Pedoman Praktis Pembangunan Rumah Tahan Gempa

PENDAHULUAN

Wilayah Indonesia mencakup daerah-daerah yang mempunyai tingkat resiko gempa yang tinggi diantara beberapa daerah gempa diseIuruh dunia.

Data-data terakhir yang berhasil direkam menunjukkan bahwa rata-rata setiap tehun terjadi sepuluh kegiatan gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan yang cukup besar di Indonesia. Sebagian terjadi pada daerah lepas pantai dan sebagian lagi pada daerah pemukiman (untuk melihat kejadian gempa bumi pada hari ini klik disini) Pada daerah pemukiman yang cukup padat, perlu adanya suatu perlindungan untuk mengurangi angka kematian penduduk dan kerusakan berat akibat goncangan gempa.

Dengan menggunakan prinsip teknik yang benar, detail konstruksi yang baik dan praktis maka kerugian harta benda dan jiwa menusia dapat dikurangi.

Dalam webblog ini, diuraikan faktor-faktor dasar dari goncangan gempa yang kemudian di uraikan prinsip-prinsip utamanya yang akan dipakai dalam membangun rumah tahan gempa.

BEBERAPA KARAKTERISTIK GONCANGAN GEMPA

Pada lokasi bangunan, gempa bumi akan menyebabkan tanah dibawah bangunan dan di sekitarnya tergoncang dan bergerak secara tak beraturan (random). Percepatan tanah terjadi dalam tiga dimensi membentuk kombinasi frekwensi getaran dari 0,5 Hertz sampal 50 Hertz. Jika bangunan kaku (fixed) terhadap tanah (dan tidak dapat tergeser) gaya inersia yang menahan percepatan tanah akan bekerja pada tiap-tiap elemen struktur dari bangunan selama gempa terjadi. Besarnya gaya-gaya inersia ini tergantung dari berat bangunannya, semakin ringan berarti semakin kecil gaya inersia yang bekerja dalam elemen struktur tersebut.

Tanggung jawab sebagai orang yang berkecimpung daIam industri konstruksi adalah mendirikan bangunan sedemikian rupa sehingga bangunan tetap mampu berdiri menahan gaya-gaya inersia tersebut. Pertanyaan yang timbul kemudian, “Berapa kekuatan bangunan yang kita perlukan ?”.

TINGKAT PEMBEBANAN GEMPA

Pada tahun 1981, studi untuk menentukan besarnya “beban gempa rencana” sudah dilakukan. Studi ini adalah proyek kerja sama antara Pemerintah Indonesia-New Zealand yang menghasilkan. Peraturan Muatan Gempa lndonesia.

Pada konsep peraturan tersebut ada 2 (dua) langkah pendekatan untuk menghitung pembebanan gempa yang dapat digunakan.

Kriteria pertama, bahwa perencanaan pembebanan gempa sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kerusakan struktur atau kerusakan arsitektural setiap kali terjadi gempa. Kriteria kedua meskipun terjadi gempa yang hebat bangunan tidak boleh runtuh tetapi hanya boleh kerusakan-kerusakan pada bagian struktur yang tidak utama atau kerusakan arsitektur saja. Telah diketahui bahwa adalah tidak ekonomis merencanakan bangunan tahan gempa cara elastis. Jadi untuk gempa yang besar dimana kemungkinan terjadinya kira-kira 15% dari umur bangunan tersebut, dipakai harga perencanaan yang rendah dan perencanaan khusus serta ukuran detail-detail diambil sedemikian sehingga menjamin beberapa bagian tertentu dari struktur akan Ieleh (berubah bentuk dalam keadaan plastis) untuk menyerap sebagian enersi gempa (yang berlaku untuk keadaan kenyal). Besarnya harga beban rencana yang terjadi berhubungan dengan beberapa faktor yang selengkapnya terdapat pada reference, yang disimpulkan sebagai berikut:

1. Faktor Lapangan (site)

Gambar dibawah ini, menunjukkan enam jalur gempa di Indonesia yang menentukan parameter dasar pembebanan

konstr8Parameter ini dimodifikasikan untuk perhitungan pada kondisi tanah Iunak dimana goncangan tanah akibat gempa akan diperbesar (mengalami pembesaran).

(Untuk Jakarta, pada zone 4 dan diatas tanah lunak koefisien beban rencana lateral adalah 0,05 untuk struktur yang kaku seperti perumahan bertingkat rendah).

2. Faktor Bangunan

Beban yang terjadi pada suatu bangunan juga tergantung pada keadaan (features) dari bangunan rersebut, yakni fleksibilitasnya, beratnya dan bahan bangunan untuk konstruksinya. Biasanya suatu bangunan yang fIeksibel akan menerima beban gempa yang Iebih kecil dibandingkan bangunan yang lebih kaku. Bangunan yang lebih ringan akan menerimna beban gempa yang Iebih keciI dari pada bangun yang berat dan bangunan yang kenyal akan menyerap beban gempa yang lebih kecil dari pada bangunan yang getas yang mana dalam keadaan pengaruh gempa akan tetap elastis atau runtuh secara mendadak. Bangunan dari kayu digolongkan sebagai bangunan yang kenyal. Untuk struktur kayu harus direncanakan dengan menggunakan Peraturan Muatan Indonesia yang baru. Beban rencana adalah 33% – 50% dari gaya yang menyebabkan struktur belum mulai Ieleh atau masih dalam keadaan elastis. Reduksi ini tidaklah sama besarnya untuk bahan bangunan yang lain, misalnya baja yang mempunyai kekenyalan yang lebih besar dari kayu. Meskipun demikian kekenyalan dapat diciptakan dalam struktur kayu dengan menggunakan alat penyambung yang kenyal pada tiap-tiap hubungan elemen stuktur kayu tersebut. Pada umumnya, sambungan dengan paku memberikan kekenyalan yang cukup.

3. Tingkat Pembebanan Gempa untuk Bangunan Kayu

Dengan memperhatikan faktor lapangan dan faktor bangunan, struktur kayu harus tetap mampu berdiri untuk menahan beban-beban sebagai berikut : (Jakarta, tanah lunak)

Rangka kayu kenyal : 0,05 *) x 1,7 = 0,085
Dinding geser kayu : 0,05 *) x 2,5 = 0,125
Konstruksi rangka kayu yang diperkuat dengan batang pengaku diagonal: 0,05 *) x 3 = 0,15

Keterangan :
*) Faktor ini mempunyai harga maksimum 0,13 pada zone I dan 0 pada zone 6.

