Oleh : Sayidiman Suryohadiprojo *)
Belum lama ini ada berita bahwa Dinas Intelijen AS mengeluarkan prediksi tentang kekuatan negara di dunia tahun 2020. Dalam prediksi itu, Indonesia diperkirakan menjadi negara ke-5 atau ke-6 di dunia setelah AS, China, India, Brasil, dan Jepang. Melihat kondisi Indonesia dewasa ini timbul pertanyaan apakah itu mungkin dapat terjadi. Mungkin sekali yang dipakai sebagai ukuran adalah Produk Domestik Bruto, PDB, atau Gross Domestic Product (GDP) yang dicapai Indonesia pada tahun 2020. Ada sementara pakar ekonomi mengatakan bahwa mungkin saja itu terjadi, mengingat besarnya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Akan tetapi mungkin sekali angka PDB Indonesia akan jauh lebih tinggi dari angka Produk Nasional Bruto PNB, atau Gross National Product (GNP). Seperti kita ketahui, angka PDB menunjukkan seluruh produksi yang terjadi di bumi Indonesia, baik dari produsen Indonesia maupun pihak asing. Sementara itu, PNB adalah produksi bangsa Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.PDB tinggi itu lebih disebabkan oleh produksi pihak asing di Indonesia. Produksi bangsa Indonesia yang dinyatakan dalam PNB akan jauh lebih rendah dari PDB. Sekarang saja PDB sudah lebih tinggi dari PNB yang menunjukkan bahwa produksi pihak asing di Indonesia lebih besar dari produksi bangsa Indonesia. Menurut Biro Pusat Statistik untuk tahun 2005 PDB berjumlah Rp 2.729,7 triliun, sedangkan PNB Rp 2.644,3 triliun. Kalau Indonesia menjadi negara kelima terbesar di dunia dilihat dari PDB, sedangkan selisihnya dengan PNBnya besar, itu berarti Indonesia yang didominasi pihak asing, tidak beda dari Indonesia di masa penjajahan Belanda. Maka prediksi pihak intelijen AS itu sebenarnya tentang Indonesia dalam status neo-kolonialisme. Prediksi itu mengandung niat untuk menjajah kembali Indonesia pada tahun 2020, sekalipun dengan cara amat halus. Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh zulfikri
Ditulis oleh zulfikri 






