati taman bunga yang dilindungi pepohonan yang rindang. Sebuah tempat wudhu berderet di sisi depan masjid menyambut kita sebelum memasuki bagian dalam kompleks masjid.</p>
<p>Untuk menghormati masjid, wisatawan harus berpakaian sopan saat memasuki ruang masjid. Wanita harus mengenakan kerudung. Penjaga selalu siap mengingatkan di depan pintu masuk. Begitu sampai di dalam, sejumlah tamu Muslim melakukan shalat sunah masjid. Sementara sebagian lain memandang masjid dari bagian shaf belakang. Sebab, bagian depan hanya diperkenankan bagi mereka yang hendak bershalat.</p></div>
<div style="text-align:justify;">Dari luar, tampaknya tak ada alasan karya arsitek Mehmet Aga yang dibangun pada 1609-1616 ini disebut dengan nama Masjid Biru. Barulah setelah kita masuk ke dalam, tampak bahwa interior masjid ini dihiasi 20.000 keramik dari Iznik — kawasan Turki yang terkenal menghasilkan keramik nomor wahid — berwarna biru, hijau, ungu, dan putih.</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">Ornamen bunga-bungaan dan tanaman bersulur itu tampak sangat indah memendarkan warna biru saat ditimpa cahaya matahari yang masuk lewat jendela 260 kaca patri.</div>
<p><img class="size-full wp-image-486 alignnone" title="interior_masjid_biru_turki_10" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_10.jpg?w=401&#038;h=294" alt="interior_masjid_biru_turki_10" width="401" height="294" /></p>
<p><img class="size-full wp-image-491 alignnone" title="interior_masjid_biru_turki_14" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_14.jpg?w=400&#038;h=267" alt="interior_masjid_biru_turki_14" width="400" height="267" /></p>
<p>Terdapat pilar-pilar marmer dan lebih dari 200 jendela kaca patri dengan berbagai desain yang memancarkan cahaya dari luar dengan dibantu chandeliers. Dalam chandeliers diletakkan telur burung unta untuk mencegah laba-laba membuat sarang di situ. Dekorasi lainnya adalah kaligrafi ayat-ayat Al Qur’an yang sebagian besar dibuat oleh Seyyid Kasim Gubari, salah satu kaligrafer terbaik pada masa itu.</p>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="47%">
<tbody>
<tr>
<td width="189" height="271"><img class="alignleft size-full wp-image-492" style="border:0;margin:3px;" title="interior_masjid_biru_turki_11a" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_11a.jpg?w=189&#038;h=264" alt="interior_masjid_biru_turki_11a" width="189" height="264" /></td>
<td height="271"><img class="alignleft size-full wp-image-493" style="border:0;margin:3px;" title="interior_masjid_biru_turki_11b" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_11b.jpg?w=195&#038;h=264" alt="interior_masjid_biru_turki_11b" width="195" height="264" /></td>
</tr>
<tr>
<td width="189"><img class="alignleft size-full wp-image-496" style="border:0;margin:3px;" title="interior_masjid_biru_turki_12b1" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_12b1.jpg?w=189&#038;h=268" alt="interior_masjid_biru_turki_12b1" width="189" height="268" /></td>
<td><img class="alignleft size-full wp-image-497" style="border:0;margin:3px;" title="interior_masjid_biru_turki_12a" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_12a.jpg?w=193&#038;h=265" alt="interior_masjid_biru_turki_12a" width="193" height="265" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>Elemen penting dalam masjid ini adalah mihrab yang terbuat dari marmer yang dipahat dengan hiasan stalaktit dan panel incritive dobel di atasnya. Tembok disekitarnya dipenuhi dengan keramik. Masjid ini didesain agar dalam kondisi yang paling penuh sekalipun, semua yang ada di masjid tetap dapat melihat dan mendengar Imam.</p>
<p> <span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/11/mesjid-biru-blue-mosque-istambul-turki/"><img src="http://img.youtube.com/vi/9nfRXrRMGyE/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<div class="entry">
<p>Sumber/Referensi :</p>
<ol>
<li><a href="http://mesjid-asri.blogspot.com/2008/03/1-arsitektur-mesjid-seni-rupa-islam.html">http://mesjid-asri.blogspot.com/2008/03/1-arsitektur-mesjid-seni-rupa-islam.html</a></li>
<li><a href="http://alifmagz.com/wp/?cat=15">http://alifmagz.com/wp/?cat=15</a></li>
</ol>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/483/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=483&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/11/mesjid-biru-blue-mosque-istambul-turki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">interior_masjid_biru_turki_5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_biru_turki_6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid_biru_turki_6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_13.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">interior_masjid_biru_turki_13</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">interior_masjid_biru_turki_9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">interior_masjid_biru_turki_10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_14.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">interior_masjid_biru_turki_14</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_11a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">interior_masjid_biru_turki_11a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_11b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">interior_masjid_biru_turki_11b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_12b1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">interior_masjid_biru_turki_12b1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/interior_masjid_biru_turki_12a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">interior_masjid_biru_turki_12a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/9nfRXrRMGyE/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>7 Masjid Indah Bekubah Emas di Dunia</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/10/7-masjid-indah-bekubah-emas-di-dunia/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/10/7-masjid-indah-bekubah-emas-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 06:52:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur & Konstruksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[&#8212;&#8211;
1. Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina

Masjid Qubbah As Sakhrah atau di kenal dengan Dome of the Rock dibangun pada sekitar tahun 690M oleh Abdul Malik bin Marwan yang merupakan salah satu raja dalam bani Umayah dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M. Masjid [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=470&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#ffffff;">&#8212;&#8211;</span></span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">1. Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina</span></p>
<p><img class="size-full wp-image-471 alignnone" title="masjid_domerock_palestine" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_domerock_palestine.jpg?w=406&#038;h=309" alt="masjid_domerock_palestine" width="406" height="309" /></p>
<p><a href="http://www.islamic-architecture.info/WA-IS/WA-IS-001.htm" target="_blank">Masjid Qubbah As Sakhrah atau di kenal dengan Dome of the Rock</a> dibangun pada sekitar tahun 690M oleh Abdul Malik bin Marwan yang merupakan salah satu raja dalam bani Umayah dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M. <a href="http://www.islamic-architecture.info/WA-IS/WA-IS.htm" target="_blank">Masjid ini dahulu-mungkin juga sampai sekarang-di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu besar.</a> </p>
<p><span style="font-weight:bold;"><span id="more-470"></span>2. Masjid Al-Askari di Samarra, Irak</span></p>
<p><img class="size-full wp-image-472 alignnone" title="masjid_alaskari_samarra_irak" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_alaskari_samarra_irak.jpg?w=406&#038;h=235" alt="masjid_alaskari_samarra_irak" width="406" height="235" /></p>
<p>Masjid Al-Askari merupakan masjid syiah yang di bangun pada tahun 944 M. Masjid ini terletak di kota Samarra, Irak. Namun sayangnya masjid ini hancur pada bulan Februari 2006 akibat tidak langung dari invasi Amerika Serikat ke Irak.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">3. Masjid Suneri, Lahore, Pakistan</span></p>
<p><img class="size-full wp-image-473 alignnone" title="masjid_suneri_lahore" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_suneri_lahore.jpg?w=406&#038;h=285" alt="masjid_suneri_lahore" width="406" height="285" /></p>
<p>Masjid Suneri memiliki 3 kubah emas. Satu kubah utama, 2 lainnya di sisi kanan dan kiri. Masjid ini didirikan oleh Nawab Syed Bhikari Khan, anak Wakil Gubernur Lahore pada tahun 1753 M.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">4. Masjid Jame’ Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei</span></p>
<p><img class="size-full wp-image-474 alignnone" title="masid_bandar_sribagawan_brunei" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masid_bandar_sribagawan_brunei.jpg?w=406&#038;h=274" alt="masid_bandar_sribagawan_brunei" width="406" height="274" /></p>
<p>Masjid yang merupakan bagian dari kompleks Istana Bolkiah didirikan pada pertengahan tahun 1980-an untuk memperingati 25 tahun Sultan Hassanal Bolkiah berkuasa. Masjid ini memiliki 29 kubah yang terbuat dari emas murni 24 karat. Bangunan yang terletak di tengah taman yang asri ini mempunyai luas hampir 2 hektar lebih. Keseluruhan kawasan masjid ini dipagari dengan kisi-kisi besi dengan panjang kira-kira 1.082 km. Terdapat lima pintu masuk ke lokasi ini, disamping dua pintu khusus untuk keluarga kerajaan dan tamu negara. Masjid ini memiliki 4 menara yang masing-masing tingginya 189 kaki, dimana ada sekitar 297 anak tangga pada setiap menara tersebut. Melalui menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar masjid dan juga pemandangan Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">5. Masjid Sultan Singapura</span></p>
<p><img class="size-full wp-image-475 alignnone" title="masjid_sultan_singapura" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_sultan_singapura.jpg?w=406&#038;h=326" alt="masjid_sultan_singapura" width="406" height="326" /></p>
<p>Tahun 1928, begitu mendapat uang dari Kongsi Dagang Inggris sebanyak SGD 3000, Sultan Singapura langsung merenovasi sebuah masjid yang ada di kawasan Little India. Perubahan antara lain juga dengan mengganti kubah lama dengan kubah emas. Masjid ini segera menjadi masjid terbesar di Singapura, dari sekitar 80-an masjid yang ada.</p>
<p>Lain halnya di Singapura. Seberapapun besar masjid dibangun di sini, tak 1 dB-pun bunyi adzan boleh dilantunkan. “Menganggu ketenangan,” kata seseorang. Meski muslim perlu pengingat sholat yang unik seperti adzan, tapi karena pemerintah tidak memahami esensi “adzan” maka adzan dilarang bunyi. Karena minoritas maka muslim di Singapura diam saja. Bergeming. Diam juga pilihan dan mereka membunyikan adzan lewat speaker dalam ruangan masjid saja: tak sampai keluar.</p>
<p>Satu-satunya (mungkin) masjid yang boleh membunyikan adzan adalah masjid Sultan di sekitar Arab Street. Masjid Sultan adalah masjid tertua kedua di Singapura dan dikategorikan national heritage. Oleh sebab itu, ia mendapat perkecualian.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">6. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Brunei</span></p>
<p><img class="size-full wp-image-476 alignnone" title="masjid_sultan_omaralisaifuddin_brunei" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_sultan_omaralisaifuddin_brunei.jpg?w=406&#038;h=271" alt="masjid_sultan_omaralisaifuddin_brunei" width="406" height="271" /></p>
<p>Brunei memiliki 2 masjid yang berkubah emas. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah yang didirikan pertama kali. Mulai digunakan tahun 1958, masjid ini terletak di tengah danau buatan yang bersih. Kubahnya terbuat dari emas 24 karat. Biaya pembangunannya menghabiskan USD 5 juta. Pada zamannya, Masjid Sultan Omar Ali diperhitungkan sebagai salah satu bangunan terindah di dunia.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">7. Masjid Dian Al Mahri di Depok, Indonesia</span></p>
<p><img class="size-full wp-image-477 alignnone" title="masjid_dianalmahri_depok_indonesia" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_dianalmahri_depok_indonesia.jpg?w=406&#038;h=312" alt="masjid_dianalmahri_depok_indonesia" width="406" height="312" /></p>
<p>Masjid dengan kubah emas yang terbaru adalah Masjid Dian Al Mahri yang letaknya di Depok, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 1999, dan di resmikan pada bulan April tahun 2006. Masjid ini merupakan milik pribadi dari Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid,seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al-Mahri.</p>
<p>Masjid ini luas bangunannya mencapai 8.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare. Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.</p>
<p>Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.</p>
<p>Pada bagian interiornya, ada pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.</p>
<p>Di sekitar masjid dibuat taman dengan penataan yang apik dan detail. Selain taman, juga dibangun rumah tinggal sang pendiri masjid dan gedung serbaguna yang menjadi tempat istirahat para pengunjung .Sedangkan untuk parkir, disiapkan lahan seluas 7.000 meter persegi yang mampu menampung kendaraan 300 bus atau 1.400 kendaraan kecil.</p>
<p>Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, dapat digunakan angkutan umum dari terminal depok ( nomor 03) yang menuju parung bingung. Dari sini bisa menggunakan ojek menuju jalan Meruyung.</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/10/7-masjid-indah-bekubah-emas-di-dunia/"><img src="http://img.youtube.com/vi/3TMCy4flK7g/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Sumbar/Referensi :<br />
<a href="http://liburan.info/content/view/699/43/lang,indonesian/" target="_blank">http://liburan.info/content/view/699/43/lang,indonesian/</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=470&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/10/7-masjid-indah-bekubah-emas-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_domerock_palestine.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid_domerock_palestine</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_alaskari_samarra_irak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid_alaskari_samarra_irak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_suneri_lahore.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid_suneri_lahore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masid_bandar_sribagawan_brunei.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masid_bandar_sribagawan_brunei</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_sultan_singapura.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid_sultan_singapura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_sultan_omaralisaifuddin_brunei.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid_sultan_omaralisaifuddin_brunei</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/masjid_dianalmahri_depok_indonesia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid_dianalmahri_depok_indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/3TMCy4flK7g/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jeddah: Kota Sculpture</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/10/jeddah-kota-sculpture/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/10/jeddah-kota-sculpture/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 01:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur & Konstruksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; 
Jeddah adalah kota yang unik. Menurut Wikipedia, kota Jeddah adalah &#8220;kota galeri seni terbuka terbesar di dunia&#8221; Banyak sculpture dan karya seni modern dengan berbagai jenis desain, tema, dan bahan-bahan dipajangkan disini. Hasil karya sculptor internasional seperti Henry Moore, Arnaldo Pomodoro, Jacques Lipchitz dan Joan Miro ditampilkan di sepanjang Jalan Cornish di samping pantai dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=444&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><span style="color:#ffffff;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span> </p>
<p style="text-align:left;">Jeddah adalah kota yang unik. Menurut <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jeddah#Open-air_art" target="_blank">Wikipedia,</a> kota Jeddah adalah &#8220;kota galeri seni terbuka terbesar di dunia&#8221; Banyak sculpture dan karya seni modern dengan berbagai jenis desain, tema, dan bahan-bahan dipajangkan disini. Hasil karya sculptor internasional seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Henry_Moore" target="_blank">Henry Moore,</a> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arnaldo_Pomodoro" target="_blank">Arnaldo Pomodoro,</a> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jacques_Lipchitz" target="_blank">Jacques Lipchitz</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Joan_Miro" target="_blank">Joan Miro</a> ditampilkan di sepanjang Jalan Cornish di samping pantai dan di setiap roundabouts di seluruh kota Jeddah.</p>
<div class="img">
<p align="center"><a href="http://amellie.net/wp-content/uploads/2007/04/ksa146jedrndbike.jpg" target="_blank"></a></p>