Hal ini berarti, misalnya suatu dinding geser yang terbuat dari plywood atau particle board, harus dapat menerima gaya horisontal sebesar 0,125 x berat total dari bagian struktur yang membebani dinding tersebut. Meskipun suatu bangunan direncenakan dengan harga pembebanan yang benar, mungkin bangunan. tersebut mengalami kerusakan akibat gempa jika sebagian dari prinsip-prinsip utamanya tidak dipenuhi.

PRlNSlP-PRlNSIP UTAMA KONSTRUKSI TAHAN GEMPA

1. Denah yang sederhana dan simetris

Penyelidikan kerusakan akibat gempa menunjukkan pentingnya denah bangunan yang sederhana dan elemen-elemen struktur penahan gaya horisontal yang simetris. Struktur seperti ini dapat menahan gaya gempa Iebih baik karena kurangnya efek torsi dan kekekuatannya yang lebih merata.

2. Bahan bangunan harus seringan mungkin

Seringkali, oleh karena ketersedianya bahan bangunan tertentu. Arsitek dan Sarjana SipiI harus menggunakan bahan bangunan yang berat, tapi jika mungkin sebaiknya dipakai bahan bangunan yang ringan. Hal ini dikarenakan besarnya beban inersia gempa adalah sebanding dengan berat bahan bangunan. Sebagai contoh penutup atap genteng diatas kuda-kuda kayu menghasilkan beban gempa horisontal sebesar 3 x beban gempa yang dihasilkan oleh penutup atap seng diatas kuda-kuda kayu. Sama halnya dengan pasangan dinding bata menghasiIkan beban gempa sebesar 15 x beban gempa yang dihasilkan oleh dinding kayu.

3. Perlunya sistim konstruksi penahan beban yang memadai

Supaya suatu bangunan dapat menahan gempa, gaya inersia gempa harus dapat disalurkan dari tiap-tiap elemen struktur kepada struktur utama gaya honisontal yang kemudian memindahkan gaya-gaya ini ke pondasi dan ke tanah.

Adalah sangat penting bahwa struktur utama penahan gaya horizontal itu bersifat kenyal. Karena, jika kekuatan elastis dilampaui, keruntuhan getas yang tiba-tiba tidak akan terjadi, tetapi pada beberapa tempat tertentu terjadi Ieleh terlebih dulu.

Suatu contoh misalnya deformasi paku pada batang kayu terjadi sebelum keruntuhan akibat momen lentur pada batangnya.

Cara dimana gaya-gaya tersebut dialirkan biasanya disebut jalur Iintasan gaya.

Tiap-tiap bangunan harus mempunyai jalur lintasan gaya yang cukup untuk dapat menahan gaya gempa horisosontal.

Untuk memberikan gambaran yang jelas, disini diberikan suatu contoh rumah sederhana dengan tiga hal utama yang akan dibahas yaitu struktur atap, struktur dinding dan pondasi.

konstr9

konstr10

konstr11

konstr12konstr13

3.1. Struktur atap

Jika tidak terdapat batang pengaku (bracing) pada struktur atap yang menahan beban gempa dalam arah X maka keruntuhan akan terjadi seperti, diperlihatkan pada gambar berikut:

konstr14

Sistim batang pengaku yang diperlukan diperlihatkan pada gambar di bawah ini :konstr15Jika lebar bangunan lebih besar dari lebar bangunan di mungkin diperlukan 2 atau 3 batang pengaku pada tiap-tiap ujungnya.

Dengan catatan bahwa pengaku ini harus merupakan sistim menerus sehingga semua gaya dapat dialirkan melalui batang-batang pengaku tersebut.

Gaya-gaya tersebut kemudian dialirkan ke ring balok pada ketinggian langit-langit.
Gaya-gaya dari batang pengaku dan beban tegak lurus bidang pada dinding menghasilkan momen lentur pada ring balok seperti terlihat pada gambar dibawah ini :

konstr16konstr17

konstr18

konstr19

konstr20

Jika panjang dinding pada arah lebar (arah pendek) lebih besar dari 4 meter maka diperlukan batang pengaku horisontal pada sudut untuk memindahkan beban dari batang pengaku pada bidang tegak dinding daIam arah X dimana elemnen-elemen struktur yang menahan beban gempa utama.

Sekali lagi ring balok juga harus menerus sepanjang dinding dalam arah X dan arah Y
Sebagai pengganti penggunaan batang pengaku diagonal pada sudut, ada 2 (dua) alternatif yang dapat dipilih oIeh perencana;

Ukuran ring balok dapat diperbesar dalam arah horisontal, misalnya 15 cm menjadi 30cm atau sesuai dengan yang dibutuhkan dalam perhitungan. Ring bolok ini dipasang diatas dinding dalam arah X.
Dipakai langit-langit sebagai diafragma, misalnya plywood.

Untuk beban gempa arah Y, sistim struktur dibuat untuk mencegah ragam keruntuhan. Untuk mengalirkan gaya dari atap kepada dinding dalam arah Y, salah satu alternatif diatas dapat dipilih yaitu penggunaan batang pengaku horisontal ring balok atau memakai langit-langit sebagai diafragma.

3.2. Struktur dinding

Gaya-gaya aksiaI dalam ring balok harus ditahan oleh dinding.

Pada dinding bata gaya-gaya tersebut ditahan oleh gaya tekan diagonal yang diuraikan menjadi gaya tekan dan gaya tarik. Gaya aksiaI yang bekerja pada ring balok juga dapat menimbulkan gerakan berputar pada dinding. Putaran ini ditahan oleh berat sendiri dinding, berat atap yang bekerja diatasnya dan ikatan sloof ke pondasi.
Jika momen guling lebih besar dari momen penahannya maka panjang dinding harus diperbesar.

Kemungkinan lain untuk memperkaku dinding adalah sistim diafragma dengan menggunakan plywood, particle board atau sejenisnya, atau pengaku diagonal kayu untuk dinding bilik.

Penggunaan dinding diafragma lebih dianjurkan karena sering terjadi kesulitan untuk memperoleh sambungan ujung yang lebih pada sistim pengaku diagonal.

Beban gempa yang bekerja pada arah Y ditahan dengan cara yang sama dengan arah X

Sebagal sistem struktur utama yang mana dinding harus mampu menahan beban gempa yang searah dengan bidang dinding, dinding juga harus mampu menahan gempa dalam arah yang tegak lurus bidang dinding.
Dengan alasan ini maka dinding bata (tanpa tulangan) harus diperkuat dengan kolom praktis dengan jarak yang cukup dekat. Sebagai pengganti kolom praktis ini dapat dipakai tiang kayu.

konstr213.3. Struktur pondasi

Struktur pondasi berperanan penting untuk memindahkan beban gempa dari dinding ke tanah.
Pertama, pondasi harus dapat menahan gaya tarik vertikal dan gaya tekan dari dinding. Ini berarti sloof menerima gaya geser dan momen lentur sebagai jalur Iintasan gaya terakhir sebelum gaya-gaya tersebut mencapai tanah.

