Tausiah : Indahnya Tawadhu’

Oktober 25, 2007

Bukan sunnatullah jika seorang hamba merasa dirinya lebih baik, melihat dirinya lebih sempurna, lebih senang, lebih kaya, lebih putih, dirinya lebih dan lebih sehingga dia berpendapat bahwa dirinya betul-betul telah sempurna walaupun ternyata sarat dengan kekurangan.

Jika seseorang sudah merasa sempurna, terkadang dia lupa dengan saudaranya sesama insan yang punya perasaan sakit, senang, susah, enak, sedih seperti dirinya juga, dia hanya teringin bersama atau dipadukan dengan orang-orang yang menurutnya setaraf dengan derajat dirinya. Dia tidak ingin menerima orang-orang yang kurang sempurna atau lebih rendah derajatnya untuk dijadikan sahabat atau saudaranya, seraya memandang rendah serta remeh teradap orang-orang yang ditakdirkan hidup berkekurangan. Jika sudah demikian adanya, maka boleh dikatakan seorang yang bersikap demikian dikatakan sombong ataupun takabbur. Baca entri selengkapnya »


Sekolah “Hidup Susah”

Oktober 25, 2007

Untuk menjadi kaya, semua orang bisa instan melakoni. Namun, tidak siapa saja siap menjadi orang susah.Orang miskin baru kian banyak. Penganggur baru menambah bengkak angka kemiskinan. Bisa jadi, itu sebabnya, selain angka bunuh diri tinggi, tiga dari sepuluh orang Indonesia tercatat terganggu jiwanya.

Tidak siap hidup susah berisiko sakit jiwa. Ada cara sederhana menekan risiko sakit jiwa. Sejak kecil anak dibuat tahan banting. Ketahanan jiwa anak harus dibangun. Untuk itu, jiwa butuh “imunisasi”. Baca entri selengkapnya »