</div>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-446   aligncenter" style="border:0;margin:5px;" title="ksa146jedrndbike_thumbnail" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/ksa146jedrndbike_thumbnail.jpg?w=224&#038;h=350" alt="ksa146jedrndbike_thumbnail" width="224" height="350" /></p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-444"></span>Gambar diatas ini adalah salah satu sculpture yang terkenal yaitu Sepeda dibundaran sepanjang panjang 15 meter dibuat oleh Julio Lafuente, terletak di <span class="abbr" title="Enam puluh">Sitteen</span> Street. Peziarah jemaah haji Indonesia menyebutnya <span class="abbr" title="Nabi Adam's sepeda">&#8216;Sepeda Nabi Adam&#8217; (bukannya sepeda ini adalah milik Nabi Adam tapi karena begitu besarnya).</span></p>
<p align="center"><a href="http://amellie.net/wp-content/uploads/2007/04/the-world.jpg" target="_blank"></a></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-447  aligncenter" title="the-world_thumbnail" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/the-world_thumbnail.jpg?w=350&#038;h=262" alt="the-world_thumbnail" width="350" height="262" /></p>
<p>Terdapat juga sculptur globe yang indah, yang disebut &#8220;The Word&#8221; diciptakan oleh Julio Lafuente. <span class="google-src-text" style="direction:ltr;text-align:left;">yang sangat indah dilihat pada malam hari seperti </span><a href="http://clubjed.com/images/roundabout/round_globe_small.jpg" target="_blank">istilah satu versi bahwa bentuk yang kecil ini</a> yang bersinar terang menjadikannya bumi raksasa biru yang indah (buntuk lain sculpture globe klik <a href="http://www.kitmax.com/kit03_travel_gallery_pages/images_travel_gallery/pic15_globe.jpg" target="_blank">disini</a>)</p>
<p>Berikut beberapa karya seni yang tidak biasanya:</p>
<div class="img">
<p align="center"><a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.flickr.com/photos/pogmathon/350164678/&amp;usg=ALkJrhhBR3e0SWzq_3OTLLkx_evSARxjAw" target="_blank"></a><img class="aligncenter size-full wp-image-448" title="350164678_5908f46af9_m" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/350164678_5908f46af9_m.jpg?w=215&#038;h=185" alt="350164678_5908f46af9_m" width="215" height="185" /> <img class="aligncenter size-full wp-image-449" title="132521634_f5f4f2603d_m" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/132521634_f5f4f2603d_m.jpg?w=240&#038;h=180" alt="132521634_f5f4f2603d_m" width="240" height="180" /><a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.flickr.com/photos/neleenjan/132521634/&amp;usg=ALkJrhgdUM-VkanCEK6kQ0A-6KNO_9N-DQ" target="_blank"></a></p>
</div>
<p>seperti mobil yang ditampilkan di dibundaran jalan di kota Jeddah, juga dapat kita temukan kapal (kayu dan logam) serta <a href="http://p.vtourist.com/1/1048902-Airport-Jiddah.jpg" target="_blank">pesawat terbang.</a> di sepanjang jalan yang terkenal Corniche Road, yang dipamerkan dan dapat dikunjungi selama 24 jam atau sepanjang hari, hal inilah yang membedakan dengan dipamerkan di dalam gedung moseum pengunjung terbatas menyaksikannya hanya dapat disaksikan pada waktu-waktu tertentu saja.</p>
<p>Di kota Jeddah kita tidak hanya dapat menikmati karya seni sculptur yang bagus saja, tetapi juga kita dapat melihat keindahan pantai Laut Merah dan mengesankan dengan <a href="http://www.saudiconsultant.biz/images/Jeddah%20city%20water%20fountain.jpg" target="_blank">Air Mancur Raja Fahd setinggi 312 meter</a></p>
<p align="center"><img class="aligncenter size-full wp-image-450" title="08001" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/08001.gif?w=316&#038;h=644" alt="08001" width="316" height="644" /></p>
<p>Berikut beberapa sculpture di kota Jeddah</p>
<div class="img">
<p align="center"><a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.flickr.com/photos/pervspics/440246196/&amp;usg=ALkJrhjXXASAqz1ILx-8RdAPBO1ETkFvEw" target="_blank"></a><img class="aligncenter size-full wp-image-451" title="440246196_16c37f600a_m" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/440246196_16c37f600a_m.jpg?w=240&#038;h=180" alt="440246196_16c37f600a_m" width="240" height="180" /> <img class="aligncenter size-full wp-image-452" title="440804179_64d908f5df_m" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/440804179_64d908f5df_m.jpg?w=240&#038;h=180" alt="440804179_64d908f5df_m" width="240" height="180" /><a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.flickr.com/photos/pervspics/440804179/in/photostream/&amp;usg=ALkJrhipOTT6PjzWdgJCWs1rLaZWEbeTIw" target="_blank"></a> <img class="aligncenter size-full wp-image-453" title="440804205_915f5a76d4_m" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/440804205_915f5a76d4_m.jpg?w=240&#038;h=180" alt="440804205_915f5a76d4_m" width="240" height="180" /><a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.flickr.com/photos/pervspics/440804205/in/photostream/&amp;usg=ALkJrhgI9PAStiON6DV_jCJQWliHUlCYxQ" target="_blank"></a> <img class="aligncenter size-full wp-image-455" title="440804223_7ec0f882c3_m" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/440804223_7ec0f882c3_m.jpg?w=240&#038;h=180" alt="440804223_7ec0f882c3_m" width="240" height="180" /><a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.flickr.com/photos/pervspics/440804223/in/photostream/&amp;usg=ALkJrhgWJAYUQISbXLP8-TLZthF-LMZT2Q" target="_blank"></a> <img class="aligncenter size-full wp-image-457" title="440804239_5ac626d937_m1" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/440804239_5ac626d937_m1.jpg?w=240&#038;h=180" alt="440804239_5ac626d937_m1" width="240" height="180" /><a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.flickr.com/photos/pervspics/440804239/in/photostream/&amp;usg=ALkJrhh60yAKpahN1nYTal4d7YkDflW0vQ" target="_blank"></a> <img class="aligncenter size-full wp-image-458" title="272869449_9d613c32e3_m" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/272869449_9d613c32e3_m.jpg?w=240&#038;h=180" alt="272869449_9d613c32e3_m" width="240" height="180" /><a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.flickr.com/photos/ahmed/272869449/&amp;usg=ALkJrhhRAAJ1th_gD9AYEtwSkL_Ngz6XvQ" target="_blank"></a> <img class="aligncenter size-full wp-image-459" title="385770709_bce176fb79_m" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/385770709_bce176fb79_m.jpg?w=240&#038;h=160" alt="385770709_bce176fb79_m" width="240" height="160" /><a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.flickr.com/photos/waltercallens/385770709/&amp;usg=ALkJrhhxdWYejpSyAmUNPSH_ij8srZCUCA" target="_blank"></a> <img class="aligncenter size-full wp-image-460" title="257133926_9aec325a35_m" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/257133926_9aec325a35_m.jpg?w=240&#038;h=180" alt="257133926_9aec325a35_m" width="240" height="180" /><a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.flickr.com/photos/rayan_album/309659177/&amp;usg=ALkJrhi9cQghF0hNJmeJWSntEsb-UnHqmg" target="_blank"></a></p>
<p align="center"> <img class="aligncenter size-full wp-image-461" title="257135039_fef6eedd11_m" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/257135039_fef6eedd11_m.jpg?w=286&#038;h=349" alt="257135039_fef6eedd11_m" width="286" height="349" /><a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.flickr.com/photos/neleenjan/257133926/&amp;usg=ALkJrhgHl2ZEezJXk_swpsNaGJjniEzBiw" target="_blank"></a>  </p>
</div>
<p>Di kota Jeddah tidak ada patung atau sculpture yang dibuat berupa makhluk hidup karena <a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.islamonline.net/servlet/Satellite%3Fpagename%3DIslamOnline-English-Ask_Scholar/FatwaE/FatwaE%26cid%3D1119503545880&amp;usg=ALkJrhg0l-ltjHJj4zQ0YKuOuKghmZ-1cQ" target="_blank">Islam melarang membuat patung tiga dimensi berupa makhluk hidup</a></p>
<ul>
<li>Silahkan lihat kota Jeddah pada <a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;z=17&amp;ll=21.486636,39.182611&amp;spn=0.004752,0.006802&amp;t=k&amp;om=1&amp;msid=110221445913646110562.00000111d9afe0eeb3072&amp;msa=0" target="_blank">Google Maps</a> ini</li>
<li><span class="google-src-text">Kita dapat</span> melihat scuplture yang lain klik <a href="http://pr.sv.net/aw/2006/November2006/english/pages008.htm" target="_blank">di sini.</a></li>
</ul>
<p>Referensi :</p>
<p><a href="http://amellie.net/2007/04/jeddah-city-of-sculptures/" target="_blank">http://amellie.net</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=444&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/02/10/jeddah-kota-sculpture/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/ksa146jedrndbike_thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ksa146jedrndbike_thumbnail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/the-world_thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">the-world_thumbnail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/350164678_5908f46af9_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">350164678_5908f46af9_m</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/132521634_f5f4f2603d_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">132521634_f5f4f2603d_m</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/08001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">08001</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/440246196_16c37f600a_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">440246196_16c37f600a_m</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/440804179_64d908f5df_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">440804179_64d908f5df_m</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/440804205_915f5a76d4_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">440804205_915f5a76d4_m</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/440804223_7ec0f882c3_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">440804223_7ec0f882c3_m</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/440804239_5ac626d937_m1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">440804239_5ac626d937_m1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/272869449_9d613c32e3_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">272869449_9d613c32e3_m</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/385770709_bce176fb79_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">385770709_bce176fb79_m</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/257133926_9aec325a35_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">257133926_9aec325a35_m</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2009/02/257135039_fef6eedd11_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">257135039_fef6eedd11_m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Organic Computing: Menyingkap Rahasia Makhluk Hidup</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2009/01/10/organic-computing-menyingkap-rahasia-makhluk-hidup/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2009/01/10/organic-computing-menyingkap-rahasia-makhluk-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 04:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[24084]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Nugroho Fredivianus
Apakah Anda saat ini menggunakan Windows? Jika ya, maka setidaknya 30 juta baris perintah sedang ngendon untuk Windows 2000, atau 40 juta dalam XP, hingga 50 juta penyangga Vista. Dengan XP Service Pack 1, maka ketahuilah ada 400 buah patch di dalamnya. Catat juga SP2 yang total tambalannya tiga kali lipatnya. Linux? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=412&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p>Oleh : <strong>Nugroho Fredivianus</strong></p>
<p>Apakah Anda saat ini menggunakan Windows? Jika ya, maka setidaknya 30 juta baris perintah sedang ngendon untuk Windows 2000, atau 40 juta dalam XP, hingga 50 juta penyangga Vista. Dengan XP <em>Service Pack 1</em>, maka ketahuilah ada 400 buah <em>patch</em> di dalamnya. Catat juga SP2 yang total tambalannya tiga kali lipatnya. Linux? Selamat, Anda dapat diskon dan hanya menelan 10 jutaan baris perintah.</p>
<p style="text-align:left;">Mungkin tidak Anda sadari, bahwa &#8216;gundukan&#8217; perintah tersebut berpotensi menjadi sumber dari berbagai ketidak-nyamanan yang kadang cenderung terlupakan. Langkah <em>restart</em> atau <em>Ctrl+Alt+Del</em> menjadi suatu kebiasaan yang seolah sudah dapat diterima sepenuhnya sebagai bagian dari solusi. Namun tahukah Anda potensi besar semacam itu dapat berakibat sangat fatal dan menyengsarakan dalam tujuan penggunaan yang berbeda?<span id="more-412"></span></p>
<p><img style="width:96px;height:143px;margin:2px;" src="http://warnaislam.com/UserFiles/dig_woes(1).jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" align="left" />Dalam sebuah buku terbitan 1993 berjudul “<em>Digital Woes: Why We Should Not Depend on Software</em>”, Lauren Ruth Wiener menyebutkan bahaya yang muncul dari program-program berukuran raksasa. Contoh yang diangkat adalah sebuah peristiwa di tahun 1962, tepatnya pada tanggal 22 Juli. Roket pembawa Mariner I yang sedang diterbangkan ke Venus terpaksa diledakkan di angkasa karena kesalahan sepele yakni alpanya sebuah tanda “bar” (rata-rata) dalam sebuah baris perintah. Komputer di sentral terus-menerus menyatakan roket tidak dapat dikendalikan meski sejatinya segalanya baik-baik saja.</p>
<p>Juga dipaparkan di tahun 1991 sebuah perusahaan bernama <em>DSC Communication Software</em> menguji sebuah perangkat lunak telekomunikasi yang akan digunakan untuk jaringan telepon kabel untuk beberapa kota besar Amerika. Dalam pengujian selama 13 minggu, didapatkan bahwa program bekerja dengan baik dan siap digunakan. Kemudian mereka “menyempurnakan” program itu dengan memperbaiki 3 baris perintah di antara jutaan baris yang ada dan memutuskan untuk langsung memasangnya tanpa menguji lagi karena akan membutuhkan waktu tambahan selama 13 minggu lamanya. Hasilnya, sistem <em>crash</em> dan memunculkan gangguan sambungan telepon serta kerugian yang amat besar.</p>
<p>Inikah masa depan dunia software? Program yang berisi puluhan juta baris dan dikerjakan oleh ribuan orang, sehingga bisa dipastikan menyimpan gunungan <em>bug</em> di dalamnya? Kekhawatiran yang tinggi pun menyeruak. Berbagai penelitian untuk mendapatkan alternatif solusi dicari. Akhirnya para pakar menemukan jawaban yang sejatinya sederhana dan mudah diduga: meniru makhluk hidup.</p>
<p style="text-align:left;">Setiap makhluk hidup adalah sesuatu yang berdiri sendiri satu sama lain. Seorang manusia akan tumbuh dengan sendirinya setelah keluar dari rahim sang ibu, hingga kemudian ia mempelajari hal-hal kecil di dunia ini untuk kemudian mendapatkan yang lebih besar. Maka kesimpulan yang didapatkan adalah kita tidak harus menentukan seluruh kemampuan sebuah sistem melainkan &#8216;membekalinya&#8217; dengan kemampuan untuk belajar secara otonomi. Pada saatnya, sistem itu sendirilah yang akan menentukan kapan ia menggunakan kemampuan yang ditanamkan kepadanya.</p>
<p><img style="margin:2px;" src="http://warnaislam.com/UserFiles/swarm_2.jpg" alt="Kawanan Burung" hspace="2" vspace="2" align="right" />Di negara Republik Federal Jerman, riset ini diwakili dengan topik <a href="http://www.organic-computing.de/spp" target="_blank"><em>Organic Computing</em></a> dan saat ini merupakan salah satu tema prioritas dalam kebijakan pengembangan serta riset. <a href="http://www.dfg.de/en/index.html" target="_blank"><em>Deutsch orschungsgemeinschaft</em></a> disingkat DFG atau “German Research Foundation” mengalokasikan tidak kurang dari 2 juta Euro setiap tahunnya untuk membiayai puluhan proyek penelitian di berbagai universitas yang diketuai oleh <a href="http://www.aifb.uni-karlsruhe.de/english" target="_blank">Institute of Applied Informatics and Formal Description Methods</a> di <a href="http://www.uni-karlsruhe.de/index_en.php" target="_blank">Universität Karlsruhe</a>.</p>
<p>“Organic Computing” atau OC secara sederhana dapat dijelaskan sebagai “perupaan sistem yang ada pada makhluk hidup pada perangkat komputer”. Contoh umum dalam dunia teknologi adalah <em>Fuzzy Logic</em> (Logika Tak Tentu), yang merupakan perluasan dari <em>Binary Logic</em> atau Logika Biner. Jika biner hanya memiliki dua nilai dasar yakni NOL dan SATU, <em>Fuzzy Logic</em> mengijinkan kita untuk menggunakan bilangan desimal di antaranya.</p>
<p>Korelasinya dengan makhluk hidup? Semisal saat kita berusaha menentukan apakah seorang laki-laki berusia 21 tahun memiliki tinggi badan 160 cm dapat dikatakan ‘tinggi’ atau ‘pendek’ (0 atau 1), maka dengan <em>Fuzzy Logic</em> kita memiliki pilihan untuk mengatakan ‘agak tinggi’, ‘agak pendek’, ‘rata-rata’ dan sebagainya.</p>
<p><img style="width:120px;height:118px;border:0;margin:2px;" src="http://warnaislam.com/UserFiles/nna.jpg" border="0" alt="" hspace="2" vspace="2" align="left" />Juga <em>Artificial Neural Network</em> atau Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Algoritma yang telah umum dikenal oleh mahasiswa teknik ini meniru cara kerja sel-sel syaraf otak (<em>neuron</em>) dan menyimbolkannya dengan beberapa <em>layer</em> (lapisan). Sebagaimana otak, kita harus terlebih dulu memberikan <em>training</em>. Semisal kita ingin program dapat mengenali huruf A dalam berbagai bentuk font, maka kita harus melatihnya hingga algoritma tersebut memahami maksud kita.</p>