Akhirnya sloof memindahkan gaya-gaya datar tersebut ke pada tanah yang ditahan oleh daya dukung tanah dan tekanan tanah lateral.

Rumah yang terbuat dari kayu dengan lantai kayu dan pondasi kayu seperti gambar-gambar di bawah ini memerlukan batang pengaku untuk mencegah keruntuhan.

konstr22

konstr23

konstr24

konstr25

konstr26

konstr27

konstr28

KESIMPULAN

Dari uraian diatas, goncangan gempa dan cara menghitung harga pembebanan gempa untuk suatu bangunan, dapat disimpulkan
bahwa :

Kekenyalan struktur sangat ditekankan sekali untuk mencegah keruntuhan bangunan.

Gaya gempa hanya dapat ditahan oleh sistem struktur yang menerus (jalur lintasan gaya yang menerus) dari puncak bangunan sampai ke tanah.

REFERENSI :

  1. A.W. Charleson, M.E., MNZIE. “KONSTRUKSI RUMAH TAHAN GEMPA DI INDONESIA”.
  2. Teddy Boen, Ir., “MANUAL BANGUNAN TAHAN GEMPA”.
  3. Studio Penataan Bangunan dan Lingkungan Dirjen Cipta Karya 2006 “PEDOMAN TEKNIS PEMBANGUNAN RUMAH TAHAN GEMPA” (dapat didownload disini)

DOWNLOAD :

Silahkan download artikel diatas ini dalam bentuk format doc [klik disini]

Baca (download) juga REFERENSI TERKAIT berikut :

  1. “MENINGKATKAN DAYA TAHAN TERHADAP GEMPA PADA GEDUNG KECIL, RUMAH DAN PRASARANA DAERAH”, Oleh : Gregory A. J. Szakats, BE(Civil), MIPENZ (Civil & Structural), MIStrukE, IntPE
  2. “PETA ZONA GEMPA INDONESIA SEBAGAI ACUAN DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BANGUNAN”, Diterbitkan oleh  Pusat Litbang Sumber Daya Air.
  3. “PENYEDERHANAAN CARA PERHITUNGAN  STRUKTUR UNTUJK BANGUNAN TAHAN GEMPA TERTENTU” (Oleh : Ratna K. Gunawan., Anwar, S.SP., Limasalle) bahan Seminar dan Pemeran HAKI 2007, Konstruksi Tahan Gempa di Indonesia)
  4. “BEBERAPA KETENTUAN BARU MENGENAI DISAIN STRUKTUR BAJA TAHAN GEMPA” Oleh : Muslinang Moestopo, Staf Peneliti Riset Rekayasa Struktur Bangunan  Fak. Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Bahan Seminar dan Pameran HAKI 2007, Konstruksi Tahan Gempa Indonesia.
  5. “TIMBERLINE GEODESICS”, Alternatif lain bentuk konstruksi bangunan tahan gempa klik disini
  6. Rumah “DOME” tahan gempa klik disini
  7. Rumah Tahan Gempa (Gambar Sketsa), klik disini
  8. Resiko Gempa di Indonesia, klik disini
  9. Peta Gempa Sumbar, klik disini
  10. Subdiksi Pelat Tektonik di Sumatera, klik disini
  11. Fakta dan Data Gempa Padang, klik disini
  12. Soft Story Menyebabkan Bangunan Kolaps di Kota Padang, klik disini dan disini
  13. Sumatera Earthquke 30 September 2009 (The Emegency Mapping Service), klik disini

BROSUR/LEAFLET

Dalam rangka mensosialisasikan atau memasyarakatkan perencanaaan dan pelaksanaan pembangunan rumah tahan gempa dibawah ini dapat didownload panduan teknis berupa modul, standar, pedoman dan petunjuk teknis yang praktis tentang teknologi pembangunan rumah tahan gempa.
Silahkan download :

- Poster Bangunan Setengah Tembok
- Poster Bangunan Tembok
- Poster Bangunan Tembok 2
- Poster Bangunan Kayu 1
- Poster Bangunan Kayu 2

TIPS Untuk Anda :

  • Buku Siaga Gempa dan Tsunami Untuk Anak-anak, download disini
  • Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (Rs Sehat), Kepmen Pemukiman dan Prasarana Wilayah N0. 403/KPTS/M/2002, download disini
  • Daftar Peraturan lainnya terkait bangunan (klik disini dan disini)
  • Gempa bumi adalah suatu sunah Allah SWT dalam rangka memperluas jagat raya serta bumi ini, silahkan baca artikel dan lihat tayangan video MENGEMBANGNYA ALAM SEMESTA, klik disin
  • Cara penyelamatan diri dari bahaya gempa, klik video berikut :


57 Tanggapan ke “Pedoman Praktis Pembangunan Rumah Tahan Gempa”

  1. idiotieque Berkata:

    hallo om…saya pendatang baru di dunia kegempaan!!!
    saya bekerja di BMG jayapura…..lulusan DIII-geofisika.
    saya concern bgt masalah bangunan tahan gempa,,,…
    tolong donk kaseeh saran…bagaimana caranya..supaya saya bisa mendapatkan disiplin ilmu tentang bangunan anti gempa….
    dan apakah dengan kuliah teknik sipil…akan bisa menjawab itu semua ????

    makaseeh ya om!!!

  2. zulfikri Berkata:

    Hallo juga..,
    Ya benar di fakultas teknik sipil dipelajari ilmu perancangan bangunan tahan gempa dan erat kaitan dengan ilmu konstruksi, seperti konstruksi beton, baja dan kayu, untuk menguasai perhitungan konstruksi bangunan tahan gempa terlebih dahulu kita harus menguasai ilmu mekanika teknik.

    Makasih kembali, atas kunjungannya di webblog saya.

  3. Nurman Berkata:

    pak zulfikri, saya sedang nulis tesis “rumah kayu (glugu) tahan gempa dengan sistim sambungan tradisional jawa” , bisa bantu pak? referensi jurnal, buku, penelitian atau apa saja. makasih pak

  4. zulfikri Berkata:

    Rkn Nurman Yth.
    Saya senang sekali berbagi dan membantu kawan-kawan apalagi kawan-kawan dalam/penyelesaian study, tapi sayang referensi yang Rkn Nurman minta tidak/belum saya punyai, apabila saya mendapatkan referensi tsb. saya akan coba memuat di blog ini dan atau menyampaikannya pada Rkn. Nurman.

