“Social Shame” Versus Pembelajaran Primer

Oktober 18, 2007

Oleh : Hayyan ul Haq *)

Tertangkapnya Irawady Joenoes –Koordinator Bidang Pengawasan Kehormatan, Keluhuran Martabat, dan Perilaku Hakim Komisi Yudisial– sesaat setelah menerima suap atas pembelian tanah untuk pembangunan kantor Komisi Yudisial (Kompas, 28/9/2007) mengguncang dunia pengembanan hukum praktis kita.

Kasus ini menunjukkan, selama ini komitmen pengembanan hukum di Tanah Air tidak lebih dari sekadar kepura-puraan. Epidemi korupsi tidak saja telah meracuni publik, tetapi juga privat, bahkan lembaga peradilan, hingga lembaga pengawas dan penyelia jalannya pengembanan hukum di Tanah Air.

Tidak heran jika survei Transparency International menempatkan Indonesia dalam daftar negara-negara terkorup di dunia. Dari tahun 2002 hingga 2004, Indonesia ditempatkan dalam negara terkorup dengan indeks persepsi korupsi (IPK) di bawah 2,0 dari rentang (0-10). Tahun 2005, dari 2,2 naik tipis menjadi 2,4 di tahun 2006, lalu turun lagi menjadi 2,3 di tahun 2007 (Transparency International Indonesia, 27/9/2007). Data itu menunjukkan, dari tahun ke tahun tidak ada perubahan berarti, bahkan cenderung kemunduran. Ini menunjukkan bangsa ini mengalami kegagalan pembelajaran. Baca entri selengkapnya »


Oktober 18, 2007

Selamat Iedul Fitri 1 Syawwal 1428 H