<p>Ada lagi istilah algoritma koloni semut atau <a href="http://iridia.ulb.ac.be/~mdorigo/ACO/about.html" target="_blank"><em>Ant Colony Optimization</em></a>, yang diilhami oleh perilaku sekelompok kawanan semut. Ditemukan di awal tahun 90-an oleh seorang berkebangsaan Italia bernama Marco Dorigo, algoritma ini menjadi salah satu tonggak riset OC. Berbagai publikasi ilmiah Prof. Dorigo kini telah dikutip sebagai referensi dalam puluhan ribu karya ilmiah (termasuk Tugas Akhir di S1 dan thesis MSc saya. Temuannya dapat menjawab secara meyakinkan berbagai problematika dalam permasalahan optimasi dan efisiensi, dan itu berawal dari pengamatannya terhadap makhluk hidup kecil ciptaan Allah bernama semut.</p>
<p>Anda mungkin bertanya, <em>memangnya ada apa dengan semut?</em></p>
<p>Semut adalah makhluk kecil yang sering kita lihat, kadang terkesan mengganggu dan ingin kita usir atau bahkan dimusnahkan. Namun tanpa dinyana, semut memiliki sebuah keistimewaan dalam hal menemukan jalur menuju makanan. Dorigo mengamati kawanan semut yang berangkat dari sarang untuk mengambil makanan di suatu lokasi yang tidak jauh. Semut-semut itu, seperti biasa yang kita lihat, mengambil suatu jalur tertentu yang dipergunakan beramai-ramai. Saat ditaruh <em>obstacle</em> atau rintangan yang menutup jalur itu, kawanan semut ternyata mampu dengan segera mendapatkan jalan terdekat untuk menyambungnya kembali.</p>
<p>Hanya itu saja? Ternyata tidak.</p>
<p><img style="width:180px;height:230px;margin:2px;" src="http://warnaislam.com/UserFiles/ant_1.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" align="right" />Saat rintangan itu diletakkan sedemikian hingga salah satu alternatif jalan berjarak lebih dekat dibanding yang lain, kawanan semut tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan jarak terdekat (optimal) dalam waktu singkat (efisien). Ini didapatkan setelah percobaan terhadap kedua alternatif. Bagaimana bisa? Dalam melakukan setiap perjalanannya, setiap semut meninggalkan jejak yang dikenal dengan istilah <em>pheronome</em>. Zat ini dapat dilacak oleh semut-semut lain yang lewat berikutnya. Otomatis dalam rentang waktu yang sama, jarak yang lebih singkat dilalui lebih banyak semut sehingga baunya lebih kuat. Bau ini kemudian menjadi petunjuk bagi semut yang sedang berhadapan dengan pilihan jalan untuk memutuskan jalan mana yang dilalui hingga akhirnya seluruh semut mampu memilih dengan tepat jarak yang terdekat. Subhanallah!</p>
<p>Oleh Dorigo, cara kerja kawanan semut itu kemudian diadaptasi dalam sebuah algoritma bernama <em>Ant Colony Optimization</em> (ACO) yang hingga kini telah memiliki puluhan varian untuk berbagai permasalahan. Semisal yang pernah penulis lakukan dengan metode ini adalah <em>scheduling</em> atau penentuan urutan lokasi yang dikunjungi dalam area kota Surabaya.Contoh sederhana, jika saat ini kita berada di titik A dan hendak mengunjungi 3 titik lain yakni B, C, dan D, untuk kemudian kembali ke A. Yang diminta adalah jarak tedekat (optimal) untuk melakukan perjalanan tersebut. Bisa jadi jawabannya adalah A–B–C–D–A atau A–D–C–B–A atau 4 kemungkinan lain. Memang solusi untuk 4 titik relatif mudah, namun akan jauh lebih rumit jika terdapat lebih banyak titik.</p>
<p>Hasil yang didapatkan menggunakan ACO, dari sejumlah 23 percobaan dengan jumlah titik bervariasi antara 12 dan 20 ditemukan penghematan jarak tempuh total sebesar 14,78% atau 729 km dibandingkan metode konvensional. Penghematan yang luar biasa, apalagi jika dikaitkan harga BBM yang membubung tinggi. Untuk <a href="http://www.nuggstory.com/thesis/antcolony.php" target="_blank">contoh kasus yang berbeda</a> di kota Darmstadt, Jerman tempat saya menempuh kuliah master, hasilnya juga memuaskan.</p>
<p><img style="width:174px;height:149px;border:0;margin:2px;" src="http://warnaislam.com/UserFiles/swarm_3.jpg" border="0" alt="Kawanan Semut" hspace="2" vspace="2" align="left" />Subhanallah, solusi itu ternyata telah Allah sediakan dalam makhluk kecil-Nya yang bernama semut. Ciptaan yang kadang kita remehkan dan yang kita ingat hanyalah gigitan serta gangguannya. Tidak hanya ACO, dalam dunia <em>engineering</em> juga dikenal metode <em>Genetic Algorithm</em> (GA) yang didasarkan pada pembelahan dan penyilangan gen manusia, <em>Behavior Based</em> sebagai bentuk tiruan kecerdasan makhluk hidup dalam mengenali lingkungannya, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Kita bayangkan di masa depan setiap mobil dan kendaraan lain yang berlalu lalang di jalan raya memiliki kemampuan &#8216;belajar nyupir&#8217; hingga menempatkan diri di tempat parkir setelah terlebih dulu menemukan ruang kosong. Robot pembersih mampu melihat jenis lantai dan kotoran yang ada dan kemudian menentukan apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan tugasnya. Sistem pengamanan rumah pun bisa menentukan apakah yang sedang berteriak di depan pintu adalah si pemilik yang sedang kehilangan kunci rumah ataukah tukang sayur yang kebetulan mampir.</p>
<p style="text-align:left;">Sungguh sangat layak kita senantiasa bertasbih, Maha Suci Allah yang telah menciptakan semua makhluknya dengan kesempurnaan. Sebagai muslim, insya Allah kita semua meyakini bahwa ada berbagai rahasia Allah lainnya yang masih ‘berserakan’ dan menunggu untuk ditemukan oleh manusia dalam rangka memberikan kebaikan kepada seluruh alam. Upaya itu akan semakin menemukan hasil, insya Allah bersamaan dengan tumbuhnya kesadaran umat ini dalam mendekat dan berjuang menuju kejayaan Islam.</p>
<p><strong>QS. 10:3.</strong> <em>Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas &#8216;Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa&#8217;at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?</em></p>
<p><strong>QS. 16:13.</strong> <em>dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.</em></p>
<p>Allahu a&#8217;lam.</p>
<p>Sumber : <a href="http://warnaislam.com/ragam/jerman/2009/1/4/41100/Organic_Computing_Menyingkap_Rahasia_Makhluk_Hidup.htm" target="_blank">warnaislam.com</a></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=412&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2009/01/10/organic-computing-menyingkap-rahasia-makhluk-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warnaislam.com/UserFiles/dig_woes(1).jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://warnaislam.com/UserFiles/swarm_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kawanan Burung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warnaislam.com/UserFiles/nna.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://warnaislam.com/UserFiles/ant_1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://warnaislam.com/UserFiles/swarm_3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kawanan Semut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2008/12/28/411/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2008/12/28/411/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 10:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[24084]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/2008/12/28/411/</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=411&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter" src="http://enewsletterdisdik.files.wordpress.com/2008/12/selamatthbaru1430h.jpg?w=400&amp;h=400&#038;h=400" alt="" width="400" height="400" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=411&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2008/12/28/411/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://enewsletterdisdik.files.wordpress.com/2008/12/selamatthbaru1430h.jpg?w=400&#38;h=400" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wacana Pluralisme antara Pemahaman Publik dan Pemikiran Akademik di Indonesia</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2008/12/15/wacana-pluralisme-antara-pemahaman-publik-dan-pemikiran-akademik-di-indonesia/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2008/12/15/wacana-pluralisme-antara-pemahaman-publik-dan-pemikiran-akademik-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 01:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[24084]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Disampaikan pada Seminar Antar Bangsa, Agama dan Pembangunan III: University Kebangsaan Malaysia-IAIN Imam Bonjol Padang-IAIN Sunan Ampel Surabaya-Universitas 17 Agustus Surabaya di Selangor, Daarul Ehsan, Malaysia, 6-7 Agustus 2007.
 
Oleh Shofwan Karim
[Dosen pada jurusan Aqidah-Filsafat Fak. Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang]
 
I. Pendahuluan
 
Wacana (diskursus) pluralisme di Indonesia cukup marak sejak beberapa dekade belakangan  sampai saat ini. Beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=379&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Disampaikan pada Seminar Antar Bangsa, Agama dan Pembangunan III: University Kebangsaan Malaysia-IAIN Imam Bonjol Padang-IAIN Sunan Ampel Surabaya-Universitas 17 Agustus Surabaya di Selangor, Daarul Ehsan, Malaysia, 6-7 Agustus 2007.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-family:Verdana;">Oleh Shofwan Karim</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"><em><span style="color:#0000ff;">[Dosen pada jurusan Aqidah-Filsafat Fak. Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang]</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<h2 style="margin:0;"><strong><em><span style="font-size:small;font-family:Verdana;">I. Pendahuluan</span></em></strong></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Wacana (diskursus) pluralisme di Indonesia cukup marak sejak beberapa dekade belakangan  sampai saat ini. Beberapa kelompok dan perorangan pakar Islam tentang pemikiran  moderen Islam cukup gencar membicarakannya. Wacana itu berkembang dalam karya tulis, ceramah, diskusi dan seminar baik langsung maupun melalui media massa. Para akademisi  memperdebatkannya secara intensif dengan cara  ilmiah dan dapat menambah wawasan ilmu dan akademik. Sejalan dengan itu, dalam sosialisasi pemikiran itu terpapar dan tertayangkan dalam media massa grafika, audio-visual dan elektronika yang diakses langsung oleh kalangan umum.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"><span id="more-379"></span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Konsekuensinya, wacana pluralisme  ditanggapi dengan beragam. Respon kalangan akademik yang kontra pemikiran pluralisme dapat dimengerti karena mereka dapat memilah-milah secara rasional sesuai latar belakang akademik mereka. Akan tetapi di kalangan masyarakat umum, penolakan pemikiran telah berimplikasi disharmoni sosial yang bersifat fluktuatif. Terutama munculnya prasangka dan gunjingan tidak sehat. Pada gilirannya menbuat tuduhan merendahkan bahkan membuat stigma amat negatif terhadap lembaga dan perorangan yang dilekatkan sebagai subyek yang dianggap mengembangkan pemikiran pluralisme tadi. Beberapa lembaga dan tokoh telah dianggap terpojokkan oleh keadaan itu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Hal itu boleh jadi membawa resiko kepada perkembangan pemikiran Islam ke depan karena setiap pemikiran yang tidak sesuai dengan pemikiran yang telah mapan dianggap sesat dan menyesatkan. Dalam kerangka itulah, maka perlu dikaji secara proporsional wacana pluralisme dalam pemahaman publik dan pemikiran teoritis ilmiah tentang pluralisme secara akademik. Selanjutnya, di mana letak perbedaan pemahaman dan pemikiran itu serta bagaimana cara menghampiri keduanya sehingga menjadi produktif untuk perkembangan pemikiran Islam dan publik merasa tidak terbaikan pula.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<h2 style="margin:0;"><strong><em><span style="font-size:small;font-family:Verdana;">II. Wacana  Publik tentang Pluralisme.</span></em></strong></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2005 dalam Keputusan Fatwanya No. 7/Munas VII/MUI/11/2005 tentang Pluralisme, Liberalisme dan Sekularisme Agama telah menggambarkan kegelisahan yang amat mendalam soal perkembangan pemikiran Islam kontemporer di negeri ini. Di dalam konsideran menimbang fatwa itu dikatakan “bahwa berkembangnya paham pluralisme agama, liberalisme dan sekularisme serta dikalangan masyarakat telah menimbulkan keresahan sehingga sebagian masyarakat meminta MUI untuk menetapkan fatwa tentang masalah tersebut.” (DDII, 2005:227).  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Sebenarnya, fatwa MUI tentang pluralisme merupakan satu paket dalam 11 fatwa lainnya produk Munas tadi. Di antaranya yang terkait langsung dengan pluralisme ini adalah (1) do’a bersama, (2)perkawinan beda agama, (3) kewarisan beda agama, (4) pluralisme, liberalisme, dan sekluarisme agama, (5) wanita menjadi Imam Shalat (6) aliran Ahmadiyah. Sementara 5 fatwa lainnya tidak terkait langsung dengan wacana pluralisme yang dibahas tulisan ini. </span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#800080;">[3]</span></span></span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"><strong>Tabel : Fatwa MUI tentang Pluralisme</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<div>
<table class="MsoTableGrid" style="border-collapse:collapse;border-style:none;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="387">
<tbody>
<tr>
<td style="width:20px;background-color:transparent;border:#e4e4e4 1pt solid;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:3px 0;"><span style="font-family:Verdana;">No</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-top:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:67px;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:3px 0;"><span style="font-family:Verdana;">Keputusan</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-top:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:71px;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:3px 0;"><span style="font-family:Verdana;">Isu</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-top:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:166px;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:3px 0;"><span style="font-family:Verdana;">Keputusan</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left:#e4e4e4 1pt solid;width:20px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">1</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:67px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">No. 3</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:71px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Do’a bersama</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:166px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Mengamini orang yang berdo’a, termasuk do’a; do’a bersama antara Muslim dan Muslim adalah bid’ah; orang Islam haram mengikuti dan mengamini do’a yang dipimpin non-muslim; do’a bersama dengan non muslim yang dipimpin tokoh Islam adalah mubah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left:#e4e4e4 1pt solid;width:20px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">2</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:67px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">No. 4</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:71px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Perkawinan beda agama</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:166px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah; perkawinan laki-laki muslim dengan wanita ahlul kitab menurut qaulul mu’tamad adalah haram dan tidak sah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left:#e4e4e4 1pt solid;width:20px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">3</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:67px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">No. 5</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:71px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Kewarisan beda agama</span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:166px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Islam tidak memberikan hak mewarisi antara orang-orang yang berbeda agama; pemberian harta antar orang yang berbeda agama hanya dapat dilakukan dalam bentuk hibah, wasita dan hadiah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left:#e4e4e4 1pt solid;width:20px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">4</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:67px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">No. 7</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:71px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Pluralisme, liberalisme dan sekularisme agama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:166px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Pertama: ketentuan umum. Yang dimaksud pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain adalah salah. Pluralisme  juga mengajarkan bahwa semua pemulk agama akan masuk dan hidup berdampingan di syurga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup berdampingan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Liberalisme adalah memahami nash-nash agama (al-Qur’an dan sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikian semata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Sekularisme adalah memisahkan urusan dunia dari agama; agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Kedua, ketentuan umum. Pluralisme, sekularisme dan liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran Islam .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Umat Islam haram mengikuti paham pluralisme, lierbalisme dan sekularisme agama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat Islam wajib bersikap ekslusif, dalam arti haram mencampurkan aqidah dan ibadah umat Islam dengan aqidah dan ibadah umat Islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi masyakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left:#e4e4e4 1pt solid;width:20px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">5</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:67px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">No. 9</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:71px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Wanita menjadi imam shalat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:166px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Wanita menjadi imam shalat berjama’ah yang di antara makmumnya terdapat laki-laki hukumnya haram dan tidak sah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Wanita menjadi imam shalat berjama’ah yang makmumnya wanita, hukumnya mubah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">  </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left:#e4e4e4 1pt solid;width:20px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">6</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:67px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">No. 11</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:71px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Aliran Ahmadiyah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</td>