    Wassalam,

  5. calvin Berkata:

    Tulisan diatas sangat bagus…
    saya mau tanya pak, masalah gempa pada bangunan tingkat tinggi. dalam hal ini bangunan baja.
    hal2 apa saja yang perlu diperhatikan dalam mendesain bangunan baja tahan gempa??
    Makasih ya Pak

  6. zulfikri Berkata:

    Pertanyaannya sudah menjurus ya !, silahkan kunjungi website di bawah ini, mudah-mudahan ketemu jawabannya,

    http://www.haki-konstruksi.com/seminar_gempa.html
    http://www.haki-konstruksi.com/images/ERD2-MuslinangMoestopo.pdf
    http://wiryanto.files.wordpress.com/2008/08/i1-drajat-abstrak.pdf
    http://wiryanto.files.wordpress.com
    Dll.

  7. yanti Berkata:

    saya mohon izin untuk ambil tulisan dan gambarnya sebagai referensi ya pak.. blog yang bagus sekali. makasih..

  8. zulfikri Berkata:

    Dengan senang hati, silahkan diambil, semoga bermanfaat

  9. fhira Berkata:

    bagus banget artikelnya,
    pak saya mahasiswa arsitektur, mau tanya apa rumah tahan gempa bisa didesain dengan tidak meninggalkan aspek estetikanya?,kalau misalnya bisa yang harus diperhatikan oleh si perancang apa saja pak?
    maksih pak,

  10. zulfikri Berkata:

    Ya, benar, dalam mendisain bangunan kita harus memperhatikan aspek estetika untuk mencapai bentuk serta susunan ruang yang sempurna. Sedangkan dalam aspek konstruksi kita harus meperhatikan ketahanan bangunan selain akibat berat sendiri, tekanan cuaca (seperti angin, hujan dan salju) atau pengaruh tekanan ekternal, dan yang sangat diperhatikan sekali adalah akibat goncangan gempa bumi bagi daerah-daerah dilalui jalur gempa, seperti yang dikemukan dalam artikel diatas.

  11. haryani Berkata:

    Bapak Zul Yth..
    Apa khabar? Saya juga sealumni dengan Bapak..
    Tulisannya bagus dan kebetulan saya juga suka nulis tentang tata ruang kota pesisir yang rawan bencana.

  12. zulfikri Berkata:

    Ooo ya!, rasanya saya masih ingat, untuk jelasnya BP tahun berapa ya.
    Dan sekarang berdomisili bertungas dimana ya ?

  13. Honny Berkata:

    Salam pak Zul.
    Rumah2 di daerah gempa kemarin banyak yang rusak, tetapi juga masih banyak yang berdiri kokoh.
    Menurut bapak penyebabnya apa ? Terima kasih.

  14. zulfikri Berkata:

    Salam juga Pak Honny, Yaa.., sudah jelas penyebabnya adalah gempa.

    Rumah yang rusak akibat gempa yang dimaksud berkemungkinan penyebabnya adalah :

    1). tidak didisain sesuai dengan aturan rumah tahan gempa, atau kalau ada didisaian atau diperhitungan kontruksi gempanya berkemungkinan kekuatan gempa yang terjadi melewati estimasi kekuatan gempa yang dipakai/diramalkan oleh konstruktur pada bangunan tersebut.

    2) bangungunan terletak pada daerah atau tepat diatas pergeseran tanah (arah goncangan gempa yang berlawanan) atau patahan tanah/lempeng yang berada dibawahnya.

    3). perlu diadakan penelitian mendalam dalam hal ini agar dapat mengetahui penyebabnya yang sebenarnya, nah silahkan anda lakukan penelitian, mudah-mudahan didapat teori baru yang akurat kedepannya dalam merancang bangunan demi keselamatan umat manusia.

  15. putri Berkata:

    asalam pak…
    mmm..prinsip ini bisa digunakan untuk emergency shelter ga???oya…berarti penggunaan bahan untuk rumah gempa adalah bahan yang ringan ya…???
    apa yang dimaksud dengan kekenyalan struktur?
    terimakasih pak

  16. putri Berkata:

    asalam pak
    mmm…kira2 konsep ini bisa digunakan untuk emergency shelter ga ya?oia pak…apa yang dimaksud dengan kekenyalan struktur? apa kriterianya suatu struktur memnuhi kekenyalan struktur tadi?

  17. zulfikri Berkata:

    Waalaikumussalam, wr. wbr.

    Sdr. Putri Ysh.
    Yaa, bisa saja dan lebih sip digunanakan untuk emergency shelter. Ooo ya sebaiknya bahan bangunan yang dipergunakan adalah bahan-bahan bangunan yang ringan.

    Dan yang dimaksud Kekenyalan Struktur atau Elasticity (E), adalah kemampuan struktur atau bahan untuk menerima tegangan dengan satuan kg/cm2.

    Adapun kriteria atau kelas kuat dan modulus kenyal dari setiap struktur kayu berbeda, itu tergantung dengan jenis dan kelas kayu. Nah, untuk mengetahuinya lebih lanjut silahkan di baca pada “Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia” (PKKI) yang dikeluarkan oleh Dep. Pekerjaan Umum.

  18. dwito Berkata:

    Pak Zul,

    Apakah Bapak bisa memberikan estimasi rab untuk pembangunan rumah seperti yang ada di poster-poster pu tsb?
    Kami butuh estimasi tsb. Kami berlokasi di Pangalengan.
    Terima kasih, Pak.

  19. zulfikri Berkata:

    Pak Dwito Ysh.

    Untuk menghitung RAB baik estimasi maupun yang akuratnya terlebih dahulu kita harus mempunyai data harga satuan bahan bangunan serta harga satuan upah tukang dan pekerja di daerah setempat dimana bangunan akan didirikan.

    Nah, sementara saya berdomisili di Kota Padang, dengan kata lain estimasi RAB di Kota Padang tidak akan cocok untuk daerah Pangalengan.

    Saran saya, silahkan Bapak hubungi kantor PU (Pekerjaan Umum) setempat, karena pada kantor PU sudah ada harga estimasi sesuai dengan tipe bangunan seperti type A, B, C dan D serta estimasi harga untuk bangunan per m2 (meter bujursangkar) luas lantai bangunan baik permanen maupun semi permanen serta bangunan bertingkat dan tidak bertingkat.

