Nabi, Laut, Api, dan Jeruji Besi

November 17, 2007

Tiap hari berulangkali setiap muslim berdoa kepada Tuhan-nya, memohon perlindungan agar tidak sesat. Kata akhir surat Al-Fatihah adalah wala ad-dhoolliin: “Anugerahilah kami jalan mustaqim (jalannya orang yang menegakkan kebenaran), bukan jalan orang-orang yang Kau murkai, juga bukan jalan orang-orang yang sesat….”

Kalimat itu disiapkan Tuhan seakan-akan untuk menegaskan bahwa kehidupan manusia sepanjang masa selalu berada pada dinamika relativitas antara tersesat dan tidak tersesat. Kalau begitu engkau baca syahadat dan menjalankan syariat mahdloh (syahadat, salat, puasa, zakat, haji) engkau terjamin tak sesat -tentulah tak perlu Allah mem-fait a compli dengan kalimat doa akhir Al-Fatihah itu.

Antara benar dengan sesat itu seakan sangat mungkin berlangsung bergantian dalam kehidupan manusia. Tak hanya seperti pergiliran siang dan malam, panas dan dingin, penghujan dan kemarau, gelap dan terang: mungkin lebih cepat dari itu.

Baca entri selengkapnya »