<td style="border-right:#e4e4e4 1pt solid;border-left-color:#e4e4e4;width:166px;border-top-color:#e4e4e4;border-bottom:#e4e4e4 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Menegaskan kembali keputusan fatwa MUI dalam Munas II tahun 1980 yang menetapkan bahwa aliran Ahmadiyah berada di luar Islam, sesat dan menyesatkan serta orang Islam yang mengikutinya adalah murtad (keluar dari Islam)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi mereka yang terlanjur mengikuti aliran Ahmadiyah supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang haq (al-ruju’ ilal haq), yang sejalan dengan al-Qur’an dan al-Hdis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Pemerintah berkewajiban untuk melarang penyebaran faham Ahmadiyah di seluruh Indonesia dan membekukan organisasi serta menutup semua tempat kegiatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">  </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<h2 style="margin:0;"><strong><em><span style="font-size:small;font-family:Verdana;">III. Tinjauan akademik.</span></em></strong></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Masyarakat majemuk atau masyarakat plural dapat dipahami sebagai masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok dan strata sosial, ekonomi, suku, bahasa, budaya dan agama. Di dalam masyarakat plural, setiap orang dapat bergabung dengan kelompok yang ada, tanpa adanya rintangan-rintangan yang sistemik yang mengakibatkan terhalangnya hak untuk berkelompok atau bergabung dengan kelompok tertentu (Asykuri, dkk., 2002:107)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Pluralitas baru bermakna positif bila ada interaksi dan relasi saling percaya antara sesama (social-trust). Hal itu merupakan prasyarat untuk terciptanya masyarakat yang beradab dan bermartabat. Yaitu masyarakat yang memiliki moral, akhlak, etika, budi luhur, santun, sabar dan arif, menghormati hak asasi, menghormati diri sendiri dan orang lain, bangsa sendiri dan bangsa lain, suku dan kelompok sendiri dan suku serta kelompok lain. Dengan begitu upaya untuk mencapai kualitas hidup yang optimal untuk menjadi lebih sejahtera, berkeadilan dan berkemakmuran, niscaya akan membawa masyarakat itu dapat duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Untuk maksud tersebut diperlukan infra struktur harmonisasi sosial dalam kehidupan bersama. Menghormati pluralitas harus sejalan dengan menghormati peradaban dan martabat. Tidak ada artinya pluralitas kalau yang dipertahankan adalah budaya primitif, keterbelakangan dan hanya asal berbeda dengan alasan kemurnian penghormatan budaya lokal atau hak asasi manusia tanpa mempertimbangkan hak manusia lainnya dalam sistem kehidupan bersama.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<h2 style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Verdana;"><strong><em>IV. Analisis Rekonstruktif Karakter Pluralitas:</em></strong></span></h2>
<h2 style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Verdana;"><em> </em></span></h2>
<h2 style="margin:0;"><strong><em><span style="font-size:small;font-family:Verdana;">Pengalaman Indonesia</span></em></strong></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Secara umum pandangan dunia atau world-view bangsa ini terhadap dirinya tentang kemajemukan (pluralitas) dapat didiskripsikan dalam stream-line (arus utama) menurut awal kelahiran bangsa, masa pertumbuhan dan masa perkembangan ke depan. Pengalaman itu tertata secara sosio-kultural, sosio-politik dan sosio-religius. Secara ringkas, dapat ditelusuri menurut periodikal sejarah yang  dikategorikan sebabagai watak kultural, aslinya pada masa awal kelahiran bangsa, zaman revolusi dan awal kemerdekaan (1928-1959); watak politik dan kekuasaan (1959-1990); serta watak reformasi, priode sekarang dan ke depan.   </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Karakter Pertama, watak majemuk secara sosio-kultural aslinya. Masyarakat Indonesia adalah terdiri atas bangsa yang bersuku-suku dengan cara hidup bermasyarakat dan berbudaya, adat istiadat serta 300 lebih dialek lokal, hidup di atas lebih kurang 17 ribu pulau-pulau yang membentang dari Sabang ke Merauke, dari Zulu ke Pulau Rote yang pernah dijarah Portugis, Spanyol, Inggris dan dijajah Belanda, dan terakhir Jepang sejak abad ke 16 sampai pertengahan abad ke-20. Jauh sebelumnya telah berdiri kerajaan Sriwijaya, Mojopahit dan kerajaan Mataram serta kesultanan-kesultanan di berbagai wilayah nusantara. Secara historikal oleh Koentjaraningrat (1979 : 21-34) kemajemukan Indonesia menerima pengaruh dari kebudayaan Hindu, Islam dan Eropa di masa lalu. Akan tetapi di abad ke-20, dalam kemajemukan dan perbedaan-perbedaan itu masyarakat yang belum menjadi satu bangsa itu mempunyai tekad untuk bersatu dengan dikumandangkannya tekad Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Tekad itu pula yang mengantarkan bangsa ini menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Pada masa awal, istilah kemajemukan merupakan kosa kata murni dalam mengatakan kebermacaman atau keberagaman bangsa Indonesia. Lalu dicanangkan motto bhinneka tungal ika: masyarakat majemuk tetapi tetap bersatu atau unity in diversity. Motivasi aplikasi kosa kata itu datang dari dalam diri masyarakat dan bangsa Indonesia sendiri. Katakanlah, bahwa pluralisme berakar dari ideologi dan sosio-kulturalnya sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">            </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Karakter kedua, watak sosio-politik dan kekuasaan. Setelah era proklamasi bangsa ini mencitrakan diri sebagai bangsa majemuk untuk  mengisi kemerdekaan dengan mengikuti cara-cara demokrasi politik liberalisme Barat. Di sini dimulai pengaruh kultur politik kosmo-globalisme. Dengan dikeluarkannya Maklumat Presiden No X, 16 Oktober 1945 yang intinya mengubah sistem pemerintahan Presidentil ke Parlementer dan Maklumat Presiden 3 November 1945 tentang kesempatan rakyat mendirikan partai-partai, merupakan awal pluralitas-politik yang syah. Dengan begitu maka niat monolitik Soekarno yang hanya akan menggiring PNI sebagai satu-satunya partai politik, berubah kepada dibolehkannya hidup banyak partai. Kehidupan multi partaipun dimulai. Dengan demikian pluralitas politik dihalalkan, hanya dengan satu restriksi, bahwa partai jangan hanya asal berdiri saja melainkan turut memperjuangkan kepentingan rakyat banyak: “mempertahankan kemerdekaan“ dan “memperjuangkan keamanan rakyat” (Deliar Noer, 1990 : 284-289). Mungkin kebebasan itu secara teoritikal adalah baik. Akan tetapi karena para pemimpin dan masyarakat politik pada masa itu ditambah rakyat yang belum terdidik secara memadai maka kebebasan multi partai itu tidak membawa keuntungan amat berarti dalam perkembangan bangsa. Keadaan itu telah membawa ketidak stabilan pemerintah dengan berganti-gantinya kabinet. Lebih dari itu Soekarno yang merasa jabatan Presiden hanya sebagai simbol negara, ingin mendominasi kekuasaan. Puncaknya adalah mundurnya Mohammad  Hatta sebagai Wakil Presiden th 1956 (Ibid, 482). Kemudian berturut-turut dibubarkannya Partai Sosialis Indonesia (PSI) dan membubarkan dirinya Partai Masyumi pada 1959 dan pembubaran resminya oleh Presiden th. 1960. Selanjutnya kehidupan nasional didominasi oleh jargon Nasakom (Nasional, Agama dan Komunis). Nasakom waktu itu merupakan soko guru Soekarno sebagai tri-tunggal politik nasionalis yang citrakan sebagai PNI, Islamis yang dicitrakan NU dan Komunis dan sosialis yang dicitrakan sebagai PKI. Dengan segala resikonya, moto bhinneka tunggal ika (berbeda-beda tetapi tetap satu kesatuan) sudah dikerdilkan dari plate-form politik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Keadaan serupa dengan substansi yang berbeda terjadi pada masa Orde Baru. Ketika Masyumi ingin dihidupkan kembali oleh para pemimpinnya yang baru keluar dari penjara Orde Lama (Orla) seperti M. Natsir, M. Rum, Kasman Singodimejo dan lain-lain, partai itu  tidak dibenarkan menamakan diri Masyumi dan harus yang memegang pucuk pimpinan partai yang menampung eks Masyumi itu bukan tokoh lama. Maka lahirlah Parmusi yang dipimpin Djarnawi Hadikusuma yang belakangan terlalu dekat dengan kelompok mantan tokoh masyumi lalu digantikan oleh tokoh yang dianggap lebih dekat dengan Orde Baru (Orba) seperti Mintareja dan kemudian J. Naro. Episoda berikutnya pada pentas politik nasional awal Orba itu terdapat 9 partai, termasuk Parmusi dan 1 Golkar. Belakangan kecuali Golkar, 9 partai tadi  dilikwidasi (istilah waktu itu fusi) menjadi 2 Partai Politik: PPP dan PDI, pada th 1973 (Sahar L. Hasan, Ed. 1998: 15). Sejak itu di Indonesia hanya terdapat 2 Parpol dan 1 Golkar yang menjalankan fungsi kekuatan resmi sebagai infra struktur politik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Dengan 3 kekuatan politik itu, pluralitas politik pada dekade awal Orde Baru itu secara relatif masih ada termasuk masih dibolehkannya 2 parpol tadi berasaskan idelogi Islam dan Nasionalisme, sementara  Golkar tetap dengan ideologi Pancasilanya. Belakangan terjadi perubahan total. Dengan alasan politik sebagai panglima dan keragaman idelogi telah merusak tatanan bangsa pada masa Orla, maka keragaman atau pluralitas ideologi harus dilenyapkan. Kemauan itu terealisasikan dengan disyahkannya UU No. 3 tentang Parpol, th 1975 dan UU No. 5 tentang Ormas th. 1985, diwajibkannya asas tunggal sebagai ideologi dasar dan asas Parpol dan Ormas. Upaya pengasastunggalkan itu juga didasari dengan alasan-alasan kepentingan integrasi nasional, perlunya cara pandang kesatuan udara, laut dan darat sebagai satu kesatuan dan perlunya cara pandang berwawasan nusantara (Sutopo Yuwono, Alfian, Ed, 1985 : 83-95). Dengan begitu maka pluralitas ideologi sudah terkubur.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Selain itu, pluralitas sosial budaya yang pada masa pra dan awal kemerdekaan hingga masa akhir masa Orla masih berkembang simultan dan agak proporsional, berubah secara signifikan. Bahasa Indonesia yang terdiri dari Bahasa Melayu ditambah bahasa daerah lainnya dan Bahasa Asing, terkooptasi dengan kosa kata dan istilah-istilah Jawa dan Sanskerta. Sekedar menyebut contoh, muncullah istilah Parasamya Purnakarya Nugraha untuk anugrah pembangunan. Bina Graha untuk kantor Presiden dan sebagainya. Watak pluralitas tidak lagi teraplikasikan dalam kehidupan bangsa secara berimbang tetapi telah terkooptasi oleh satu budaya suku bangsa mayoritas yang memegang tampuk kekuasaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Karakter ketiga, pluralitas agama secara sosiologis. Dalam rentangan waktu, diskursus pluralitas agama secara sosiologis, tidaklah terkait secara padu dengan kenyataan reformasi politik di Indonesia dengan jatuhnya Soeharto 21 Mei 1998. Karena, pada dasarnya diskursus pluralitas agama sudah jauh ada sejak masa awal Orde Baru terutama dalam hubungan Islam dan Kristen. Tetapi karena watak Orde Baru kala itu yang selalu merujuk kepada kestabilan pembangunan sehingga melahirkan trilogi pembangunan yang disebut: stabilitas keamanan; pertumbuhan ekonomi dan; pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, maka setiap gejala yang mengedepankan diskursus tentang pluralitas agama selalu dikaitkan dengan kewaspadaan yang akan mengganggu kepentingan nasional. Maka setiap yang berbau intrik suku, agama dan hubungan antara golongan (SARA) yang bersifat primordialistik, selalu ditekan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Khusus hubungan antar agama, pemerintah mempunyai kredo yang disebut tri-krukunan hidup antar pemeluk agama. Ketiganya adalah kerukunan hidup internal umat beragama; kerukunan hidup antara umat berlainan (eksternal) agama; dan kerukunan hidup pemeluk dan organisasi agama dengan pemerintah. Hasilnya, pada masa itu, meskipun ada gangguan misalnya pelecehan tempat ibadah agama tertentu oleh pihak lain sehingga menimbulkan kerusuhan, tidaklah akan berlangsung lama dan traumatis. Pihak keamanan dan berwajib cepat memadamkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Pada dekade akhir Orde Baru, formula dan keran kebebasan semakin terbuka. Setelah masa reformasi keran yang semakin terbuka tadi itu bahkan memberikan kebebasan yang amat sangat. Sebagian ada yang mengatakan kebebasan yang kebablasan. Maka wilayah yang selama ini amat sensitif seperti SARA di masa orde baru, sudah tidak lagi tabu untuk publikasi dan diwancanakan di mana-mana. Maka wacana hubungan antar umat beragama amat intensif dikaji dalam berbagai istilah pluralitas agama. Pada dasarnya, agama secara sosiologis dipandang sebagai sesuatu yang given dan sunnatullah memang beragam-ragam dan berbeda-beda (Tobroni-Syamsul Arifin, 1994: 33-34). Akan tetapi, sebagai mana nanti akan disinggung, pluralitas agama akan mengalami multi-tafsir dan pada gilirannya ada yang menganggap sebagai sumber gesekan dan sengketa dalam masyarakat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<h2 style="margin:0;"><strong><em><span style="font-size:small;font-family:Verdana;">Pluralitas Agama</span></em></strong></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Di Indonesia sejak awal kemerdekaan, agama yang dinyatakan resmi adalah Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha, dan sejak pemerintahan Gus Dur ditambah dengan Kong Hu Cu (Konfusionisme). Di kalangan pemeluk agama, secara umum pandangan dan pemahaman eksistensi masing-masing agama dalam kaitan kehidupan bersama dalam bermasyarakat dapat diterima. Tentu saja dengan segala resiko kepelbagaian dan keberagaman atau kemajemukan Inilah yang di dalam tulisan ini disebut sebagai pluralitas sosiolo-kultural agama. Yang dimaksud adalah perbedaan kelompok, suku, bahasa, budaya dan adat-istiadat, serta agama yang dianut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Pengakuan formal oleh negara telah diakomodasikan di dalam struktur Departemen Agama dengan diformasikannya dalam struktur organik Direktorat Jenderal masing-masing agama tadi. Dengan demikian, baik secara formal maupun informal, kenyataan bahwa kehadiran agama-agama secara sosiologis dan supra struktur pemerintahan dapat diterima sebagai-sebagai hal yang syah. Kalangan Islam merujuk pluralitas sosiologis itu dari pedoman pokoknya al-Qur’an. Oleh mayoritas kalangan Islam pluralitas sosiologi itu diterima sebagai sesuatu yang murni. Inilah yang dirujuk kepada QS.49:13 </span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">[4]</span></span></span></span><span style="font-family:Verdana;">. Perbedaaan antara manusia dalam bahasa dan warna kulit harus diterima sebagai kenyataan positif dan itu merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah (QS, 30:22).