  20. andika Berkata:

    maaf pa zul saya bisa minta tentang rumus empiris dari data percepatan tanah

  21. iwan hs Berkata:

    pak zul,
    bgmana kondisi kota padang pak..?
    bukankah bapak bermukim di padang ? semoga tidak terjadi apa2 thd bpk dan keluarga. kami ikut berduka dengan musibah bencana yg terjadi. semoga saudara2 kita semua yg ada di sumatra tabah menghadapi semua

  22. agung kresno utomo Berkata:

    pak Zul,info bapak sangat bermanfaat terutama ut org awam spt saya. Ada yg saya tanyakan, rumah kami sering retak lantainya_ info teman rumah kami di bangun di “daerah sesar minor bertumpuk”.4 th lalu lantai sdh kami perkuat dg beton pada daerah retakan.Tp sekarang retakan bergeser ke bagian lain.Dan tampaknya retakan lebih cepat stlh 500mt dari rumah kami di bagun jalan tol smg-solo.Ada catatan geologi, th 1975 pernah terjadi tanah geser_amblas 1 km dari rumah kami. daerah kami adalah Perum Payungmas Desa Pucung _PudakPayung kec Banyumanik Semarang.adakah cara sederhana biaya terjangkau yg mampu mengatasi msalah ini.Terimakasih pak Zul

  23. zulfikri Berkata:

    Pak Iwan HS, dan Pak Agung Kresno Utomo Ysh.

    Saya mohon maaf baru saat ini saya bisa online, karena sejak gempa mengguncang, lampu listrik dikota Padang tidak menyala, dan di lokasi saya baru malam ini menyala.

    Kondisi kota Padang pada saat ini akibat gempa bumi yang menggoncang kota Padang dengan kekuatan 7,6 SR sangat meprihatinkan, hampir 50% bangunan dua lantai lebih mengalami kerusakan berat, karena kebanyakan bangunan-bangunan yang berumur lebih 10 tahun tsb dirancang dengan estimasi kekuatan gempa dibawah 7 SR.

    Alhamdulillah saya dan keluarga saya selamat dan bangunan tempat tinggal saya masih dapat ditempati walau dinding dan lantai mengalami retak-retak.

    Kalau saya perhatikan gempa yang terjadi baru ini di kota Padang yang berpusat 70 km barat daya kota Pariaman merupakan ledakan lempeng atau bawah tanah, sehingga terjadi gelombang dan rengkahan di permukaan bumi, saya perhatikan tanah bergerak bergelombang seperti gelombang di permukaan air. Nah, bangunan yang berada pas diatas rengkahan mengalami rusak berat seperti rengkahan, penurunan permukaan tanah dan longsor.

    Adapun pertanyaan dari Pak Agung tentang lantai rumah yang sering retak, saya kira hal ini sebenarnya adalah permasalahan stabilisasi tanah, dengan kata lain bangunan didirikan diatas tanah yang tidak stabil, dan berkemungkinan besar dapat menjadi longsor atau bergeser apabila area atau site perumahan tsb terletak pada lereng atau dipinggir jurang. Bentuk konstruksi bangunan agar tetap stabil tidak bergerak dan atau lantai retak atau patah sebaiknya dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap kondisi tanah sehingga dapat ditentukan konstruksi pondasi serta struktur lainnya. Untuk itu saya sarankan untuk berkonsultasi dengan insinyur teknik sipil

  24. zulfikri Berkata:

    Pak Andika Ysh,
    Untuk respon pertanyaan Bapak silahkan download artikel yang barusan saya upload di “My Share Box” (pada kolom samping kanan halaman ini), dengan judul “Peta Gempa”, atau klik url berikut :
    http://www.box.net/shared/mqo10h0yib

    Semoga artikel tersebut dapat memberi jawaban atas pertanyaan Bapak.

  25. Almunar, Bandaro Basa Berkata:

    Assalamualaikum ww pak Zulfikri, di mana alamat di Pdg?, mungkin suatu ketika saya berkunjung, rumah orang tua saya termasuk yg terkena dampak gempa kemaren di Bt Taba,Lu Beg.Memang wkt membangunnya dulu tdk memperhitungkan faktor gempa, wassalam.

  26. zulfikri Berkata:

    Wa’alaikumussalam wr. wbr.
    Pak Almunar Bandaro Basa Ysh.
    Alamat saya di Padang tepatnya adalah di Komplek Perumahan Pasir Putih Blok U No. 13 RT 02, RW 07 Kel. Bungo Pasang Kec. Koto Tangah.

  27. Rangga Aditya Berkata:

    Salam kenal pak zulfikri, sekedar rasa ingin tahu. di dunia ini bangunan bertingkat kira2 max tahan gempa berapa skala ritcher ya pak? Dan menurut pengamatan bapak sudahkah ada bagunan bertingkat di indonesia yg tahan gempa lebih dari 8 sr?

  28. zulfikri Berkata:

    Salam kenal juga rekan Rangga Aditya,
    Estimasi perhitungan konstruksi bangunan tahan gempa ditetapkan berdasarkan kekuatan gempa yang pernah terjadi di suatu daerah, perhitungan konstruksi bangunan terhadap gempa di Padang sebelumnya di estimasikan lebih tinggi terhadap kekuatan gempa yang tertinggi yang pernah terjadi. Sebelum tahun 1990an gempa yang terkuat pernah terjadi di Padang setahu saya tidak pernah sampai 5,5 SR.

    Nah, dari sekarang dan ke depannya berapa kira-kira para konstruktur mengestimasikan kekuatan gempa agar bangunan betul-betul aman terhadap gempa? wallahu aklam.

  29. qomarudin Berkata:

    tulisan tentang rumah tahan gempanya sangat bagus. saya tinggal ditulungagung jawatimur yg mgkn trmsk daerah rawan gempa. saya berencana membangun rumah yg sederhana didesa tp yg than gempa. klo p zulfikri berkenan, saya sangat berterima kasih klo mau mengirimi tulisan maupun gambar konsep rumah tahan gempa keèmail saya. qomarudiin@yahoo.com

  30. zulfikri Berkata:

    Pak Qomaruddin Ysh,
    Untuk tidak memakan waktu dan juga memotong birokrasi, silahkan langsung saja di-dowload dengan mengklik url berikut :

    http://www.box.net/shared/rzfb0887eb
    http://www.box.net/shared/dbe3hqnc99
    http://www.box.net/shared/0301hz4cvb
    http://www.box.net/shared/ckeog9tb2z
    http://www.box.net/shared/u9kfohnrpg
    http://www.box.net/shared/z2hy5t7v9d

    Maka dengan sendirinya artikel serta konsep perencanaan bangunan tahan tsb diatas sudah dapat bapak miliki, dan silahkan di print-out dan di sebarkan luaskan kepada masyarakat yang ingin membangun rumah tempat tinggal di daerah bapak.

