Oktober 28, 2007
Oleh : Ahmad Kosasih,
(Dosen PAI Universitas Negeri Padang)
Tersebutlah sebuah kisah pada zaman dahulu, ada tujuh orang pemuda yang beriman dan berpendirian kokoh, dimasa pemerintahan seorang raja yang terkenal zalim. Para pemuda itu telah menyampaikan protes atas kondisi masyarakat yang sedang bergelimang dengan kemusryrikan dan dililit kezaliman yang justru didukung oleh penguasanya. Keberanian dan ketegasannya dalam menyampaikan suara kebenaran malah mendapat tantangan dari Dyqyanus, raja yang berkuasa saat itu, serta memaksa mereka untuk keluar dari kampung halamannya sehingga mereka menyingkir ke dalam sebuah gua. Mereka rela meninggalkan segala kenikmatan hidup duniawi sebagaimana lazimnya dinikmati oleh anak-anak penguasa dan penjabat-penjabat negara. Didalam gua itu mereka bermunajat kepada Allah sampai tertidur selam 309 tahun. Mereka itulah yang dikenal sebagai As-habul Kahfi (Pemuda Penghuni Gua) seperti yang diungkapkan Allah dalam Al-Qur’an sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Pegangan Hidup |
Permalink
Ditulis oleh zulfikri
Oktober 25, 2007
Bukan sunnatullah jika seorang hamba merasa dirinya lebih baik, melihat dirinya lebih sempurna, lebih senang, lebih kaya, lebih putih, dirinya lebih dan lebih sehingga dia berpendapat bahwa dirinya betul-betul telah sempurna walaupun ternyata sarat dengan kekurangan.
Jika seseorang sudah merasa sempurna, terkadang dia lupa dengan saudaranya sesama insan yang punya perasaan sakit, senang, susah, enak, sedih seperti dirinya juga, dia hanya teringin bersama atau dipadukan dengan orang-orang yang menurutnya setaraf dengan derajat dirinya. Dia tidak ingin menerima orang-orang yang kurang sempurna atau lebih rendah derajatnya untuk dijadikan sahabat atau saudaranya, seraya memandang rendah serta remeh teradap orang-orang yang ditakdirkan hidup berkekurangan. Jika sudah demikian adanya, maka boleh dikatakan seorang yang bersikap demikian dikatakan sombong ataupun takabbur. Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Tausiah |
Permalink
Ditulis oleh zulfikri
Oktober 25, 2007
Untuk menjadi kaya, semua orang bisa instan melakoni. Namun, tidak siapa saja siap menjadi orang susah.Orang miskin baru kian banyak. Penganggur baru menambah bengkak angka kemiskinan. Bisa jadi, itu sebabnya, selain angka bunuh diri tinggi, tiga dari sepuluh orang Indonesia tercatat terganggu jiwanya.
Tidak siap hidup susah berisiko sakit jiwa. Ada cara sederhana menekan risiko sakit jiwa. Sejak kecil anak dibuat tahan banting. Ketahanan jiwa anak harus dibangun. Untuk itu, jiwa butuh “imunisasi”. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Pendidikan |
Permalink
Ditulis oleh zulfikri
Oktober 18, 2007
Oleh : Hayyan ul Haq *)
Tertangkapnya Irawady Joenoes –Koordinator Bidang Pengawasan Kehormatan, Keluhuran Martabat, dan Perilaku Hakim Komisi Yudisial– sesaat setelah menerima suap atas pembelian tanah untuk pembangunan kantor Komisi Yudisial (Kompas, 28/9/2007) mengguncang dunia pengembanan hukum praktis kita.
Kasus ini menunjukkan, selama ini komitmen pengembanan hukum di Tanah Air tidak lebih dari sekadar kepura-puraan. Epidemi korupsi tidak saja telah meracuni publik, tetapi juga privat, bahkan lembaga peradilan, hingga lembaga pengawas dan penyelia jalannya pengembanan hukum di Tanah Air.
Tidak heran jika survei Transparency International menempatkan Indonesia dalam daftar negara-negara terkorup di dunia. Dari tahun 2002 hingga 2004, Indonesia ditempatkan dalam negara terkorup dengan indeks persepsi korupsi (IPK) di bawah 2,0 dari rentang (0-10). Tahun 2005, dari 2,2 naik tipis menjadi 2,4 di tahun 2006, lalu turun lagi menjadi 2,3 di tahun 2007 (Transparency International Indonesia, 27/9/2007). Data itu menunjukkan, dari tahun ke tahun tidak ada perubahan berarti, bahkan cenderung kemunduran. Ini menunjukkan bangsa ini mengalami kegagalan pembelajaran. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Pendidikan |
Permalink
Ditulis oleh zulfikri