</span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">[5]</span></span></span></span><span style="font-family:Verdana;"> Kemajemukan dan perbedaan cara pandang di antara manusia tidak perlu menimbulkan kegusaran tetapi hendaklah dipahami sebagai pangkal tolak dorongan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Tuhanlah yang akan menerangkan mengapa manusia berbeda, nanti ketika kita kembali kepada-Nya (QS, 5:48). </span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">[6]</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Di dalam kenyataan kehidupan pluralitas sosio-kultural itu ternyata telah menimbulkan berbagai pengalaman empirik yang berbeda-beda pula pada setiap bangsa, kawasan, ethnik dan kelompok. Agama yang pada mulanya diterima dalam batas sosio-kultural tadi ternyata dalam implikasi pengalaman-pengalaman itu, kadang kala berubah menjadi faktor yang berkelindan dengan fanatisme sosio kultural lainnya seperti sosio-politik, sosio-ekonomi. Rumitnya pada waktu wilayah kepentingan pribadi dan kelompok dimasuki oleh provokator untuk kepentingan sesaat seperti politik-kekuasaan dan kemauan untuk menghegemoni kelompok lain, resiko konflik menjadi lebih besar. Maka agama menjadi rawan bukan saja menjadi potensi integrasi tetapi dapat menjadi potensi konflik terbuka. Disinilah agama sebagai unsur pluralitas masyarakat dianggap dapat menjadi faktor ancaman bagi kehidupan bermasyarakat yang beradab dan bermartabat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Akan tetapi apakah kondisi itu murni hanya karena kecemburuan sosiologis? Pertanyaan ini hendak dijawab oleh para peneliti dengan mengkaji kemungkinan adanya pontensi konflik lain yang lebih signifikan. Misalnya adakah potensi konflik itu berdasarkan konsep teologis atau cara masyarakat beragama dalam menerapkan akidah- tauhidnya? Pertanyaan ini menjadi relevan dikaitkan dengan tiga sikap dalam teologi agama-agama sebagai watak  pluralitas yang disebut dengan ekslusifisme, inklusfisme dan paralelisme (Budhy Munawar-Rachman, 2001: 44-52).   </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Pertama, sikap ekslusif. Sikap yang menganggap tidak ada kebenaran dan jalan keselamatan selain agamanya sendiri. Atau dengan ungkapan lain tidak ada agama yang benar selain agamanya sendiri. Sikap seperti ini ternyata ada di dalam pemeluk berbagai agama. Di kalangan penganut Nashrani, Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes, 14:6). Ayat ini dalam persepktif orang yang bersikap ekslusif sering dibaca secara literal. Ungkapan lain, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain Dia”, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain. Maka terkenallah istilah No other name yang menyelamatkan manusia (Kisah Para Rasul 4, 12). Dengan istilah itu disimbolkan tidak adanya keselamtan di luar Yesus Kristus. Sejalan dengan itu ada pula pandangan ekslusif lain sejak abad pertama oleh Gereja yang dirumuskan sebagai extra ecclesiam nullau salus (tidak ada keselamatan di luar Gereja) dan extra ecclesiam nullus propheta (tidak ada nabi di luar Gereja). Pandangan ini pernah dikukuhkan dalam Konsili Florence 1442. Paradigma ekslusif itu, sampai sekarang selalu menjadi pegangan oleh para penganut garis keras para penginjil. Di antara penginjil Protestan yang menganut paradigma ini adalah Karl Bath dan Hendrick Kraemer. Nama yang kedua ini bahkan menulis buku The Christian Message in Non-Christian World mengatakan “Tuhan telah mewahyukan jalan, kehidupan dan kebenaran dalam Yesus Kristus dan menghendaki ini diketahui di seluruh dunia” (Ibid, 45).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Sikap ekslusifisme dianggap para pengkaji pluralisme agama juga ada dari kalangan Islam. Beberapa ayat al-Qur’an oleh para pengkaji itu dapat pula dianggap sebagai rujukan kaum muslimin yang membawa kepada sikap eksklusif. Di antaranya adalah QS.5/Al-Maidah:3; 3/Ali-Imran: 85 ; dan 3/Ali Imran :19. “Hari ini orang kafir sudah putus asa untuk mengalahkan agamamu. Janganlah kamu takut kepada mereka; takutlah kepada-Ku. Hari ini Ku-sempurnakan agamamu bagimu dan Ku-cukupkan karunia-Ku untukmu dan Ku-pilihkan Islam menjadi agamamu”; &#8221; …Barang siapa menerima agama selain Islam maka tidaklah akan diterima dan pada hari akhirat ia termasuk golongan yang rugi”. ”&#8230;..Sungguh, agama pada sisi Allah adalah Islam”.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Kedua, sikap Inklusif. Sikap ini bersumber kepada dokumen Konsili Vatikan II 1965 yang mempengaruhi komunitas Katolik. Produk Konsili itu yang berkaitan dengan agama lain ada pada “Deklarasi Hubungan Gereja dan Agama-agama Non Kristiani (Nostra Aetate). Teolog penganut pandangan ini adalah Karl Rahner (Ibid, 46). Ia mengatakan bahwa orang-orang Non-Kristiani juga akan selamat sejauh mereka hidup dalam ketulusan hati terhadap Tuhan, karena karya Tuhan pun ada pada mereka, walaupun mereka belum pernah mendengar Kabar Baik (Kristen). Rahner menyebutkan sebagai sikap inklusif berdasarkan the Anonymous Christian (Kristen anonim). Sikap ini disebutkan oleh para kritikus pluralis sebagai membaca agama lain dengan kacamata agama sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Dalam hal seperti ini, sikap inklusif dalam Islam tampaknya dapat merujuk kepada Filisof Muslim abad XIV Ibn Taymiah yang membedakan antara orang-orang dan agama Islam umum (yang Non-Muslim par excellance), dan orang-orang dan agama Islam khusus (Muslim par excellance). (Ibid). Kata Islam sendiri di sini diartikan seabagai “sikap pasrah kepada Tuhan”. Sebagaimana dikutip Budhy menawar Rachman yang mengutip Nurcholish Madjid:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">“Pangkal al-Islam ialah persaksian bahwa “Tidak ada suatu Tuhan apapun selain Allah, Tuhan yang sebenarnya“, dan persaksian itu mengandung makna penyembahan hanya kepada Allah semata meninggalkan penyembahan kepada selain Dia. Inilah al-Islam al-‘am (Islam umum, universal) yang Allah tidak menerima ajaran ketundukan selain daripadanya”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">“Maka semua Nabi itu dan para pengikut mereka, seluruhnya disebut oleh Allah Ta’ala bahwa mereka adalah orang-orang muslim. Hal ini menjelaskan bahwa firman Allah Ta’ala, “Barangsiapa menganut suatu din selain al-Islam maka tidak akan diterima dari padanya al-din dan di akhirat dia termasuk yang merugi (QS, 3:85) dan firman Allah, “Sesungguhnya al-din di sisi Allah ialah al-Islam (QS, 3:19”, yang menurut pemahaman Nurchalish berdasarkan Ibn Taymiyah itu –tidak khusus tentang orang-orang (masyarakat) yang kepada mereka Nabi Muhammad s.a.w. diutus, melainkan hal itu merupakan suatu hukum umum (hukm ‘amm ketentuan universal) tentang manusia masa lalu dan manusia kemudian hari (Ibid, 46-47). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Dalam tafsiran mereka seperti diteruskan Budhy Munawar-Rachman, yang menganut paham yang disebut “Islam Inklusif” ini, mereka menegaskan sekalipun para nabi mengajarkan pandangan hidup yang disebut al-Islam dengan pemahaman ketundukan dan sikap pasrah, itu tidaklah berarti bahwa mereka dan kaumnya menyebut secara harfiah agama mereka al-Islam dan mereka sendiri sebagai orang-orang muslim. Itu semua hanyalah peristilahan Arab. Para Nabi dan Rasul, dalam da’wah mereka pada dasarnya menggunakan bahasa kaumnya masing-masing. Seperti QS, Ibrahim/14:4 “Kami tidak mengutus seorang Rasul dengan kecuali dengan bahasa kaumnya”. Selanjutnya Nurcholish Madjid mengatakan lagi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Manusia berselisih tentang orang terdahulu dari kalangan umat Nabi Musa dan Nabi Isa, apakah mereka itu orang-orang muslim? Ini adalah perselisihan kebahasaan. Sebab “Islam khusus” (al-Islam khashsh) yang dengan ajaran itu Allah mengutus Nabi Muhammad saw. Yang mencakup syari’at al-Qur’an tidak ada yang termasuk ke dalamnya selain umat Muhammad saw. Dan al-Islam sekarang secara keseluruhan bersangkutan dengan hal ini. Adapun “Islam umum” (al-islam al’amm) yang bersangkutan dengan syari’at itu Allah membangkitkan seorang nabi maka bersangkutan dengan islam-nya setiap umat yang mengikuti seorang Nabi dari para nabi itu.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Menurut Budhy Munawar-Rachman, dari wacana di atas tadi dapat disimpulkannya bahwa kalangan Islam inklusif menganut suatu pandangan bahwa agama semua nabi adalah satu. “Para nabi adalah saudara satu ayah; ibu mereka banyak, namun agama mereka satu”. Rasulullah bersabda, “Aku adalah orang yang paling berhak atas Isa putera Maryam di dunia dan akhirat. Para Nabi adalah saudara satu bapak, ibu mereka berbeda-beda namun agama mereka satu (HR. Bukhari). Mereka yang bersikap inklusif ini selanjutnya mengutip QS, 3: 64, sebagai rujukan bahwa ada titik temu agama-agama, di mana masing-masing umat telah ditetapkan sebuah syir’ah (jalan menuju kebenaran) dan minhaj (cara atau metode perjalanan menuju kebenaran). Menurut kalangan Islam inklusif ini, Allah memang tidak menghendaki adanya kesamaan manusia dalam segala hal (monolitisme). Adanya perbedaan menjadi motivasi berlomba menuju berbagai kebaikan; dan Allah akan menilai dan menjelaskan berbagai perbedaan yang ada itu. (QS, al-Maidah/5:48). Menurut Budhy Munawar-Rachman, di Indonesia pandangan ini secara kuat dianut oleh Nurcholish Madjid (Ibid, 48).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Ketiga, sikap Paralelisme. Gugusan pemikiran (paradigma) ini berpandangan bahwa setiap agama (agama-agama lain di luar Kristen) mempunyai jalan keselamatannya sendiri, dan karena itu klaim bahwa Kristianitas adalah satu-satunya jalan (sikap ekslusif), atau melengkapi atau mengisi jalan yang lain (sikap inklusif), haruslah ditolak, demi alasan teologis dan fenomenologis. Sikap pluralis teologis dan fenomenalogis ini dengan sangat kuat dianut oleh para penganut pluralis yang asli, di antaranya adalah John Harwood Hicks dalam God and the Universe of Faith (1973). Pendapatnya dianggap suatu revolusi dalam pemikiran teologi agama-agama. Menurut Budhy Munawar-Rachman, Hicks menggunakan analogi astronomi sebagai berikut : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">“Menurut Ptolemeus, bumi adalah pusat dari seluruh alam semesta. Pergerakan planet-planet lain oleh postulating epicycle. Pertumbuhan jumlah epicycle  menjadikan gambaran Ptolemeus makin tidak masuk akal. Karena itulah akhirnya muncul gambaran Kopernikus, yang menggantikan gambaran Petolemeus, dengan menganggap mataharilah yang sebenarnya merupakan pusat alam semesta, bukan bumi. Dengan analogi ini Hicks hendak mengatakan bahwa teologi Ptolemeus kuno (maksudnya tentu saja orang seperti Barth, Kraemer dan lainnya) dan pertumbuhan epicycle-nya (pada Rahner, dan lainnya) yang menanggap bahwa Yesus Kristus adalah pusatnya, makin tidak mungkin menerangkan perkembangan agama-agama lain. Karena itu ia melakukan revolusi Kopernikan dalam bidang pemikiran teologi diperlukan, dengan mengganti Kekristenan (Yesus Kristus) kepada Tuhan sebagai pusat dari alam semesta iman manusia. Semua agama termasuk Kristen, melayani dan mengelili-Nya. (Ibid).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Di kalangan pemikir Islam pluralis, tafsir pluralis merupakan pengembangan secara lebih liberal dari Islam inklusif. Contohnya perbedaan antara Islam dan Kristen (dan antara agama secara umum) diterima sebagai perbedaan dalam meletakkan prioritas antara “perumusan iman” dan “pengalaman iman”. Penganut Islam pluralis seperti Frithjof Schuon dan Seyyed Hossein Nasr, seperti dikutip Budhy Munawar-Rachman mengatakan bahwa setiap agama dasarnya distruktur oleh dua hal tersebut: perumusan iman dan pengalaman iman. Hanya saja setiap agama selalu menanggap yang satu mendahului yang kedua. Katanya, Islam mendahulukan “perumusan iman” dalam hal ini Tawhid. Dan pengalaman iman mengikuti perumusan iman tersebut. Sebaliknya agama Kristen mendahulukan pengalaman iman (dalam hal ini pengalaman akan Tuhan yang menjadi manusia pada diri Yesus Kristus, yang kemudian disimbolkan dalam sakramen misa dan ekaristi, dan perumusan iman ini mengikuti pengalaman ini, sehingga terciptalah rumusan dogmatis mengenai trinitas. Menurut mereka yang pluralis ini, perbedaan struktur perumusan dan pengalaman iman ini hanyalah ekspresi kedua agama ini dalam merumuskan dan mengalami Tuhan yang sama. (Ibid, 49). Tentu saja paradigma pluralis demikian ditolak oleh para pemeluk agama yang bersikap ekslusif dan inklusif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<h2 style="margin:0;"><strong><em><span style="font-size:small;font-family:Verdana;">V. Resolusi Kepincangan Pemahaman Publik dan  Pemikiran Akademik</span></em></strong></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Untuk mengeliminir disharmoni intelektual, paling tidak harus dicarikan tawaran beberapa alternatif yang perlu dipertimbangkan dalam menjembatani kepincangan pemahaman publik dan pemikiran akademik tentang pluralisme. Pertama, bahwa harus dilihat pemahaman awal tentang makna semantik antara pluralisme dan pluralitas. Pluralisme dipahami sebagai paham menghormati kemajemukan filsafat kehidupan bersama adalah sesuatu yang afirmatif. Tetapi untuk pluralisme demikian tidak perlu dikaitkan dengan aqidah agama dan ibadah dalam beragama. Di luar itu, kata pluralitas lebih memadai untuk menggambarkan watak atau karakter sosiologis menjaga harmoni dan semangat kebersamaan sosial dalam kehidupan bersama yang memang terlahir dalam majemuk. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Kedua, wacana tentang pluralisme dan pluralitas sebaiknya tidak terlalu menonjol dalam menggesa fanatisme golongan tetapi untuk diarahkan untuk memotivasi kohesif dan interaksi sosial yang beragregasi dengan kepentingan bangsa ke depan dalam menghadapi tantangan budaya kosmopolitan dan globalisme. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<h2 style="margin:0;"><strong><em><span style="font-size:small;font-family:Verdana;">VI. Penutup</span></em></strong></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Kenyataan pluralitas sosiosilogis tidak selalu secara otomatis membawa kepada keberkahan dan makna yang positif kalau tidak disejalankan dengan upaya yang terus menerus untuk diarahkan  kepada kehidupan bermasyarakat yang berkeadaban dan bermartabat. Upaya itu menjadi amat strategis dengan mengoptimalkan peranan perguruan tinggi sebagai realisasi tanggungjawab sosialnya terhadap masyarakat dan bangsa. Harmonisasi sosial merupakan infra struktur masyarakat untuk menjadikan pluralitas itu lebih bermakna untuk kepentingan masa kini dan masa depan. Ada hal-hal yang rawan dalam relasi pluralitas masyarakat selain masalah sosio-kultural, ekonomi dan politik. Di antaranya adalah relasi masyarakat dan agama-agama dalam konteks berteologi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Pluralisme agama dalam wacana teologis yang dapat membawa kepada pengertian agama itu sama saja, akan membahayakan akidah suatu agama. Maka dapat dipahami, kalau MUI melarang paham  pluralisme-teologis itu di Indonesia karena akan meringankan makna eksistensi akidah suatu agama bagi para pemeluknya. Akan tetapi wacana pluralis-teologis cukup signifikan untuk perkembangan ilmu pengetahuan seperti kajian terhadap berbagai filsafat temasuk dari yang paling masuk akal sampai kepada yang utopis. Bahkan mempelajari komunisme dan atheisme untuk ilmu pengetahuan adalah diperlukan untuk mengetahui jalan pemikiran dan alasan-alasan mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;">Dengan begitu akan ada kesabaran intelektual dan hati untuk meletakkan mereka yang berbeda pendapat sebagai manusia yang bebas berfikir dan tidak membawa kepada kepanikan apalagi gesekan fisik. Oleh karena itu sebaiknya wacana pluralis untuk kalangan awam tidak dikaitkan dengan cara bertawhid atau pemikiran iman atau filosofis-teologis. Wacana peluralis lebih relevan untuk mengatur kemajemukan masyarakat atau tataran sosiologis, kultural, ekonomi dan politik. Sehingga tercipta kehidupan bermasyarakat yang beradab dan bermartabat. Allah a’lam bi al-shawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><strong><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Daftar Kepustaakaan</span></span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Asykuri Ibnu Chamim, dkk. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan: Menuju Kehidupan yang Demokratis dan Berkeadaban. Yogyakarta: Diktilitbang PP Muhammadiyah-The Asia Foundation.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">  </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Mohammad Hatta. 1976. Tanggungjawab Kaum Intelegensia. Jakarta: Bulan Bintang.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Koentjaraningrat. 1974. Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">T. Jacob dalam Mandiri Sianipar. 1984. “Perguruan Tinggi sebagai sumber Kader Bangsa”. Pendidikan Pilitik Bangsa. Jakarta: Sinar Harapan.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">M. Habid Mustopo, Ed. 1983. Ilmu Budaya Dasar: Kumpulan Essay Manusia dan Budaya. Surabaya: Usaha Nasional.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Koentjaraningrat. 1979. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Parsudi Suparlan,Ed. 1984. Manusia, Kebudayaan, dan Lingkungannya: Bacaan untuk MKDU, Khususnya ISD. Jakarta: Konsorsium Antar Bidang Depdikbud dan Rajawali.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Deliar Noer. 1990. Mohammad Hatta; Biografi Politik. Jakarta: LP3ES</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Sahar L. Hasan, Ed. 1998. Memilih Partai Islam: Visi, Misi dan Persepsi. Jakarta: Gema Insani Press.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Sutopo Yuwono dalam Alfian, Ed. 1985. “Persepsi Ketahanan Nasional terhadap Kebudayaan”. Persepsi Masyarakat tentang Kebudayaan. Jakarta : Gramedia.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Tobroni-Syamsul Arifin. 1994. Islam, Pluralisme Budaya dan Politik. Yogyakarta: SI Press.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">Budhy Munawar-Rachman.2001. Islam Pluralis, Wacana Kesetaraan Kaum Beriman. Jakarta: Paramadina.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em></em><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></p>