  31. Nini Marlina Berkata:

    Assalamualaikum pak Zulfikri
    Salam kenal nama saya nini,
    Gempa tanggal 30 s kemaren telah menghancurkan rumah orang tua saya di kampung dalam Pariaman.
    Kira2 struktur bangunan tahan gempa seperti apa yang cocok dengan kondisi daerah tempat tinggal saya.
    Terima kasih.

  32. zulfikri Berkata:

    Waalaikumussalam wr. wbr.

    Salam kenal juga Ibu Nini, saya turut berduka atas musibah yang menimpa orang tua Ibu Nini di Kampuang Dalam Pariaman, semoga orang tua serta Ibu Nini tabah menerimanya, semoga Allah memberkahi kita, amiin.

    Untuk membangun kembali rumah di daerah banyak gempa seperti di Sumatera Barat ini saya sarankan pada Ibu Nini untuk mempedomani konsep dasar struktur atau konstruksi untuk bangunan seperti tertera di artikel di atas dan di poster-poster berikut, silahkan download:

    http://www.box.net/shared/rzfb0887eb
    http://www.box.net/shared/dbe3hqnc99
    http://www.box.net/shared/0301hz4cvb
    http://www.box.net/shared/ckeog9tb2z
    http://www.box.net/shared/u9kfohnrpg
    http://www.box.net/shared/z2hy5t7v9d

    Wassalam.

  33. agung kresno utomo Berkata:

    terimakasih p Zul. Dan alhamdulilah keluarga bapak selamat. Hendak kejadian gempa di padang menjadikan kesadaran bahwa kita tinggal di sarang gempa.dan hendaknya pengetahuan ttg gempa spt bagaimana safety first bila terjadi gempa menjadi pelajaran si sekolah2

  34. zulfikri Berkata:

    Terimasih kembali Pak Agung atas motivasinya, memang sepanjang bukit barisan di pulau Sumatera sampai pulau Jawa itu adalah sarangnya gempa, yang setiap tahun akan digoncang gempa. Goncangan gempa itu di jadikan Allah SWT dalam rangka memperluas jagat raya termasuk bumi yang kita diami ini, seperti yang dikemukakan dalam Al-Qur’an sbb:

    “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

    Silahkan klik tayangan video klik url berikut :

    http://www.youtube.com/watch?v=XZb8DGnUm-8 dan
    http://www.youtube.com/watch?v=bVIvDKCmexQ&feature=player_embedded

    Nah, untuk pengetahuan tentang gempa seperti bagaimana “safety first” bila terjadi gempa menjadi pelajaran si sekolah-sekolah atau untuk anak-anak, silahkan download dan berikan kepada anak agar dapat memberi pengertian dan cara menyelamatkan diri bagi anak-anak silahkan klik :

    http://www.box.net/shared/rqzsxubg5r

    Semoga bermanfaat bagi kita semua,

    Wassalam

  35. Esye Jusmin Berkata:

    Assalaamu’alaikum pak zul
    Salam kenal nama saya esye…

    Gempa yg tjd di tasik beberapa bulan lalu rupanya telah menimbulkan keretakan horizontal dinding rumah kami di bandung. Ada beberapa retakan yg terbesar celahnya -+ 1 mm, terpanjang 1,5 kedalaman 6 cm menembus sambungan bata.

    Saya mau tanya pak zul,
    1) Bagaimana perbaikannya?
    2) kerusakan tersebut diakibatkan semata gempa atau karena kontruksi bangunan kami yg kurang baik ya pak? Waktu pembangunan itu karena kami awam & keterbatasan biaya saya mempercayakan kpd tukang saja, berdasarkan keterangan kolom dibuat dengan ukuran 20×25 cm, setiap kolom besi yang digunakan 12 mm 4 bh, 10 mm 2 bh (ditengah2). Tanah yg kami tempati merupakan tanah urugan bekas sawah (mulai diurug -+ 8 th yl. Apakah komposisi kolom tersebut cukup pak?

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih. Jazakallahu khoiron katsiro.

    Wassalam,
    esye-bandung

  36. zulfikri Berkata:

    Waalaikumussalam, wr. wbr.

    Ibu Esye Ysh, kalau hanya dinding yang retak tidak masalah, yang dikuatirkan yang retak itu adalah strukturnya, seperti: kolom, balok dan lantai beton pada lantai dua jika rumah Ibu bertingkat (2 lantai, atau lebih)

    Dengan melihat data-data yang Ibu sampaikan tsb diatas jika rumah Ibu hanya lantai satu (tidak bertingkat) ukuran kolom serta penulangannya sudah memenuhi standar.

    Untuk memperbaiki diding rumah Ibu yang rusak tsb cukup hanya mengisi spesi (mortal) dengan adukan 1pc : 2 psr kedalam celah atau retakkan dinding tsb.

  37. Esye Jusmin Berkata:

    Terimakasih pak zul,

    Maaf pak, rumah kami 2 lantai. Adapun komposisi kolom 6 buah besi 12 mm. Sdgkan yang saya sebutkan di atas ternyata untuk ring balknya. Bagaimana pak apakah sudah cukup memadai? Jika ternyata belum bisakah diperbaiki dengan tingkat perbaikan yang tidak terlalu memerlukan biaya tinggi?

    Mohon sarannya pak. Terimakasih banyak.

  38. zulfikri Berkata:

    Ibu Esye Ysh,
    Sesuai data kerusakan rumah Ibu yang telah disampaikan seperti diatas, yang rusak cuma dinding secara horizontal sebesar lebih kurang 1-1,5 cm, insyaAllah saya yakin tidak masalah.

    Dan penulangan kolom yang terdiri 6 buah besi berpenampang 12 cm sudah cukup memadai, karena terbukti telah digoyang gempa sebesar 7,3 SR tidak mengalami kerusakan, cuma hanya dinding yang retak.

    Untuk Ibu ketahui bahwa bangunan yang berstruktur dua lantai itu dinding hanya berfungsi sebagai sekat saja, dengan artian bahwa tidak adanya dinding struktur bangunan tetap berdiri tidak mengalami apa-apa.

    Demikian penjelasan saya, mari kita bertawakkal kepada Allah semoga negeri kita ini diberkahi oleh Allah SWT, amin ya rabbal alamin.