<div id="edn1">
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><em><span style="color:#0000ff;"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:Verdana;">[1]</span></span><span style="font-family:Verdana;"> Seminar Antar Bangsa, Agama dan Pembangunan III: University Kebangsaan Malaysia-IAIN Imam Bonjol Padang-IAIN Sunan Ampel Surabaya-Universitas 17 Agustus Surabaya di Selangor, Daarul Ehsan, Malaysia, 6-7 Agustus 2007.</span></span></em></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
</div>
<div id="edn2">
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><em><span style="color:#0000ff;"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:underline;">[2]</span></span></span><span style="font-family:Verdana;"> Shofwan Karim adalah Lektor Kepala pada jurusan Aqidah-Filsafat Fak. Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang .</span></span></em></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
</div>
<div id="edn3">
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><em><span style="color:#0000ff;"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:underline;">[3]</span></span></span><span style="font-family:Verdana;"> Ke-5 fatwa lainnya itu adalah perlindungan hak  kekayaan intelektual; perdukunan (kahana) dan peramalan (‘irafah); kriteria maslahat; pencabutan hak milik pribadi untuk kepentingan umum; hukuman mati dalam tindak pidana tertentu. </span></span></em></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></em></p>
</div>
<div id="edn4">
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><span style="color:#0000ff;"><em><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:underline;">[4]</span></span></span><span style="font-family:Verdana;"> </span></em><span style="font-family:Verdana;"><em>13- Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.</em></span></span></p>
</div>
<div id="edn5">
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">  </span></span></em></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><span style="color:#0000ff;"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-style:italic;font-family:Verdana;">[5]</span></span><em><span style="font-family:Verdana;"> 22- Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. </span></em></span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">  </span></span></em></p>
</div>
<div id="edn6">
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><em><span style="color:#0000ff;"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:underline;">[6]</span></span></span><span style="font-family:Verdana;"> 48- Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur&#8217;an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,</span></span></em></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#0000ff;">  </span></span></em></p>
</div>
<div id="edn7">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin:0;"><em><span style="color:#0000ff;"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:underline;">[7]</span></span></span><span style="font-family:Verdana;"> Drs. H. Shofwan Karim, MA., adalah Dosen Fakultas Ushuludin IAIN Imam Bonjol Padang; Dosen Kolej Islam Muhammadiyah (KIM) Singapore; Dosen Pascasarjana UMSB. Ketua Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah Sumbar 2000-2005 dan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumbar (UMSB) 2006-2010. Pendidikan Sarjana muda (BA) dan Sarjana Lengkap (Drs) Fakultas Tarbiyah IAIN IB padang 1976 dan 1982. Magister Artium/MA, Pascasarna (S2) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1991; dan sekarang sedang menyelesaikan Pascasarjana, Program Doktor/S3 pada UIN Jakarta. Pengalaman yang relevan dengan relasi pluralitas: Menjadi peserta International Visitor Programme on Grass Root Democracy di San Fransisco, CA; Washington, D.C.; Portland, MN;  Hunstville dan Birmingham, AL; Abarbeque, NM dan Seattle, WA, Amerika Serikat, Mei-Juni 2005; Seminar Mambangkik Batang Tarandam: Peranan Ulama Minangkabau, KMM, Kairo, dan kunjungan perpustakaan internasional, Alexandria, Mesir,  Juli 2004. Peserta Three Face Forum Dialogue di London dan Introduction to Oxford Centre for Islamic Studies, di Oxford, Inggris, Agustus 2004; Peserta Seminar Islam serantau Asean, Kualalumpur, Agustus 2004; Penceramah, Islam di Indonesia: Perkembangan Islam dan Politik Kontemporer, Islamic Centre, Mesjid Indonesia, Long Island, New York City, Agustus 1998;  peserta World Constitution and Parliament Association Assembly IV, Andorra dan Barcelona, Spanyol, September 1996; Silaturrahim Muslim Indonesia dan Cina, Mesjid Nun Jie, Beijing, September 1995;Peserta Assembly VI World Conference on Religion and Peace, Oktober-November 1994 di Roma dan Riva del Garda, Italia; Meninjau pusat Islam Singapura, Bangkok, Hongkong, Juni 1992; Utusan KNPI pada Youth Agenda on United Nation General Assembly, New York City, September-Oktober 1988; Utusan KNPI untuk Seminar MBNS, Sremban dan Kualalumpur, Juni 1987; Participant, Group Leader dan Country Co-ordinator , Pemuda Indonesia dan Canada World Youth di Alberta, Saskachewan dan Ontario dengan Maluku, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Timur, 1980-1985. </span></span></em></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin:0;"><em><span style="font-family:Verdana;">  </span></em></p>
</div>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"><em>Sumber : <a href="http://shofwankarim.multiply.com/">http://shofwankarim.multiply.com</a></em></span></p>
<hr size="1" />
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=379&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2008/12/15/wacana-pluralisme-antara-pemahaman-publik-dan-pemikiran-akademik-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyuap Malaikat, Membeli Surga!</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2008/12/04/menyuap-malaikat-membeli-surga/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2008/12/04/menyuap-malaikat-membeli-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 04:44:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak koruptor yang rajin bersedekah dan menyantuni anak yatim. Ada artis-artis erotis yang membangun masjid dan pesantren. Inilah fenomena &#8216;membeli surga&#8217;
Oleh: Nasrulloh Afandi *
Membeli surga? Rasanya kok mengada-ada. Tapi fenomena seperti ini banyak kita rasakan dan cukup &#8220;nge-trend&#8221; di negeri kita. Gelombang &#8220;simbolis religius&#8221; akhir-akhir ini banyak terjadi, khususnya di kalangan artis, pejabat dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=357&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><span style="color:#0000ff;">Ada banyak koruptor yang rajin bersedekah dan menyantuni anak yatim. Ada artis-artis erotis yang membangun masjid dan pesantren. Inilah fenomena &#8216;membeli surga&#8217;</span></em></p>
<p>Oleh: Nasrulloh Afandi *</p>
<p>Membeli surga? Rasanya kok mengada-ada. Tapi fenomena seperti ini banyak kita rasakan dan cukup &#8220;nge-trend&#8221; di negeri kita. Gelombang &#8220;simbolis religius&#8221; akhir-akhir ini banyak terjadi, khususnya di kalangan artis, pejabat dan orang-orang superkaya. Surga dan malaikat, seolah-olah bisa disuap dengan uang dan harta kekayaan mereka.</p>
<p><span id="more-357"></span>Meski tak banyak, ada saja kalangan pejabat yang nampak alim ketika pulang kampung. Bersedekah dimana-mana, membantu masjid dan royal pada anak yatim. Sebaliknya, di luar rumah, dia justru dikenal sebagai pejabat paling korup dan suka me-mark-up dana APBN/APBD.</p>
<p>Pernah suatu kali, di sebuah surat pembaca konsultasi fiqih di majalah Islam, seseorang pembaca bertanya, &#8220;Ustadz, sebelum ramai-ramai istilah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), saya bergelimang uang haram. Bisakah dosa saja terhapus bila kami sumbangkan pada yayasan yatim piatu?&#8217;</p>
<p>Ini adalah fenomena nyata di masyarakat. Artis-artis kita, nampak sopan di kala Ramadhan. Seorang penyanyi erotis bahkan berjanji mengenakan jilbab bila di panggung selama puasa. Artis-artis lain juga beramai-ramai bersedekah. Meski selesai Ramadhan, kegiatannya mengundang syahwat kembali lebih &#8220;gila&#8221; dari bulan puasa.</p>
<p>Uang, seolah bisa &#8220;menyuap malaikat Rokib&#8221;, malaikat pencatat amal ibadah. Inilah adalah fenomena &#8220;pragmatisme ibadah,&#8221; yang dilematis bagi Muslimin.</p>
<p><strong>Makelar Surga</strong></p>
<p>Para artis dan para koruptor, yang mulutnya sering meletup-letup memproklamirkan diri katanya &#8220;cinta agama,&#8221; mayoritas &#8211; untuk dimaksud tidak semuanya &#8211; mereka adalah para &#8220;makelar surga&#8221; paling berpengaruh. Di depan publik, ia mempromosikan, bahwa surga adalah &#8220;komoditas&#8221; yang bisa diraih dengan bermodal materi.</p>
<p>Kalaulah hal itu dianggap ibadah sampingan, tentu tidak masalah. Ironinya adalah mengesampingkan esensialitas ibadah kepada Allah SWT. Memang, dalam hati kecilnya, mereka pun mungkin takut atas dosa-dosanya. Namun magnet godaan setan dengan umpan fatamorgana duniawi eksis lebih kuat mengalahkan keimanannya.</p>
<p>Keroposnya akar-akar Islam &#8220;di lapangan ibadah,&#8221; baik vertikal (kepada Allah) maupun horizontal (sesama umat beragama), adalah resiko dominan dari &#8220;komoditas surga.&#8221;</p>
<p>Faktor utamanya, mereka, umumnya berpikir pragmatis. Bahwa dalam konteks ibadah cukup mengeluarkan sebagian duitnya saja. Naifnya lagi, sering tanpa memperdulikan uang halal atau haram. Lebih menggelikan, ada yang berceletuk, &#8220;Berbuat demikian itu lebih baik, daripada tidak sama sekali &#8220;.</p>
<p>Karena itu, para koruptor, yang tak malu mengeruk duit rakyat atau artis, tak terkecuali artis bintang porno, yang mempublikasikan diri melalui berbagai media massa secara gegap gempita menjadi &#8220;santri&#8221; dan sopan. Bergagah-gagahan berebut membangun masjid-masjid dan menyantuni para yatim piatu dengan mengundang wartawan.</p>
<p>Seolah-olah mereka adalah &#8220;teladan beribadah&#8221; bagi segenap Muslimin. Ia hanya ingin menunjukkan pada publik bahwa, sesungguhnya, surga masih bisa dibeli. Fenomena menarik seperti ini jelas jauh dari autentisitas ibadah secara syar&#8217;i.</p>
<p>Hak surga dan neraka adalah prerogratif Allah SWT sebagamana surat yang berbunyi, &#8220;Dia (Allah) mengampuni bagi siapa yang dikehendaki- Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki- Nya. Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali segala sesuatu.&#8221; (QS 5:18).</p>
<p>Tapi merupakan kesalahan fatal bila ada manusia bermaksud &#8220;meng-kaveling surga&#8221;, hanya dengan mengandalkan seonggok harta. Apalagi, i&#8217;tikad dari ibadah itu tetap tidak merubah kebiasaan buruk nyasehari-hari.</p>
<p>Islam adalah agama yang tak bisa dipraktekkan seenaknya. Ada syarat dan rukun dalam ibadah. Dan itu tidaklah berdasarkan karangan akal-akalan.</p>
<p>Dalam perspektif hukum fiqih, empat madzab fuqoha ahlissunnah waljama&#8217;ah (Imam Hambali, Imam Maliki, Imam Hanafi dan Imam Syafi&#8217;i) ada kesepakatan bahwa generalitas dalam beribadah selain ada rukun yang dilaksanakan sebelum memulai ibadah, terlebih dulu harus memperhatikan terhadap syarat-syaratnya.</p>
<p>Selain ada syarat diwajibankannya (beribadah), utamanya harus memenuhi syarat sah, agar sesuai prosedur (ibadah)nya menjadi sah.</p>
<p>Beragama jelas ada prosedurnya. Bolehkah membangun pesantren dengan uang hasil memamerkan aurat badan di berbagai media massa ? Hasil dari goyang erotis? Jelas tidak. Beribadah jelas ada ketentuannya. Misalnya, meski sama-sama air, tidak boleh mencuci lantai masjid dengan air kencing. Ini sama halnya menyantuni anak yatim dengan uang hasil korupsi.</p>
<p>Dalam Qawa&#8217;id al-Fiqh, dikenal &#8220;al-Ashlu baqou ma kana a&#8217;la makana&#8221; (hukum sesuatu hal, itu sesuai dengan kondisi asalnya). Umpamanya, uang haram dijariahkan ke masjid, maka tetap haramlah hukum menyalurkan duit (haram) itu.</p>
<p>Sedekah atau sifat dermawan memang dianjurkan. Namun, dengan harta haram, dalam konteks ibadah, hal itu hanya melaksanakan rukun, sedangkan menafikan syarat (ibadah) tentunya menyebabkan tidak sah.</p>
<p>Sebuah hadis mengatakan, &#8220;Dan memang, harta itu, hisabnya (pertanggung jawaban di hadapan Allah) dua hal; dari mana (dengan cara apa) diperoleh, dan untuk apa dipergunakan.&#8221; (HR. at-Tirmidzi dari Abu Barzah R.A.).</p>
<p>Karena itu, Nabi pernah menghancurkan masjid dhirar karena karena dianggap dapat memecah belah umat dan menimbulkan keresahan. Jika hanya menggunakan akal, penghancuran itu jelas perbuatan tidak waras. Bukankah masjid adalah rumah Allah tempat orang bersujud?</p>
<p>Karenanya, tidaklah tepat, menjadikan hal haram atau subhat itu, sebagai argumentasi &#8220;untuk mencari modal&#8221; beribadah. Bukankah sangat banyak jalan untuk mencari rezeki sekaligus tanpa mencampakkan konstitusi (syariat) Ilahi?</p>
<p>Bila beribadah orientasinya masuk surga-menjauhi neraka, otomatis signifikan mengikis kualitas orisinilitas ibadah. Perspektif tauhid adalah termasuk Asy-Syirku al-Asghar (bagian dari penyekutuan kepada Allah SWT).</p>
<p><strong>Efek Samping</strong></p>
<p>Kompleksnya sistem media informasi, berperan aktif menularkan hedonisme. Kenaifan itu pun telah kronis mewabah ke plosok-plosok. Kini di daerah-daerah pun telah &#8220;nge-trend&#8221; terjangkit virus &#8220;Menyuap Malaikat-Membeli Surga,&#8221; yang berujung semakin terpinggirkannya implementasi kualitas ibadah.</p>
<p>Fenomenanya, mereka mau menyumbangkan materi untuk pembangunan masjid, namun berat untuk melangkahkan kaki shalat berjamaah ke masjid. Atau marak pula (orang-orang daerah) gemar menyumbangkan duit untuk acara-acara pengajian/majlis ta&#8217;lim, namun enggan mengikuti pengajian di majlis yang didonasinya itu.</p>
<p>Inilah kaum hedonis (pemuja harta) yang gede rasa (GR) merasa bisa &#8220;membeli surga.&#8221; Prinsipnya, &#8220;Boleh berpuas-puas berbuat dosa dengan kemewahan harta, termasuk cara (haram) memperoleh hartanya. Toh, harta itu akan mampu &#8220;menyuap malaikat sekaligus membeli surga!&#8221;</p>
<p>Allah berfirman, &#8220;Akan datang suatu hari, yaitu pada hari di mana tidak bermanfaat lagi harta dan anak-anak. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.&#8221; (QS. Asy-Syu&#8217;araa&#8217; : 88-89)</p>
<p>Melaksanakan perintah Alah dan menjauhi larangan-Nya sesuai orisinilitas syariat itulah sesungguhnya esensi dari kehidupan manusia dan beribadah. Karenanya, yang merasa bisa &#8220;menyuap malaikat dan membeli surga,&#8221; Anda jangan merasa GR!. Wa Allohu A&#8217;lamu bi ash-Showab.</p>
<p>*) Penulis adalah alumnus pesantren Lirboyo Kediri, aktivis muda NU,<br />
sedang &#8220;mengasingkan diri&#8221; di Universitas Karaouiyine Maroko.</p>
<p>Sumber ; <a href="http://groups.yahoo.com/group/anggotaicmi/message/8351" target="_blank">Millist Anggota ICMI</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=357&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2008/12/04/menyuap-malaikat-membeli-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Group &#8220;DEBU&#8221; dari Amerika berdakwah lewat musik</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2008/11/28/group-debu-dari-amerika-berdakwah-lewat-musik/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2008/11/28/group-debu-dari-amerika-berdakwah-lewat-musik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 01:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik - Vidio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Shallallahu Ala Muhammad

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=353&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h4 style="text-align:center;">Shallallahu Ala Muhammad</h4>
<p style="text-align:center;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zulfikri.wordpress.com/2008/11/28/group-debu-dari-amerika-berdakwah-lewat-musik/"><img src="http://img.youtube.com/vi/TK2RwumqNR8/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/353/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=353&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2008/11/28/group-debu-dari-amerika-berdakwah-lewat-musik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/TK2RwumqNR8/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Dasar Arsitektur Masjid</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2008/11/07/konsep-dasar-arsitektur-masjid/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2008/11/07/konsep-dasar-arsitektur-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 03:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur & Konstruksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[
&#8211;
Pendahuluan
Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadis bahwa &#8220;Seluruh permukaan bumi ini adalah tempat sujud&#8221; Maksudnya, adalah bahwa dimana saja tempat di muka bumi ini dapat digunakan untuk tempat shalat, tentunya tempat yang bersih dan tidak bemajis.
Dan untuk lebih tenang dan sesuai dengan ajaran Islam, dibangunlah masjid sebagai tempat untuk shalat. Masjid digunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=285&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong></strong></p>
<p><strong><span style="color:#ffffff;">&#8211;</span></strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadis bahwa &#8220;Seluruh permukaan bumi ini adalah tempat sujud&#8221; Maksudnya, adalah bahwa dimana saja tempat di muka bumi ini dapat digunakan untuk tempat shalat, tentunya tempat yang bersih dan tidak bemajis.</p>
<p>Dan untuk lebih tenang dan sesuai dengan ajaran Islam, dibangunlah masjid sebagai tempat untuk shalat. Masjid digunakan untuk shalat bersama-sama (berjamaah) yang menurut ajaran Islam lebih baik dari pada shalat sendiri-sendiri (mufarid).</p>
<p>Masjid berasal dari kata “sajada”, artinya tempat sujud atau tempat shalat. Dan dalam Islam, membangun masjid termasuk salah satu investasi amal yang tak putus-putus walaupun orang tersebut sudah meninggal dunia. Setiap muslim juga dianjurkan untuk senantiasa mendatangi dan memakmurkan masjid.</p>
<p><strong><span id="more-285"></span>Sejarah</strong></p>
<p>Masjid pertama yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW sewaktu hijrah dari Mekkah ke Madinah adalah <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Masjid_Quba" target="_blank">Masjid Quba</a>, lalu kemudian <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Nabawi" target="_blank">Masjid Nabawi</a>. Ciri dari kedua masjid ini hampir sama dengan masjid-masjid Madinah lainnya mengikutinya kemudian, yaitu sangat sederhana. Bentuknya empat persegi panjang, berpagar dinding batu gurun yang cukup tinggi. Tiang-tiangnya dibuat dari batang pohon kurma, atapnya terbuat dari pelepah daun kurma yang dicampur dengan tanah liat. Mimbarnya juga dibuat dari potongan batang pohon kurma, memiliki mihrab, serambi dan sebuah sumur. Pola ini mengarah pada bentuk fungsional sesuai dengan kebutuhan yang diajarkan Nabi.</p>
<p>Biasanya masjid pada waktu itu memiliki halaman dalam yang disebut “Shaan”, dan tempat shalat berupa bangunan yang disebut “Liwan”. Beberapa waktu kemudian, pada masa khalifah yang dikenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin pola masjid bertambah dengan adanya “Riwaqs” atau serambi/selasar. Ini terlihat pada masjid Kuffah. Masjid yang dibangun pada tahun 637 M ini tidak lagi dibatasi oleh dinding batu atau tanah liat yang tinggi sebagaimana layaknya masjid-masjid terdahulu, melainkan dibatasi dengan kolam air. Masjid ini terdiri dan tanah lapang sebagai Shaan dan bangunan untuk shalat (liwan) yang sederhana namun terasa suasana keakraban dan suasana demokratis (ukhuwah Islamiah).</p>
<p>Islam masuk ke Indonesia melalui pedagang-pedagang Gujarat, yang mengembangkan Islam ke Timur pada masa Khalifah bani Ummaiyah/Muawiyah dimana pusat pemerintahannya tidak lagi di Mekkah atau Madinah melainkan sudah dipindahkan ke Damsyik/Damaskus di Syria. Daerah yang mula-mula mendapat tebaran agama Islam antara lain Perlak, Samudra Pasai (Aceh) dan Palembang, pantai utara Jawa yaitu Jepara dan Tuban serta Indonesia Timur seperti Ternate, Ambon dan lain-lain, yaitu sekitar tahun 1500 M.</p>
<p><strong>Sebagai tempat ibadah</strong></p>
<p>Mesjid dapat diartikan sebagai suatu bangunan tempat melakukan ibadah shalat secara berjamaah atau sendiri-sendiri, serta kegiatan lain yang berhubungan dengan Islam. Selain masjid dikenal pula istilah-istilah lain seperti mushalla, langgar atau surau. Mushalla atau langgar biasanya digunakan untuk shalat wajib (fardu) sebanyak lima kali sehari semalam, serta untuk pendidikan dan pengajaran masalah-masalah keagamaan. Sedangkan masjid, digunakan juga sebagai tempat shalat berjamaah seperti shalat Jum&#8217;at, shalat hari Raya (kalau tidak di tanah lapang), shalat tarawih serta tempat i&#8217;tikaf.</p>
<p>Masjid juga dipakal sebagai tempat berdiskusi, mengaji dan lain-lain yang tujuan utamanya mengarah pada kebaikan. Karena sesuai dengan hadits, dikatakannya: &#8220;dimana kamu bersembahyang, disitulah masjidmu&#8221;.</p>
<p>Pada setiap masjid, tentunya ada hal-hal khusus yang perlu diperhatikan sesuai dengan kebutuhan peribadatan. Yang perlu diperhatikan adalah antara lain urut-urutan kegiatan shalat baik bagi laki-laki maupun wanita. Dalam Islam secara tegas dipisahkan antara jamaah laki-laki dan wanita. Dengan demikian, sejak awal masuk, bersuci (wudlu) sampai pada waktu shalat sebaiknya pemisahan itu telah dilakukan.</p>
<p>Ruang untuk shalat atau yang disebut Liwan, biasanya berdenah segi empat. Hal ini sesuai dengan tuntunan dalam shalat bahwa setiap jemaah menghadap kearah kiblat.dengan pandangan yang sama dan satu sama lain berdiri rapat. Shalat berjamaah dipimpin oleh seorang imam, yang berada dtengah pada posisi terdepan.</p>
<p><strong>Konsep Perencanaan</strong></p>
<p>Untuk merencanakan sebuah masjid sebaiknya perlu ditinjau dulu konsep dasarnya, sebagaimana juga dilakukan terhadap bangunan-bangunan lain.</p>
<p>Pada dasarnya untuk membangun atau merencanakan sebuah masjid hendaknya kembali kepada tuntunan-tuntunan yang terdapat pada sumber ajaran Islam yaitu Al-Qur&#8217;an dan Sunnah Nabi. Dalam membangun masjid, arsitek tidak dapat melihat sejarah atau bangunan-bangunan masjid yang telah ada saja, melainkan memahami atau belajar berdasarkan inti ajaran Islam itu sendiri atau menurut istilahnya &#8220;the teaching it self&#8221;. Namun, tentunya kaidah-kaidah arsitektur tetap perlu diperhatikan, sebagaimana layaknya bangunan-bangunan lain.</p>
<p>Kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan bagi sebuah masjid, seperti yang dituturkan Miftah dalam bukunya berjudul &#8220;Masjid&#8221; antara lain, bahwa masjid selain mengarah ke kiblat di Masjidil Haram, Mekkah, juga hendaknya dibangun benar-benar sesuai dengan fungsi dan tujuannya, sehingga perlu dihindari kemungkinan adanya bagian-bagian bangunan atau ruangan yang memang dilarang dalam Islam. <span style="color:#ff0000;">Ditekankan pula, bahwa identitas yang menunjukkan pengaruh agama-agama lain hendaknya sejauh mungkin dihindarkan walau hanya berupa elemen kecil yang samar sekalipun. </span>Dalam hal ini perlu sekali kearifan dan kesensitifan Arsitek untuk meng-expose atau menvisualisasikan elemen-elemen konstruksi. Juga masjid hendaknya dibangun dengan biaya rendah yang tidak berlebih-lebihan serta tetap memperhatikan faktor keindahan dan kebersihan. Hal ini semua sesuai dengan tuntunan dalam Islam dan diterangkan Miftah dalam bukunya yang berjudul “Masjid”, masing-masing lengkap dengan ayat-ayat dalam Al-Qur&#8217;an dan Hadits.</p>
<p>Memahami inti ajaran Islam adalah mutlak. Dengan demikian masjid yang dibangun hanya berdasarkan dari sejarah atau hanya melihat masjid-masjid yang telah ada, sebenarnya kurang tepat, dalam hal ini perlu ditekankan pula motivasi dan niat yang baik dalam membangun sebuah masjid.</p>
<p>Mengenai perkembangan masjid di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga jalur, yaitu: pertama, perkembangan yang bertolak dari bangunan &#8220;sakral&#8221; tradisional daerah, kedua adalah perkembangan yang meniru arsitektur Masjid di Timur Tengah, dan ketiga adalah perkembangan yang baru atau modern.</p>
<p><strong>Bentuk</strong></p>
<p><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/dome.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-287" title="dome" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/dome.jpg?w=228&#038;h=390" alt="dome" width="228" height="390" /></a>Pada masa lampau manusia baru mengenal konstruksi sederhana yang terdiri dari kolom dan balok yang ditumpang di atasnya. Justru itu, bentuk yang terjadipun sesuai dengan konstruksinya. Kemudian, sesuai dengan tuntunan shalat bahwa shaf (barisan dalam shalat) harus lurus dan rapat, maka dicarilah bentuk yang dapat menciptakan ruang luas tanpa banyak diganggu oleh kolom-kolom. Maka tak heran kalau kemudian muncul bentuk dome. Sebagaimana diketahui, dengan bentuk dome itu, gaya-gaya dapat disalurkan melalui lengkungan-lengkungannya, sehingga tidak banyak mengganggu.</p>
<p>Kubah adalah ciri atau identitas masjid, dengan kubah itu tercipta suasana yang agung, sehingga manusia merasa kecil dihadapan Khaliknya. Seperti Istiqlal di Jakarta, bentuk dome membuat ruang dibawahnya memiliki suasana tenang dan orang yang sedang shalat akan merasa kecil. Kwalitas ruang yang tercipta demikian agung.</p>
<p>Konstruksi atau struktur lengkung banyak dipilih oleh arsitek kawakan terdahulu dalam merencanakan masjid dari pada memilih struktur balok polos (lurus) yang pasti tidak dapat dihindari seperti &#8220;cross&#8221; (persilangan) antara balok dan kolom yang dapat menjadi silent simbol atau identitas dari agama lain.</p>
<p>Untuk mendesain sebuah masjid, diperlukan tiga prasyarat, yang maksudnya untuk dapat menstimulir kekhusukan dalam beribadat. Ketiga prasyarat itu adalah, pertama: harus selalu bersih, dalam arti mudah dibersihkan dan mudah pemeliharaannya. Kedua, adalah tenang, yaitu menciptakan &#8220;suasana&#8221; yang dapat mendorong lahirnya ketenangan. Dan ketiga, adalah &#8220;sakral tapi ramah&#8221;.</p>
<p><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/kolom.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-288" title="kolom" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/kolom.jpg?w=252&#038;h=332" alt="kolom" width="252" height="332" /></a>Tujuannya menciptakan suasana yang ramah, agar setiap orang yang memasuki masjid dapat duduk sama rendah tanpa perbedaan derajat. Bukankah Islam itu agama yang sangat demokratis? Jadi, masjid harus sederhana namun kaya akan daya ungkap ke-Islam-an&#8221;.</p>
<p><strong>Denah</strong></p>
<p>Sejak awal dibangunnya sebuah masjid, denah yang ada berbentuk segi empat. Hal ini dilakukan secara logis sesuai dengan kebutuhan shaf-shaf dalam shalat berjamaah. Bentuk persegi akan membuat ruang-ruang yang terbentuk dapat dimanfaatkan seluruhnya, sedangkan denah yang berbentuk sudut-sudut tertentu (lancip) akan membuat ruangan banyak yang terbuang. Ini berarti, berlebih-lebihan atau mubazir.</p>
<p>Arah kiblat yang tidak tepat juga dapat mengakibatkan ruang-ruang terbuang percuma, sehingga dalam perencanaan sebuah masjid hal ini harus benar-benar diperhatikan.</p>
<p>Denah segi empat, dapat berarti bujur sangkar atau empat persegi panjang. Empat persegi panjangpun ada dua jenis, sisi panjangnya searah dengan arah kiblat atau tegak lurus arah kiblat.</p>
<p>Bentuk bujur sangkar membuat arah kiblat menjadi lemah karena bentuk yang cenderung memusat itu akan menimbulkan kesan ke atas yang kuat, paradoks dengan arah kiblat yang semestinya ditekankan.</p>
<p>Untuk denah segi empat yang sisi panjangnya searah dengan arah kiblat, para jemaah dapat dengan mudah melihat khatib (pemberi khotbah). Namun akan terjadi shaf yang relatif banyak kebelakang. Ini melemahkan sifat kesamaan (demokrasi) dalam Islam.</p>
<p>Bentuk lain adalah segi empat yang sisi panjangnya tegak lurus arah kiblat atau sisi terpendek searah dengan arah kiblat. Shaf yang terjadi tidaklah banyak, walau jamaah agak sulit melihat khatib pada waktu khotbah. Namun dengan sedikit menyerong, jemaah dapat melihat khatib dan hal ini tidak ada larangannya dalam Islam.</p>
<p>Pembagian denah untuk ruang shalat bagi wanita biasanya ditempatkan dibelakang. Dengan pembatas biasanya berupa tirai ataupun dinding kerawang yang transparan. Beberapa masjid ada juga yang menempatkan wanita di lantai atas, yang dibuat semacam balkon sehingga jemaah wanita masih dapat melihat imam.</p>
<p>Sesungguhnya dalam Islam, wanita tidak wajib pergi shalat ke masjid. Pergi shalat ke masjid bagi wanita hanyalah suatu perbuatan baik saja atau amal shaleh. Bahkan ada hadis meriwayatkan bahwa shalat di rumah bagi wanita lebih besar pahalanya dari pada shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Karena itu luas liwan untuk wanita juga relatif lebih kecil daripada liwan untuk laki-laki.</p>
<p><strong>Ruang Dalam dan Ornamen</strong></p>
<p><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/ornamen.jpg"></a>Kubah atau dome dibahagian dalam ruang masjid adalah suatu konsep untuk menciptakan suasana sakral serta perasaan diri yang sangat kecil di hadapan Khalik tanpa dipenuhi hiasan kuduniaan yang glamour yang jauh dari menimbulkan rasa sakral.</p>
<p><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/ornamen1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-293" title="Ornamen pola geometris dan Arabesk" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/ornamen1.jpg?w=252&#038;h=191" alt="Ornamen pola geometris dan Arabesk" width="252" height="191" /></a>Ada beberapa corak ornamen atau ornamentik, diantaranya corak abstrak sebagai “ornamen arabesk” yang terdiri dari corak geometris dan corak “stilasi” dari tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. Hal ini adalah jalan keluar dimana adanya larangan dalam ajaran <a href="http://72.14.235.104/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.islamonline.net/servlet/Satellite%3Fpagename%3DIslamOnline-English-Ask_Scholar/FatwaE/FatwaE%26cid%3D1119503545880&amp;usg=ALkJrhg0l-ltjHJj4zQ0YKuOuKghmZ-1cQ" target="_blank">Islam untuk tidak boleh menampilkan gambar-gambar atau lukisan sebagai hiasan dengan motif manusia, binatang atau makhluk bernyawa lainnya secara realistis di dalam ruangan masjid.</a></p>
<p>Ornamen atau gaya ornamentik dapat di visualisasikan dengan huruf-huruf atau kaligrafi, seperti huruf “Arab Kufa” dan &#8220;Karmalis&#8221; adalah merupakan salah satu ornamen geometris yang berisi tulisan lafazd Al-Qur’an sebagai hiasan masjid.</p>
<p><strong><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/kalarabkufa.jpg"><img class="size-full wp-image-295 alignnone" title="Kaligrafi Kufa" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/kalarabkufa.jpg?w=242&#038;h=105" alt="Kaligrafi Kufa" width="242" height="105" /></a> </strong></p>
<p><strong><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/kalarabkarmalia1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-296" title="Kaligrafi Karmalis" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/kalarabkarmalia1.jpg?w=246&#038;h=105" alt="Kaligrafi Karmalis" width="246" height="105" /></a> </strong></p>
<p><strong>Menara</strong></p>
<p><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/menara1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-290" title="menara" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/menara1.jpg?w=116&#038;h=355" alt="menara" width="116" height="355" /></a>Sebelum shalat dimulai, untuk menyatakan waktu shalat itu sudah tiba, biasanya dikumandangkan adzan. Pada masa lampau, adzan dilakukan di tempat-tempat yang tinggi sehingga radius penyampaiannya cukup jauh. Kemudian hal ini berkembang terus sampai akhirnya dibuat menara untuk penyebaran yang lebih jauh lagi. Dengan berkembangnya teknologi, ditemukan sistem pengeras suara yang kemudian dimanfaatkan juga untuk kegunaan adzan. Namun, tetap menggunakan menara. Dan sini terlihat bahwa fungsi menara tidak hanya sebagai simbol saja tetapi juga fungsional. Dan karena letaknya yang tinggi maka dapat saja bila kemudian dijadikan aksen atau ikon (point of interest).</p>
<p><em>Referensi :</em></p>
<p><em></em></p>
<ol>
<li><em>Majalah Bulanan “Konstruksi” Nomor 121, Mei 1988 Th. Ke-XII.</em></li>
<li><em>Drs. Abdul Rochym “Mesjid Dalam Karya Arsitektur Nasional Indonesia”, Penerbit Agkasa Bandung Th. 1983.</em></li>
<li><em>Drs. Abdul Rochym “Sejarah Arsitektur Islam, Sebuah Tinjauan”, Penerbit Angkasa Bandung, Th. 1983.</em></li>
</ol>
<p><strong>Contoh Identitas Tersamar (Silent Identity) :</strong></p>
<p>Perhatikan menara pada gambar dibawah ini, yang merupakan disain dari sebuah menara masjid bercirikan arsitektur &#8220;post modern&#8221; dengan meletakkan atau memposisikan identitas atau simbol &#8220;bulan sabit&#8221;  pada posisi mendatar (horizontal).</p>
<p>Dilihat pada posisi arah dari bawah atau dari atas, jelas sekali terlihat simbol &#8220;bulan sabit&#8221;-nya.</p>
<p>Selanjutnya coba diperhatikan dengan cermat, kalau kita lihat dari posisi pandang yang berbeda, yaitu pada posisi pandangan mendatar (horizontal) atau dilihat dari jauh, menara masjid tersebut akan terlihat seperti identitas atau simbol &#8221;palang atau cross&#8221;.</p>
<p>Hal semacam inilah salah satu contoh yang dimaksud dengan simbol atau identitas tersamar (silent identity) seperti yang dikemukakan pada tulisan (artikel) diatas yang harus dihindari dalam mendisain sebuah masjid.</p>
<p><img class="size-full wp-image-403 alignnone" title="mesjidrayapadang2" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/mesjidrayapadang2.jpg?w=270&#038;h=361" alt="mesjidrayapadang2" width="270" height="361" /></p>
<h3 style="text-align:left;">Kajian Konsep Disain Interior (Study Kasus)<br />
Untuk Anda :</h3>
<p style="text-align:left;">Dibawah ini ada gambar (image) disain interior suatu ruangan sebagai objek survey atau study kasus (case study). Berdasarkan tulisan atau artikel di atas, silahkan jawab pertanyaan atau kuisioner berikut dengan memilih satu item jawaban yang paling tepat menurut Anda.</p>
<p style="text-align:left;">Jika ada komentar untuk memperkuat pilihan (vote) Anda, silahkan diisi komentar Anda pada kotak yang tersedia di bawah halaman ini.</p>
<p style="text-align:left;"><a name="pd_a_1093968"></a><div class="PDS_Poll" id="PDI_container1093968" style="display:inline-block;"></div><script type="text/javascript" language="javascript" charset="utf-8" src="http://static.polldaddy.com/p/1093968.js"></script>
		<noscript>
		<a href="http://answers.polldaddy.com/poll/1093968/">View This Poll</a><br/><span style="font-size:10px;"><a href="http://answers.polldaddy.com">answers</a></span>
		</noscript></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Catatan :</strong></p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:left;">Jika Anda ragu memilih item-item quis/vote diatas, Silahkan dicermati/di pelajari dengan membuka halaman berikut; klik [<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Trimurti" target="_blank">disini</a>], dan [<a href="http://images.google.com/images?sourceid=navclient&amp;ie=UTF-8&amp;rlz=1T4WZPA_enID298ID300&amp;q=simbol%20agama%20hindu&amp;um=1&amp;sa=N&amp;tab=wi" target="_blank">disini</a>] serta [<a href="http://images.google.com/images?sourceid=navclient&amp;ie=UTF-8&amp;rlz=1T4WZPA_enID298ID300&amp;q=salib&amp;um=1&amp;sa=N&amp;tab=wi" target="_blank">disini</a>]</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:left;">Jika Anda memilih item simbol atau identitas agama &#8220;Islam&#8221;, mohon kiranya mengisi kolom komentar di halaman di bawah ini. Image elemen atau ornamen yang manakah yang mencerminkan simbol atau identitas agama &#8220;Islam&#8221; yang Anda maksud pada gambar di bawah ini.</div>
</li>
</ol>
<p style="text-align:left;"><em><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/mesjidrayapadang3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-305" title="Coba Tebak Fungsi Ruangan ini !" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/mesjidrayapadang3.jpg?w=450&#038;h=337" alt="Coba Tebak Fungsi Ruangan ini !" width="450" height="337" /></a></em></p>