  39. Rumah Teletubbies Vs Barrataga « Tuti Nonka's Veranda Berkata:

    [...] Zulfikri di sini , prinsip bangunan tahan gempa ada 3, yaitu : denah sederhana dan simetris, bahan bangunan ringan, [...]

  40. udin Berkata:

    Mau tanya nih pak.. buat pemilihan bahan2 bahan kayu yang bisa tahan terhadap gempa.. apa ada jenis2 tertentu atau semua jenis kayu bisa digunakan?… terus apa rumah kayu pasti tahan gempa?..

  41. zulfikri Berkata:

    Pak Udin Ysh.

    Tidak ditemui klasifikasi kayu untuk konstruksi bangunan berdasar tahan gempa atau tidak tahan gempa.

    Tapi yang jelas kayu untuk konstruksi dibedakan atas mutu dan kelas kuat kayu.

    Apakah rumah yang kita buat akan tahan terhadap gempa itu dapat dilihat cara pengkontruksiannya apakah memenuhi persyaratan teknis atau tidak.

    Nah, silahkan Pak Udin download poster (leaflet) diatas untuk melihat bentuk konstruksi yang diperkenankan agar konstruksi kayu tahan gempa.

  42. Wulan Berkata:

    Assalamualaikum…
    Pak,saya mau tny.
    Saya bertempat tinggal di bogor.
    Rumah saya terbuat dari beton.lantai 2 di cor.
    Jika terjadi gempa,kira2 bgmn keadaan bgnan itu?
    apa yg hrs saya lakukan untuk memperkcil resiko thdp gempa tsb?
    Trims
    Wass

  43. zulfikri Berkata:

    Waalaikumussalam, wr. wbr.
    Sdr. Wulan ysh,

    Sangat sulit saya menjawab pertanyaannya, dikarenakan data yang disampaikan tidak dapat saya pedomani sebagai dasar untuk meprediksi apakah rumah Sdr tahan gempa atau tidak.

    Untuk diketahui, bahwa kekuatan konstruksi bangunan bertingakat (dua lantai lebih) yang menjadi patokannya adalah perhitungan pembesian atau penulangan struktur beton, baik lantai maupun kolom balok dan lain-lainnya yang berhubungan dengan konstruksi beton bertulang, dengan kata lain apakah konstruksi beton bertulang rumah Sdr. diperhitungkan terhadap goncangan gempa atau tidak.

    Dan yang tidak kalah pentingnya lagi adalah cara pelaksanaan atau pengerjaannya, apakah pekerjaan beton dilaksanakan sesuai ketentuan dan apakah adukan beton memenuhi mutu yang telah ditetapkan oleh perencana, hal ini dapat dibuktikan dengan pengujian slump-beton dan beton uji di laboratorium.

  44. Mamun Berkata:

    Terima kasih banyak kepada bapak atas artikel-artikelnya yang sangat lengkap. Saya Insya Allah mau membangun rumah sendiri dengan desain dan petunjuk dari bapak. Semoga segala kebaikan bapak dibalas dengan balasan yang berlipat ganda oleh Allah SWT di dunia dan di akhirat kelak. Amin

  45. Met Sekendra Berkata:

    Menarik sekali Blog pak Zul ini …

    Karena pak Zul pakar yang mengalami sendiri goncangan. Mudah-mudahan ilmu yang bermanfaat.

    Sudah dapat dipastikan gempa akan terus berlanjut : 1926/2007/2009/dll-dst… Saya membaca konstruksi Domehome (www.domehome.com) dan diciptakannya bahan “Panel Fiber” yang ringan/kuat/tahan api oleh UII Jogja. Dibuat dari Plastik/ijuk/sabut/dsb.

    Bisakah proses recovery di Sumbar, memakai rancang anti gempa (yang bapak uraikan) atau memakai konstruksi domehome (kubah), dll … dipadukan dengan bahan Faber Panel dari Jogja (mungkin lebih murah bila diproduksi massal). Jadi kita berusaha menghadapi alam dengan “pasti” memakai otak/perhitungan yang di anugerahi oleh Allah yang Maha Kuasa.

    Terima Kasih.

  46. zulfikri Berkata:

    Terima kasih Pak Met Sekendra.

    Menarik sekali informasi bangunan “Timberline Geodesics” untuk daerah gempa.

    Akan saya coba menginformasikan kepada masyarakat di Sumatera Barat atau daerah-daerah gempa di Indonesia dengan mencantumkan linknya di halaman ini, semoga alternatif ini akan menjadi pilihan bagi yang akan membangun kembali rumahnya.

  47. suryana Berkata:

    Assalamualaikum Pak Zul yang terhormat.
    Sy punya rencana mau merenovasi rumah menjadi 2 lantai. perlu diketahui rumah saya rumah BTN,tidak bertingkat dan kontruksi penulangan beton/besinya tidak saya ketahui.
    yang menjadi pertanyaan saya adalah:
    1. Apakah rumah saya tsb bisa langsung direnovasi di-
    buat/diteruskan keatas utk dibuat 2 tingkat ?
    2. Bagaimana kekuatan lantai atas yg terbuat dari
    konstruksi kayu dibanding lantai beton terhadap gempa ?
    3. apakah Konstruksi atap asbes lebih tahan gempa
    dibanding atap genteng ?

    terima kasih atas penjelasanya.
    wassalam …..

  48. zulfikri Berkata:

    Waalaikumussalam wr,wbr.

    Pak Suryana Ysh, Rencana Bapak untuk merenovasi rumah BTN satu lantai menjadi 2 lantai hanya dengan meneruskan bangunan lama keatas, saya sarankan janganlah diteruskan, kecuali sekiranya dahulu pondasi serta struktur bangunan BTN tersebut telah dilaksanakan atau dipersiapkan untuk 2 lantai.

    Untuk perbandingan kekuatan atau ketahanan lantai 2 (atas) dari beton dibanding dengan kayu, maka seperti yang telah diuraikan diatas maka kontruksi lantai dari kayulah yang lebih baik dari pada lantai beton dalam hal menghadapi gempa, karena kayu selain ringan juga mempunyai kekenyalan (elastisitas) struktur yang baik.

    Benar Pak Suryana, bahwa atap asbes lebih baik dan ringan dari atap genteng (tanah atau keramik)

  49. Met Sekendra Berkata:

    Selain konstruksi anti gempa, ada displin ilmu lagi tentang mengatasi “longsor”. Daerah minang memiliki gunung/bukit dan kontur tanah yang “subur”, tentu saja tidak keras atau cadas. Seperti Lembah Anai-Kayu Tanam, Malalo-Sumpu-Pincuran Tujuh-Padang Panjang, Payakumbuh, Solok-Alahan Panjang, Bukittinggi-Maninjau-Lubuk Basung. Hampir semua … deh. Kita harus memikirkan pemukiman penduduk dan pembuatan jalan-jalan, atau bagaimana caranya biar keduanya relatif aman bila hujan lebat lalu gempa juga melanda.