<p style="text-align:left;"><em>Sumber Foto Quis/Study Kasus : <a href="http://img92.imageshack.us/img92/3151/mesjidpadang3zq1.jpg" target="_blank">Skyscrapercity Forums</a></em></p>
<p style="text-align:left;"><em>Baca juga : </em><a href="http://zulfikri.wordpress.com/2007/06/11/peran-atap-dalam-arsitektur-sebagai-simbol-martabat-bangunan/"><em>Peran Atap Dalam Arsitektur, Sebagai Simbol Martabat Bangunan</em></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=285&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2008/11/07/konsep-dasar-arsitektur-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/dome.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dome</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/kolom.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kolom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/ornamen1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ornamen pola geometris dan Arabesk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/kalarabkufa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kaligrafi Kufa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/kalarabkarmalia1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kaligrafi Karmalis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/menara1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">menara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/mesjidrayapadang2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mesjidrayapadang2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/11/mesjidrayapadang3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Coba Tebak Fungsi Ruangan ini !</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2008/10/05/kebenaran-itu-adalah-dari-tuhanmu/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2008/10/05/kebenaran-itu-adalah-dari-tuhanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 11:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ihsan Tandjung
Islam datang untuk mengeluarkan manusia dari lalimnya berbagai agama menuju keadilan Islam. Artinya, seorang muslim yang benar imannya tidak pernah beranggapan apalagi berkeyakinan bahwa semua agama sama baiknya dan sama benarnya. Ia yakin bahwa Allah ta’aala tuhan semesta alam tidak mungkin membiarkan manusia dalam kebingungan memilih jalan hidup yang benar untuk menghantarkan dirinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=250&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh Ihsan Tandjung</p>
<p>Islam datang untuk mengeluarkan manusia dari lalimnya berbagai agama menuju keadilan Islam. Artinya, seorang muslim yang benar imannya tidak pernah beranggapan apalagi berkeyakinan bahwa semua agama sama baiknya dan sama benarnya. Ia yakin bahwa Allah ta’aala tuhan semesta alam tidak mungkin membiarkan manusia dalam kebingungan memilih jalan hidup yang benar untuk menghantarkan dirinya menuju keselamatan di dunia dan akhirat.</p>
<p><span id="more-250"></span>Sedangkan orang yang berfaham pluralisme adalah manusia yang bingung memilih jalan hidup sehingga untuk gampangnya ia katakan bahwa semua agama sama baiknya dan sama benarnya. Mereka berpendapat bahwa hanya dengan pluralisme masyarakat heterogen akan sanggup hidup damai dan toleran satu sama lain. Andaikan kita hidup tanpa petunjuk dari Yang Maha Benar mungkin kita juga akan sependapat dengan logika berfikir seperti itu. Karena itu berarti bahwa tidak ada fihak manapun di dalam masyarakat yang berhak meng-claim bahwa agamnyalah yang memiliki monopoli kebenaran. Tetapi Allah ta’aala bantah pandangan seperti ini melalui firman-Nya:</p>
<h4 class="ArabCenter"><span style="color:#0000ff;">وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ<br />
وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ</span></h4>
<p><span style="color:#0000ff;">”Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (QS Al-Mu’minun ayat 71)</span></p>
<p>Ayat di atas secara jelas membantah pandangan yang mengatakan bahwa kebenaran bersifat relatif sehingga dapat berjumlah banyak sesuai jumlah hawa nafsu manusia. Bahkan melalui ayat ini Allah ta’aala menegaskan betapa dahsyatnya dampak yang bisa timbul dari mengakui kebenaran berbagai fihak secara sekaligus. Digambarkan bahwa langit dan bumi bakal binasa karenanya. Sebab masing-masing pembela kebenaran tersebut pasti akan mempertahankan otoritas kebenarannya tanpa bisa menunjukkan dalil atau wahyu Ilahi yang membenarkannya.</p>
<p>Lalu atas dasar apa seorang muslim meng-claim kebenaran mutlak ajaran Islam? Tentunya berdasarkan wahyu otentik kitab suci Al-Qur’an. Di dalamnya Allah ta’aala jelas-jelas berfirman:</p>
<h4 class="ArabCenter"><span style="color:#0000ff;">الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ</span></h4>
<p><span style="color:#0000ff;">”Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS Al-Baqarah ayat 147)</span></p>
<p>Jelas bagi seorang mu’min bahwa kebenaran haruslah yang bersumber dari Allah ta’aala Rabbul ’aalamiin. Oleh karenanya kitapun meyakini sepenuhnya tatkala Allah ta’aala berfirman:</p>
<h4 class="ArabCenter"><span style="color:#0000ff;">إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ</span></h4>
<p><span style="color:#0000ff;">“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS Ali Imran ayat 19)</span></p>
<h4 class="ArabCenter"><span style="color:#0000ff;">وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ</span></h4>
<p><span style="color:#0000ff;">”Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imran ayat 85)</span></p>
<p>Berdasarkan kedua ayat di atas ummat Islam menjadi mantap dalam meyakini bahwa satu-satunya jalan keselamatan di dunia dan akhirat hanyalah jalan Islam. Yaitu jalan yang telah ditempuh oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.</p>
<p>Bukan ummat Islam yang meng-claim kebenaran mutlak ajaran Islam, melainkan Allah ta’aala sendiri yang meng-claim hal tersebut. Kita hanya meyakini dan mentaati firman Allah ta’aala. Oleh karena itulah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan betapa berbedanya ganjaran ukhrowi yang akan diterima seorang mu’min dibandingkan seorang kafir (non-muslim) akibat perbuatan baiknya di dunia.</p>
<h4 class="ArabCenter"><span style="color:#0000ff;">قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِي الْآخِرَةِ وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ بِهَا لِلَّهِ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا</span></h4>
<p><span style="color:#0000ff;">”Sesungguhnya Allah tidak menganiaya (mengurangi) seorang mu&#8217;min hasanatnya, diberinya di dunia dan dibalas di akherat. Adapun orang kafir, maka diberi itu sebagai ganti dari kebaikan yang dilakukannya di dunia, sehingga jika kembali kepada Allah, tidak ada baginya suatu hasanat untuk mendapatkan balasannya.” (Muslim 5022)</span></p>
<h4 class="ArabCenter"><span style="color:#0000ff;">قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِي الْآخِرَةِ وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ بِهَا لِلَّهِ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا</span></h4>
<p><span style="color:#0000ff;">Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: ”Se¬orang kafir jika berbuat kebaikan di dunia, maka segera diberi balasannyadi dunia. Adapun orang mu&#8217;min jika ber¬buat kebajikan, maka tersimpan pahalanya di akherat di samping rizqi yang diterimanya di dunia atas keta&#8217;atannya.” (Muslim 5023)</span></p>
<p>Saudaraku, marilah kita syukuri ni’mat iman dan Islam yang Allah ta’aala karuniakan kepada kita. Marilah kita sampaikan sholawat dan salam bagi manusia pilihan yang telah mengajarkan kita hakikat iman dan Islam, yakni Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=250&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2008/10/05/kebenaran-itu-adalah-dari-tuhanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FUTURE PLAN OF MADINAH</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2008/09/16/future-plan-of-madinah/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2008/09/16/future-plan-of-madinah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 06:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur & Konstruksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[&#8212;&#8212;-
Final Look &#8211; Master Plan







Silahkan dilihat existing site kota Madinah [klik disini] 
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=231&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffffff;">&#8212;&#8212;-</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Final Look &#8211; Master Plan</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/07.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-232" title="07" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/07.jpg?w=400&#038;h=266" alt="" width="400" height="266" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/06.jpg"><span id="more-231"></span><img class="aligncenter size-full wp-image-233" title="06" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/06.jpg?w=400&#038;h=266" alt="" width="400" height="266" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/05.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-234" title="05" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/05.jpg?w=400&#038;h=265" alt="" width="400" height="265" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/04.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-235" title="04" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/04.jpg?w=400&#038;h=266" alt="" width="400" height="266" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/08.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-236" title="08" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/08.jpg?w=266&#038;h=400" alt="" width="266" height="400" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/03.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-237" title="03" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/03.jpg?w=400&#038;h=266" alt="" width="400" height="266" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-238" title="02" src="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/02.jpg?w=400&#038;h=265" alt="" width="400" height="265" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Silahkan dilihat existing site kota Madinah <a href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;source=s_q&amp;hl=en&amp;geocode=&amp;q=masjid+nabawi+madinah&amp;sll=21.429181,39.824581&amp;sspn=0.006592,0.027037&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473869,39.610906&amp;spn=0.015546,0.027466&amp;t=k&amp;z=15&amp;iwloc=A" target="_blank">[klik disini]</a> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/zulfikri.wordpress.com/231/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/zulfikri.wordpress.com/231/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=231&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2008/09/16/future-plan-of-madinah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/07.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/06.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">06</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/05.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">05</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/04.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">04</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/08.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">08</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/03.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfikri.files.wordpress.com/2008/09/02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menolak Relativisme “Iman” dan “Kufur”</title>
		<link>http://zulfikri.wordpress.com/2008/09/06/menolak-relativisme-%e2%80%9ciman%e2%80%9d-dan-%e2%80%9ckufur%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://zulfikri.wordpress.com/2008/09/06/menolak-relativisme-%e2%80%9ciman%e2%80%9d-dan-%e2%80%9ckufur%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 23:20:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulfikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Membedah Sekuler & Islib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfikri.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Cholis Akbar *)
Paham relativ melahirkan ‘isme’ baru yang disebut dengan “bingungisme”. Paham seperti ini sudah tak mampu membedakan mana haq dan mana bathil (Qosim Nursheha Dzulhadi)
Konsep aqidah dalam Islam –Al-Quran dan sunnah—dijelaskan oleh Allah s.w.t. dan Nabi Muhammad s.a.w. dengan sangat detail. Maka istilah ‘iman-kufur’ bukan terminologi relatif. Ia merupakan istilah “final”, tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=216&subd=zulfikri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh : Cholis Akbar *)</p>
<p>Paham relativ melahirkan ‘isme’ baru yang disebut dengan “bingungisme”. Paham seperti ini sudah tak mampu membedakan mana haq dan mana bathil (Qosim Nursheha Dzulhadi)</p>
<p>Konsep aqidah dalam Islam –Al-Quran dan sunnah—dijelaskan oleh Allah s.w.t. dan Nabi Muhammad s.a.w. dengan sangat detail. Maka istilah ‘iman-kufur’ bukan terminologi relatif. Ia merupakan istilah “final”, tidak bisa dikutak-katik lagi. Keduanya selalu vis-a-vis, laiknya terma-terma yang lain, semisal: haq-batil, thayyib-khabits, dsb.</p>
<p><span id="more-216"></span>Oleh karenanya, isu-isu keagamaan yang berkaitan dengan konsep ini sangat mudah untuk diidentifikasi dan dihukumi. Kasus Ahmadiyah, misalnya, sebenarnya tidak ada seorangpun yang meragukan letak “benar-salah”nya. Oleh karenanya, kaum liberal-sekular yang mengusung konsep “relativisme” salah besar ketika menyatakan bahwa Ahmadiyah itu dalam Islam. Karena lewat timbangan Al-Quran-Sunnah saja sudah ‘tidak lulus’. Pada gilirannya, mereka sama sesatnya. Karena ‘man tasyabbaha biqawmin fahuwa minhum’.</p>
<p>Kaum liberal, sangat lihai dalam memanipulasi ayat-ayat yang menurut mereka mendukung konsep pemikirannya. Misalnya, Qs. Al-Baqarah [2]: 256 selalu dijadikan bamper oleh mereka. Kata ‘laa ikraaha fi al-diin’, senantiasa dijadikan entry-point untuk menusukkan ‘jarum’ relativisme ini. Di sini mereka ingin menyatakan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. Karena agama itu sama, sama-sama benar. Ia ibarat “jari-jari”: banyak tapi menuju satu titik –tengah—yang satu (Allah). Bahkan ada yang menyatakan bahwa perbedaan agama itu letaknya pada tatara eksoteris saja. Pada tataran esoteris’nya semua agama adalah sama.</p>
<p>Jika dilihat secara kritis, kata ‘laa ikraaha’ sebenarnya seperti yang dikatakan oleh Imam al-Harali, seperti yang dikutip oleh al-Biqa’i, bahwa di sana ada “pemaksaan halus” (al-ikraah al-khafiy). (Lihat, Imam Burhan al-Din Abu al-Hasan Ibrahim ibn ‘Umar al-Biqa’i (w. 885 H), Nazhm al-Durar fi Tanasub al-Ayat wa al-Suwar, Beirut-Lebanon: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet. 1995), I: 500). Kenapa? Bukan karena agama itu sama-sama benar, tapi karena “kebenaran dan kesesatan” telah jelas (qad tabayyana al-rusyd min al-ghayy). Ini adalah sindiran dari Allah s.w.t.</p>
<p>Iman-kufur dalam Islam jelas konsekuensinya, tidak kabur. Karena jika ada iman, maka akan ada kufur. Jika ada kebenaran maka ada kesesatan. Tidak mungkin semua agama itu “benar” atau seluruhnya “salah”. Ini justru merancukan konsep agama dan ajarannya. Dengan sangat gamblang, Allah s.w.t. menjelaskan bahwa siapa yang secara “lapang dada” kufur (menjadi kafir), maka ia akan mendapat murka Allah dan mendapat azab yang pedih (Qs. Al-Nahl [16]: 106). Mereka itulah yang menurut Allah: (1) lebih mencintai dunia daripada akhirat; (2) dikunci hati, pendengaran dan penglihatannya, sehingga menjadi lalai (ghafil); (3) dan di akhirat merugi (Qs. Al-Nahl [16]: 107-109). Jika kekufuran itu “relatif”, maka Allah akan menjadikan konsekuensinya juga “relatif”, tidak mutlak seperti yang kita lihat di atas.</p>
<p>Masalah “iman-kufur” tidak sesederhana yang dikemukakan oleh kaum Sepilis (penganut sekularisme, pluralisme dan liberalisme, red). Apa yang mereka kemukakan adalah ‘kulit-kulit’ konsep iman. Maka wajar jika hasilnya relatif. Maka ketika ada zikir ‘Anjinghu Akbar’, dalam pandangan mereka tidak bermasalah. Karena itu adalah lisan, bukan hati, katanya. Bisa jadi hatinya penuh dengan keimanan kepada Allah s.w.t.</p>
<p>Ini bisa dibalikkan dengan: bagaimana jika hati pengucapnya penuh dengan ‘Anjinghu Akbar’? Karena menurut Imam al-Biqa’i –ketika menjelaskan surat al-Nahl di atas—, hakikat iman-kufur itu berkaitan dengan hati, bukan lisan. Lisan hanya sekadar pengekspresi (mu’abbir) dan penerjemah serta pengenal (tarjuman mu’arrif) apa yang ada dalam hati&#8230;(Ibid., II: 314). Nah, jika yang keluar dari lisan itu bersih, indikasi bahwa hati itu bersih. Sebaliknya, jika setiap yang keluar dari lisan itu adalah kata-kata keji, kotor, hujatan, ini mengindikasikan bahwa sang hati ketika itu sedang ‘sakit kronis’.</p>
<p>Maka, fenomena munculnya aliran-aliran sesat di Indonesia tidak harus melahirkan perdebatan panjang di kalangan umat Islam. Karena masalahnya jelas, masalah aqidah. Dan aqidah timbangannya adalah Al-Quran-Sunnah.</p>
<p>Salamullah Lia Eden; Ahmadiyah –baik Qadyaniyah maupun Lahore—; al-Qiyadah al-Islamiyah Ahmad Moshaddeq, dsb adalah aliran-aliran sesat. Dan kesesatan ini adalah fixed price, tidak mungkin ditawar lagi apalagi direlatifkan. Kenapa? Karena jelas bertentangan dengan Al-Quran-Sunnah. Dan pada gilirannya, relativisme ini melahirkan ‘isme’ baru yang disebut dengan “bingungisme”. Sehingga kaum Sepilis yang menyatakan bahwa semua agama itu benar sebenarnya terjebak oleh self-relativism mereka sendiri. Bukankah ini membingungkan?</p>
<p><em>* Penulis adalah staf pengajar di PP. Ar-Raudhatul Hasanah, Medan-Sumatera Utara. Peminat dan intens dalam Qur’anic-Hadith Studies &amp; Christology. Sekarang sedang mengikuti Program Kaderisasi Ulama (PKU) di Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) di Institut Studi Islam Darussalam, Gontor-Ponorogo, Jawa Timur </em></p>
<p><em>Sumber : www.hidayatullah.com</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/zulfikri.wordpress.com/216/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/zulfikri.wordpress.com/216/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfikri.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfikri.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfikri.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfikri.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfikri.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfikri.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfikri.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfikri.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfikri.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfikri.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfikri.wordpress.com&blog=636757&post=216&subd=zulfikri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfikri.wordpress.com/2008/09/06/menolak-relativisme-%e2%80%9ciman%e2%80%9d-dan-%e2%80%9ckufur%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21d1a66397d28f5700958d227c793f32?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulfikri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>