    Perlu lagi disiplin ilmu untuk memenej semua potensi “utak” orang Minang. Banyak orang Minang yang berprestasi dalam “ilmu” dan “harta”, dan jelas mereka mau menyumbang selama ada satu kepastian : JUJUR !

    Jadi pak Zul, menurut saya perlu suatu badan SUPER TANGGAP DARURAT, yang menggabungkan : Kegesitan “silat” minang, kecerdikan, didasari Agama Islam, Sangat Jujur.

    Mungkin sudah saatnya, Para cendikiawan, pemuka adat, tokoh agama, “jago silat”, menejer, urang rantau, berkolaborasi dan bersinergi menjadikan Minang Kabau contoh bagi seluruh dunia.

    Lah salasai karajo kasodonyo, bisa kito bapasambahan jo basaluang tiok hari sampai pagi. Ijan sabaliaknyo.

    Mudah-mudahan …

  50. zulfikri Berkata:

    Pak Met Sekendra Ysh,

    Terima kasih banyak atas respon serta saran Bapak.

    Benar Pak, bahwa disaat ini kita butuh sekali ilmu pengetahuan tentang lingkungan terutama sekali ilmu pengelolaan lingkungan pemukiman yang harus segera disosialisasikan kepada masyarakat.

    Saat ini sudah terbentuk suatu organisasi dari Univ. Andalas Padang yang bernama TREMOR (Taskforce for Recovery of Post Earthquake in Managing of Building Rconstruction) yang beranggotakan dari ahli (dosen) berbagai disiplin ilmu, silahkan kunjungi websitenya:

    http://tremor-pnp.org/

    Harapan Bapak dan juga harapan saya semoga TREMOR yang baru terbentuk tsb dapat meujudkan atau berfungsi sebagai BADAN SUPER TANGGAP di Sumatera Barat, seperti yang Bapak maksudkan diatas.

    Saya tambahkan, silahkan hubungi Sekretariat TREMOR bagi yang ingin memberikan masukan serta tanggapan ke alamat sbb:

    Sekretariat TREMOR Politeknik Negeri Padang
    Alamat : Kampus Politeknik Unand Limau Manis Padang 25167
    Telp. (0751) 72590 Fax. (0751) 72576
    Homepage : http://www.tremor-pnp.org

    Contact Person:
    Menhendry, Dipl. Ing. HTL, M.Eng
    men_hendry@yahoo.com

    Yuhefizar, M.Kom
    ephi.lintau@gmail.com

  51. Met Sekendra Berkata:

    Terima kasih infonya pak Zul …
    Semoga sekecil apapun usaha kita, diridhoi Allah yang Maha Pemurah.

    Banyak “urang rantau”, turunan, turunan campuran, menangis tapi tidak bisa berbuat banyak. Namun keterkaitan darah, mencapai kepedihan hati luar biasa melihat penderitaan sanak-sudaro semua. Semoga kita semua tabah dan berbenah.

    Saya menjadikan blog pak Zul dan pembicaraan kita, sebagai masukan dari berbagai milis yang saya ikuti.

    Sekali lagi terima kasih …

  52. zulfikri Berkata:

    Pak Met Sekendra Ysh,

    Atas saran dan tanggapan serta atas ikut merasakan sukacita Bapak dan beserta sanak kami nan berada di rantau, dalam hal ini saya atas nama sanak nan berada di ranah mengucapkan terima kasih banyak, dan dalam kesempatan ini marilah bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT semoga Minangkabau segera bangkit, amin ya rabbala alamin.

  53. DEDY HIDAYAT Berkata:

    Pak Zul saya mohon maaf,pertanyaan saya menyangkut rumah tempat tinggal kami yang tidak layak huni dimana setiap sudutnya mengalami retak dan putus,kami disini minta saran pak zul cara merehabilitasi tanpa merobohkan seluruh bangunan dan atap tanpa di bongkar,dimana disini kami tidak ingin mengeluarkan biaya yang besar karna situasi dan kondisi sekarang. dari saya dedy di pariaman sumbar.Saya ucapkan banyak terima kasih.

  54. zulfikri Berkata:

    Pak Dedy Hidayat Ysh,

    Jika Bapak ingin merenovasi rumah yang rusak berat akibat gempa 30 Sept yang baru lalu, dengan mempertahankan bangunan (dinding) yang retak, jalan keluar yang dapat saya berikan adalah, coba periksa apakan dinding yang retak mempunyai kemiringan (condong) yang tidak membahayakan dan apakah retaknya tidak horizontal (mendatar).

    Nah, jika dinding-dinding tidak condong yang mengkhawatirkan dan retak-retaknya hanya vertikal, jalan keluarnya menurut pendapat saya adalah dengan meperkuat kembali bidang dinding dengan membuat kolom praktis dan reng balok (ring balk) dari beton bertulang. Dan juga dapat memperkuatnya dengan mengapit dinding yang retak (pada celah) dengan besi pelat/beugel yang dibaut murkan timbal balik dari dinding yang retak tsb. dengan jarak secukupnya kemudian ditutup dengan mortal (pelesteran) adukan dengan perbandingan 1 pc (semen) : 2 pasir.

  55. juragan Berkata:

    Salam kenal, Pak Zulfikri..
    Artikel yang sangat bagus dan sangat berguna bagi dunia konstruksi Indonesia.
    Terima kasih atas “inspiring articles”-nya. Terus berkarya, pak Zulfikri.

    Wassalam

  56. zulfikri Berkata:

    Salam kenal juga Pak Iwal,

    “Oleh-oleh dari Padang” [ http://www.duniatekniksipil.web.id/667/oleh-oleh-dari-padang/ ] saya link-kan di halaman ini (dengan judul “Soft Story menyebkan Kolapsnya Bangunan di Kota Padang Akibat gempa 30 S baru lalu, semoga analisa Bapak berguna bagi perencana dan pelaksana konstruksi di Sumatera Barat dalam membangun kembali Kota Padang

  57. yusuf Berkata:

    salam kenal pak zulfikri,,saya mahasiswa sipil dijokja,,terima kasih atas artikel nya,,,banyak hal yang saya mengerti dari artikel bapak,,

Tinggalkan Balasan